APTRI Madiun dan Stakeholder Dukung Swasembada Gula 2026
- account_circle Ruang Mujiono
- calendar_month 30 menit yang lalu
- print Cetak

Petani tebu APTRI Kabupaten Madiun bersama stakeholder mendukung swasembada gula nasional 2026 pada musim giling. (Ist)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Poin Berita:
- APTRI Kabupaten Madiun menyatakan dukungan terhadap swasembada gula nasional pada musim giling tebu 2026.
- Ketua APTRI Kabupaten Madiun menegaskan komitmen petani tebu untuk bersinergi dengan pabrik gula dan pemerintah.
- Kepastian penyerapan hasil panen dan kesejahteraan petani dinilai menentukan keberlanjutan industri gula nasional.
Madiun, Ruang.co.id – Asosiasi Petani Tebu Republik Indonesia (APTRI) Kabupaten Madiun bersama pemangku kepentingan pelaku usaha gula menyatakan dukungan untuk swasembada gula nasional pada musim giling tebu 2026. Dukungan itu disampaikan melalui komitmen menjaga produktivitas dan kualitas bahan baku. Selasa, (29/9).
Momentum giling 2026 dinilai sebagai titik penting. Petani tebu di Kabupaten Madiun diminta menerapkan budidaya yang efektif dan efisien. Kualitas tebu yang digiling juga harus tetap terjaga.
APTRI Kabupaten Madiun dan jajaran pabrik gula PT SGN mendorong sinergi antara petani, pabrik, pemerintah daerah, dan pemerintah pusat. Kolaborasi ini diperlukan agar proses dari kebun hingga pengolahan gula berjalan optimal. Kepastian penyerapan hasil panen dan iklim usaha yang kondusif menjadi perhatian.
Ketua APTRI Kabupaten Madiun menyebut petani tebu punya peran strategis. “Momentum giling tebu tahun 2026 ini menjadi semangat bagi kami untuk bersama-sama mendukung program swasembada gula nasional. Petani tebu siap meningkatkan produktivitas dan kualitas tebu serta terus bersinergi dengan seluruh pihak,” ujarnya.
Menurut APTRI, keberhasilan swasembada tidak hanya soal produksi. Kesejahteraan petani dan tata kelola pergulaan yang baik turut menentukan. Dengan kepastian usaha, sektor tebu diharapkan memberi kontribusi bagi perekonomian daerah dan ketahanan pangan nasional.
APTRI Kabupaten Madiun berharap giling 2026 menjadi langkah nyata. Sinergi semua pihak diyakini mampu menaikkan produksi gula dalam negeri. Ketergantungan pada gula impor pun bisa ditekan.
Dukungan tersebut juga menyentuh aspek budidaya. Petani diarahkan menjaga kesehatan tanaman dan ketepatan waktu tebang. Pabrik gula diharapkan menyerap hasil panen sesuai kesepakatan. Dengan begitu, risiko penundaan giling dan penurunan rendemen bisa ditekan.
Pemerintah daerah dan pusat memiliki peran besar. Kebijakan yang berpihak pada petani, akses sarana produksi, serta perbaikan infrastruktur menjadi penopang. APTRI menilai iklim usaha yang sehat akan menjaga semangat petani tebu. APTRI meminta koordinasi lintas instansi berjalan sejak sebelum giling dimulai.
Ke depan, APTRI Kabupaten Madiun ingin swasembada gula tidak berhenti sebagai target. Produksi dalam negeri perlu tumbuh stabil. Kesejahteraan petani juga harus ikut terangkat. Jika semua pihak bergerak searah, target nasional itu dinilai lebih mungkin tercapai.
- Penulis: Ruang Mujiono

