Pembangunan Jembatan Candinegoro Sidoarjo Kejar Target 24 Jam
- account_circle Ruang Nurudin
- calendar_month 2 jam yang lalu
- print Cetak

Jembatan Candinegoro Sidoarjo dikebut 24 jam dengan struktur baja Wide Flange dan pengecoran abutment untuk target rampung 16 Desember 2026. (Ist)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Sidoarjo, Ruang.co.id – Pembangunan Jembatan Candinegoro di Kabupaten Sidoarjo, kini terpaksa dikerjakan maraton 24 jam. Langkah darurat diambil setelah capaian fisik proyek mengalami deviasi minus 9,94 persen.
Proyek infrastruktur senilai Rp1,46 miliar ini sangat menentukan denyut ekonomi warga. Akses penyeberangan sepanjang 16 meter dan lebar 4 meter tersebut, menjadi urat nadi mobilitas harian antarwilayah.
Keterlambatan progres terungkap, saat Pelaksana Tugas Bupati Sidoarjo, Subandi, menggelar inspeksi mendadak di lokasi pengerjaan. Memasuki minggu ke-11, capaian fisik terbukti tertinggal dari target perencanaan.
Subandi menegaskan Pejabat Pembuat Komitmen dan konsultan pengawas, wajib memperketat pengawasan. Alasan teknis seperti tingginya debit air sungai, harusnya sudah diantisipasi sejak awal perencanaan.
“Saya minta PPK dan konsultan pengawas panggil kontraktor. Pengerjaan harus diselesaikan tepat waktu tanpa mengurangi kualitas bangunan,” ujar Subandi di lokasi sidak.
Menindaklanjuti teguran keras tersebut, pelaksana proyek menerapkan strategi catch-up plan. Pengerjaan fisik kini resmi dibagi menjadi dua shift kerja hingga menjelang subuh.
Jumlah tenaga kerja ditingkatkan menjadi 18 orang. Fokus percepatan diarahkan pada pemasangan struktur baja Wide Flange, pengerjaan diafragma, pengecoran dinding abutment, serta pier head.
Konsultan pengawas mengonfirmasi keterlambatan, dipicu keterlambatan fabrikasi material baja di pabrik. Kendala akses pengangkutan dan tingginya debit air sungai, turut memperlambat pengerjaan fondasi bawah.
Guna menjaga kualitas dan ketepatan waktu, regulasi jasa konstruksi wajib diterapkan ketat. Pemerintah daerah memegang kendali penuh, atas evaluasi kinerja penyedia jasa di lapangan.
Data Dinas Pekerjaan Umum dan Bina Marga (PU BMSDA) menunjukkan, pengecoran fondasi sisi utara telah rampung. Pelaksana optimistis seluruh tahapan struktur atas selesai sesuai jadwal penetapan.
Warga setempat berharap percepatan pengerjaan tidak mengabaikan mutu beton. Ketepatan waktu pengerjaan menjadi kunci agar aktivitas perdagangan dan sekolah kembali berjalan normal.
Pemkab Sidoarjo menegaskan tidak ada toleransi perpanjangan waktu tanpa alasan sah. Seluruh pemangku kepentingan berkomitmen menyelesaikan proyek ini paling lambat 16 Desember 2026.
Integrasi pengawasan lapangan dan komitmen kontraktor menjadi ujian transparansi publik. Keberhasilan proyek ini menentukan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap tata kelola pembangunan daerah.
Karya berita Ruang.co.id yang dilindungi oleh UU Hak Cipta dan Hak Karya Intelektual yang tidak bisa di copy paste atau di plagiarsi atau ditiru atau dijiplak atau di daur ulang.
- Penulis: Ruang Nurudin

