Gresik, Ruang.co.id – Budiono, putra asli Desa Laban yang juga menjabat direktur perusahaan konstruksi, resmi memperoleh nomor urut 2 dalam Pemilihan Antar Waktu (PAW) Kepala Desa Laban, Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik, Minggu (8/3). Pria yang telah malang melintang di dunia bisnis ini memutuskan pulang kampung lantaran memiliki tanggung jawab moral untuk membangun desa kelahirannya dengan tata kelola profesional.
Budiono bukan wajah baru di dunia kepemimpinan. Sehari-hari ia dipercaya memimpin perusahaan bidang konstruksi, membiasakannya mengambil keputusan strategis, mengelola sumber daya manusia, serta membangun jaringan kerja sama. Pengalaman inilah yang ingin ia terapkan jika kelak terpilih menjadi kepala desa. “Saya anak asli Laban yang kebetulan diberi amanah mengelola perusahaan. Ilmu manajemen dan pengalaman memimpin di sana ingin saya sumbangkan untuk kemajuan desa. Laban punya potensi besar, tinggal bagaimana kita mengelolanya secara transparan dan terencana,” ujar Budiono saat ditemui usai pengundian nomor urut di Gresik, Minggu.
Meski selama ini beraktivitas di luar daerah dan berkeluarga dengan istri asal Banyuwangi, komitmen Budiono terhadap Desa Laban tak pernah pudar. Ia menilai, desa memerlukan pemimpin yang amanah dan memiliki visi jelas, bukan sekadar pendekatan seremonial. “Kita ingin tata kelola pemerintahan desa yang profesional, perencanaan yang matang, dan yang terpenting, pembangunan yang menyentuh kebutuhan warga. Bukan asal bangun, tapi tepat sasaran,” tegasnya.
Langkah konkret yang ia tawarkan adalah mendorong optimalisasi potensi ekonomi lokal dan penguatan sumber daya manusia di Desa Laban. Menurutnya, banyak anak muda desa yang punya semangat tinggi namun terkendala akses dan pembinaan. Dengan jaringan yang ia miliki selama di dunia usaha, Budiono berencana menghubungkan potensi warga dengan pihak-pihak yang dapat memberdayakan mereka.
Pelaksanaan PAW Kepala Desa Laban sendiri mengacu pada peraturan perundang-undangan tentang pemerintahan desa. Dua kandidat yang maju memberikan warna tersendiri bagi demokrasi di tingkat lokal. Panitia pemilihan mengimbau seluruh warga yang memiliki hak pilih untuk menggunakan hak suaranya dan mencermati rekam jejak serta gagasan masing-masing calon.
“Dengan dua kandidat, masyarakat punya pilihan. Saya harap warga tidak golput. Mari kita tentukan masa depan Laban bersama-sama, karena pembangunan desa bukan hanya tugas calon kepala desa, tapi tanggung jawab kita semua,” pungkas Budiono menegaskan komitmennya.

