Sidoarjo, Ruang.co.id – Pelantikan 198 pengurus PAC PDI Perjuangan Kabupaten Sidoarjo masa bakti 2026–2031, di Hall sebuah hotel Sidoarjo, Senin (18/5/2026) malam, berlangsung dengan nuansa berbeda.
Tidak Cuma sebatas seremoni politik, kegiatan tersebut diwarnai simbolisasi aspirasi rakyat, melalui titik keberangkatan dari sejumlah lokasi yang merepresentasikan persoalan publik, seperti banjir, pengangguran, kemacetan hingga penyusutan lahan pertanian.
Dari 198 pengurus yang dilantik, sebanyak 83 orang merupakan kader perempuan atau sekitar 42 persen, sedangkan 75 lainnya berasal dari generasi muda berusia di bawah 35 tahun. Pelantikan itu juga diikuti 18 PAC dari seluruh kecamatan di Kabupaten Sidoarjo.
Beberapa titik simbolik dipilih sebagai lokasi keberangkatan kader. PAC Tanggulangin memulai perjalanan dari Desa Kedungbanteng, yang dikenal sebagai kawasan rawan banjir tahunan.
PAC Gedangan berangkat dari Perempatan Gedangan yang menjadi simpul kemacetan. Sementara PAC Tarik, Krian, dan Balongbendo mengambil titik di area persawahan sebagai simbol penyusutan lahan pertanian.
Ketua DPC PDI Perjuangan Sidoarjo Hari Yulianto menyebut simbolisasi itu sebagai kritik konstruktif terhadap persoalan yang dihadapi masyarakat.
“Pelantikan ini bukan sekadar seremoni partai, tetapi pengingat bahwa kader PDI Perjuangan harus hadir di tengah masalah masyarakat dan ikut mencari jalan keluarnya,” ujar Hari Yulianto.
Menurutnya, persoalan banjir, pangan, kemacetan dan ketenagakerjaan, harus menjadi fokus perjuangan politik kader partai ke depan.
Politisi PDIP Sidoarjo sekaligus Wakil Ketua Komisi B DPRD Sidoarjo, Kusumo Adi Nugroho menegaskan bahwa, politik harus hadir langsung di tengah persoalan rakyat.
“Kami ingin politik hadir dari titik persoalan rakyat, bukan hanya dari ruang rapat. Karena banjir, pengangguran, dan kemacetan adalah kenyataan yang setiap hari dirasakan masyarakat Sidoarjo,” kata Kusumo.
Ia menilai masuknya kader muda dan perempuan, menjadi energi baru bagi partai dalam menghadapi dinamika politik ke depan.
“Masuknya kader muda dan perempuan dalam jumlah besar, menjadi energi baru bagi PDI Perjuangan untuk bergerak lebih dekat, lebih cepat, dan lebih peka terhadap kebutuhan rakyat,” ujarnya.
Kusumo juga menegaskan, pelantikan tersebut memiliki pesan sosial yang kuat. “Pelantikan ini bukan sekadar pengukuhan struktur partai, tetapi simbol bahwa perjuangan politik harus berpijak pada persoalan nyata masyarakat, mulai dari pangan hingga lapangan pekerjaan,” tegasnya.
Tak lupa Kusumo juga mengucapkan terima kasih dan penghargaan sebesar besarnya, kepada para pengurus PAC terdahulu, yang telah berjuang bersama masyarakat dalam bergerak menebarkan kebaikan untuk masyarakat, serta ucapan selamat datang pada gen Z
Sementara itu, kader muda PDIP Sidoarjo sekaligus anggota DPRD Sidoarjo, Prabata Ferdian mengatakan, generasi muda harus mulai aktif belajar politik dan tidak memandang politik sebagai sesuatu yang menakutkan.
“Saya pengen anak-anak muda itu bisa terpanggil bahwa menjadi politisi atau berpolitik itu gak harus orang yang sudah umur tua. Anak muda juga bisa menjadi penyeimbang dan pemberi contoh yang baik bagi masyarakat,” katanya lagi.
Politikus berusia 27 tahun itu juga menegaskan, pentingnya literasi politik di kalangan generasi muda. “Kita harus melek politik, karena di negeri ini kalau kita diam dan mengkritik tanpa tahu jalurnya politik, itu enggak bisa memberi perubahan,” ujar Prabata.
Ia berharap, kehadiran generasi muda mampu memperluas basis suara partai di Sidoarjo. “Sekarang PDI Perjuangan punya sembilan kursi, dan target ke depan menjadi sebelas kursi,” katanya.
Di sisi lain, Wakil Ketua Bidang Ekonomi Kreatif dan Digital DPC PDIP Sidoarjo, Ria Aulin Savitasari menjelaskan, pihaknya tengah menyiapkan program Media Pintar Perjuangan (MPP) untuk membina pelaku UMKM dan ekonomi kreatif, khususnya perempuan dan anak muda.
“Di MPP nanti produk-produk UMKM akan dibina mulai dari pengemasan, pemasaran sampai digitalisasi penjualan melalui aplikasi,” ujar Ria.
Ia juga menegaskan, keterwakilan perempuan menjadi perhatian serius dalam struktur partai. “Setiap pengurus mulai DPP, DPD, DPC hingga PAC ada keterwakilan perempuan minimal 30 persen,” katanya.
Selain pelantikan, kegiatan tersebut juga diwarnai penyerahan bibit tanaman sukun kepada seluruh PAC, sebagai simbol penguatan pangan alternatif, di tengah tantangan kebutuhan pangan masyarakat.

