Muscab PKB Sidoarjo Anik Maslachah Tolak Maju Ketua dan Dorong Kader

Muscab PKB Sidoarjo
Anik Maslachah menolak maju di Muscab PKB Sidoarjo dan dorong kader internal pimpin partai di kabupaten Sidoarjo. (Ist)
Ruang Nurudin
Ruang Nurudin
Print PDF

Sidoarjo, Ruang.co.id – Wakil Katua DPW PKB Jawa Timur yang juga Tim 7 Pemetaan dan Penjaringan Ketua DPC PKB se- Jatim, Anik Maslachah, menegaskan penolakannya maju sebagai calon Ketua DPC PKB Sidoarjo.

Ia menyatakan, regenerasi kader harus berjalan, dengan menilai banyak kader kompeten yang layak memimpin, terutama untuk kepentingan internal partai dan konsolidasi organisasi, di Sidoarjo. Itu dikatakannya menjelang Muscab yang akan berlangsung pada 4 April 2026.

Legislator Jawa Timur dari PKB itu menyebut, keputusan tersebut bukan tanpa alasan. Ia memilih memberi ruang kepada kader lain, agar proses regenerasi berjalan sehat dan berkelanjutan di tubuh partai. “Saya tidak nyalon, sudah banyak kader yang berkompeten di Sidoarjo,” ujar Anik singkat kepada wartawan, Senin (30/3/2026).

Ia juga menegaskan bahwa, kepemimpinan bukan soal figur tunggal. Menurutnya, tidak ada jaminan satu nama, akan membawa partai lebih kuat dibanding kader lain yang juga memiliki kapasitas. “Ndak ada jaminan juga kalau saya yang megang pasti lebih survive,” tandasnya.

Muscab DPC PKB se- Jawa Timur sendiri digelar bertahap, mulai 28 Maret sampai 5 April 2026. Khusus Kabupaten Sidoarjo dijadwalkan pada Sabtu 4 April 2026 yang rencananya berlangsung di Fave hotel Sidoarjo, dengan mekanisme seleksi yang melibatkan pemetaan internal.

DPW PKB telah membentuk Tim 7 untuk menjaring kandidat potensial. Hasil penjaringan itu kemudian diserahkan ke DPP sebagai bahan penentuan akhir sebelum pelaksanaan Muscab di masing-masing daerah kabupaten/ kota.

Untuk Sidoarjo, sejumlah nama mulai mencuat sebagai kandidat, di antaranya Abdillah Nasih, Usman, dan Rizza Ali Faizin. Ketiganya dinilai memiliki rekam jejak serta basis dukungan di internal partai.

Ketua DPC PKB Sidoarjo, Abdillah Nasih, menegaskan bahwa proses seleksi akan dilakukan secara ketat melalui uji kelayakan. “Penilaian mencakup loyalitas, integritas, dan rekam jejak,” ujarnya kepada Ruang.co.id jelang Hari Raya Idul Fitri 1447 H.

Baca Juga  OTT Keras Ratusan Juta di Sidoarjo: Dugaan Jual Beli Jabatan Perangkat Desa Terbongkar!

Momentum Muscab ini dinilai tim penjaringan, bukan cuma pergantian kepemimpinan, tetapi juga arah konsolidasi dan penguatan struktur PKB di tingkat daerah menjelang dinamika politik ke depan.