Prediksi Krisis Air Sidoarjo di 2028, Perumda Delta Tirta Siapkan Antisipasi Kencangkan Produksi

Krisis Air 2028
Direktur Delta Tirta Sidoarjo Dwi Hary Soeryadi siapkan roadmap 2042 demi cegah krisis air 2028 & kejar cakupan layanan 100 persen. Foto: Nurudin
Ruang Nurudin
Ruang Nurudin
Print PDF

Sidoarjo, Ruang.co.id – Perumda Delta Tirta Sidoarjo bergerak cepat memacu pembangunan infrastruktur, demi membentengi masyarakat dari ancaman krisis air bersih, yang diprediksi bakal menghantam Kota Delta pada ambang tahun 2028 mendatang.

Langkah berani ini ditegaskan Direktur Utama Perumda Delta Tirta Sidoarjo, Ir. Dwi Hary Soeryadi, M.MT, dalam momentum Media Gathering di Hotel Luminor Sidoarjo, Sabtu (31/1/2026).

Terkait produktivitas air bersih, Dwi mengungkapkan bahwa disparitas atau kesenjangan layanan air bersih antara Sidoarjo dengan Surabaya masih sangat lebar, sehingga diperlukan transformasi radikal melalui roadmap (peta jalan) menuju cakupan layanan 100 persen pada tahun 2042.

“Dua tahun ke depan kita pasti krisis air kalau kita belum melakukan apa-apa tahun ini,” tegas Dwi Hary Soeryadi terhadap puluhan awak media Pers.

Menurutnya, pertumbuhan penduduk yang pesat di Sidoarjo sebagai kota satelit tidak sebanding dengan ketersediaan IPA (Instalasi Pengolahan Air). Jika suplai air tidak segera ditambah, ketidakseimbangan antara kebutuhan dan ketersediaan akan menjadi bom waktu bagi warga Sidoarjo.

Sejauh ini, manajemen Delta Tirta telah berhasil meningkatkan laba perusahaan secara signifikan dari Rp15 miliar di tahun 2021 menjadi Rp46 miliar pada 2024.

Keberhasilan ini menjadi fondasi kuat untuk mengejar target cakupan layanan yang saat ini masih bertengger di angka 30 persen, tertinggal jauh dari Surabaya yang sudah mencapai 99,9 persen.

Dwi juga menyinggung program Inpres Percepatan Penyediaan Air Minum (IPPT) senilai Rp16,5 miliar dari Bupati Sidoarjo. Program ini akan menyasar 1.500 Sambungan Rumah (SR) secara gratis di wilayah Porong, Gedangan, Taman, dan Waru.

“Mimpi kami adalah mencapai 100 persen cakupan layanan. Kita harus kejar itu agar Sidoarjo setara dengan tetangga kita,” pungkas Dwi.

Baca Juga  Tiada Duanya, Budayawan Sidoarjo Geruduk DPRD dan Pendopo, Tuntut Kebijakan Adil

Strategi transparansi dan penerapan Good Corporate Governance (tata kelola perusahaan yang baik), menjadi kunci Delta Tirta tetap meraih untung di tengah tantangan berat biaya operasional.

Dukungan media massa dianggapnya penting sebagai pilar utama dalam menyukseskan visi besar ini, demi menjamin setiap tetes air sampai ke rumah rakyat tanpa dusta.