Breaking News
light_mode
Kamis, 8 Oktober 2026
Beranda » Politik » Subandi Menggoyang PKB Sidoarjo, Gelombang Penolakan Bermunculan

Subandi Menggoyang PKB Sidoarjo, Gelombang Penolakan Bermunculan

  • account_circle Ruang Nurudin
  • calendar_month Jumat, 20 Mar 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sidoarjo, Ruang.co.id — Abdillah Nasik, Ketua DPRD Sidoarjo, yang juga Ketua PKB Sidoarjo, merespons langkah Subandi yang berupaya kembali ke DPC PKB Sidoarjo, melalui pendekatan politik dan komunikasi dengan tokoh partai dan sejumlah kyai, dalam dinamika internal menjelang Muscab, di Sidoarjo, Maret 2026.

Langkah politik Subandi kembali mencuat, setelah dia melakukan serangkaian komunikasi intensif dengan sejumlah tokoh partai dan kalangan kiai.

Aktivitas itu berlangsung dalam beberapa pekan terakhir, beririsan dengan momentum Ramadan, yang kerap dimanfaatkan sebagai ruang silaturahmi politik, atau political outreach (pendekatan politik berbasis relasi sosial).

Gerilya politik tersebut tidak berjalan tanpa respons. Sejumlah kader dan pengurus PKB di tingkat cabang, hingga anak cabang mulai menyatakan sikap terbuka.

Mereka membangun konsolidasi internal, sebagai bentuk respons terhadap manuver yang dinilainya berpotensi mengganggu stabilitas organisasi.

Abdillah Nasik, yang akrab disapa Cak Nasik, menyebut dinamika tersebut sebagai bagian dari ekspresi politik yang sah, namun tidak menentukan arah keputusan partai.

“Itu hanya bunyi-bunyian atau cek sound. Semua orang punya hak. Jadi upaya dukung-mendukung tidak ada pengaruhnya, karena di Muscab nanti bukan pemilihan langsung,” ujarnya kepada Ruang.co.id pada Jumat (20/3/2026).

Ia menegaskan bahwa mekanisme Musyawarah Cabang (Muscab) PKB tidak menggunakan sistem pemilihan terbuka. Penentuan kepemimpinan, dilakukan melalui penunjukan oleh Dewan Pimpinan Pusat (DPP), setelah melalui tahapan fit and proper test atau uji kelayakan dan kepatutan, yang menilai integritas, loyalitas, serta rekam jejak kader.

“DPP dan DPW sangat jeli melihat kader terbaik. Loyalitas, integritas, dan rekam jejak akan dicermati dalam tahapan itu,” kata Nasik.

Dalam konteks internal, status Subandi menjadi sorotan. Nasik menyatakan bahwa pasca Pilkada sebelumnya, posisi Subandi tidak lagi tercatat sebagai kader aktif. “Sudah jelas, pasca Pilkada dulu bukan kader, bukan siapa-siapa di PKB,” ujarnya lagi.

Baca Juga  Gus Hans Siap Hadapi Debat Pilgub Jatim 2024 Tanpa Beban

Di sisi lain, muncul pernyataan dari Forum Silaturahmi (Forsil) Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Sidoarjo, yang menyebut adanya aspirasi dari tingkat bawah.

Mereka menyampaikan bahwa, komunikasi yang terjadi selama ini merupakan silaturahmi biasa, bukan deklarasi dukungan politik formal.

Seorang perwakilan Forsil menyatakan, “Tidak ada dukung-mendukung calon. Yang ada aspirasi kader di tingkat kecamatan agar Subandi kembali memimpin PKB Sidoarjo,” ujarnya.

Namun, klaim tersebut segera mendapat bantahan dari sejumlah struktur partai lainnya. Pengurus Anak Cabang (PAC) PKB dan organisasi sayap Perempuan Bangsa menegaskan bahwa, informasi mengenai dukungan kiai bersifat tidak akurat atau hoaks.

Mereka menyampaikan bahwa, struktur partai tetap mengikuti garis komando DPP, dan tidak terlibat dalam deklarasi dukungan individu.

Sikap itu juga disertai imbauan, agar tidak membawa nama organisasi keagamaan, dalam kepentingan politik praktis yang belum terverifikasi.

Penolakan lebih keras datang dari Dewan Pimpinan Anak Cabang (DPAC) PKB Balongbendo. Ketua DPAC, Sony Widato, secara terbuka menolak kemungkinan kembalinya Subandi ke posisi strategis di partai.

“Tidak ada satupun pengurus DPAC yang mengusulkan. Kami tidak mengharapkan pengkhianat partai kembali memimpin,” katanya.

Sementara itu, sejumlah pengurus di tingkat PAC dan PB Sidoarjo, juga menyuarakan penolakan dengan alasan menjaga disiplin organisasi. Mereka menilai bahwa konsistensi kader menjadi elemen utama dalam sistem kaderisasi partai.

“Kami ingin pemimpin yang lahir dari proses perjuangan bersama, bukan yang datang dan pergi demi kepentingan tertentu,” ujar Abah Usman, politisi kawakan PKB Sidoarjo, kepada wartawan.

Tidak dipungkiri, Subandi pernah menorehkan luka terhadap pengurus, politisi dan kader PKB Sidoarjo, ketika hengkang dari PKB, sejak Pilkada 2024. Luka akibat aksinya itu, hingga kini masih terngiang dan membuat trauma internal PKB Sidoarjo.

Baca Juga  Megawati Turun Gunung: Kader PDIP Didorong Menangkan Risma - Gus Hans di Pilkada Jatim 2024

Keputusan Subandi meninggalkan PKB Sidoarjo, pada momentum krusial Pilkada Sidoarjo 2024, menjadi titik awal retaknya hubungan dengan internal partai.

Saat itu, ia masih menjabat Ketua DPC PKB Sidoarjo, namun mundur mendadak di detik akhir pendaftaran calon, ketika proses penjaringan belum final, dan skema pasangan dari DPP masih disiapkan.

Langkah tersebut berlanjut dengan keputusan maju melalui koalisi partai lain seperti Golkar, Gerindra, dan Demokrat.

Dalam praktik politik, tindakan ini dikenal oleh politisi PKB, sebagai party switching, atau perpindahan kendaraan politik, yang kerap dipersepsikan sebagai pelanggaran loyalitas kader.

Konsekuensinya, PKB menjatuhkan sanksi tegas berupa penonaktifan hingga pemberhentian dari keanggotaan. Keputusan organisasi itu mencerminkan penilaian bahwa, langkah Subandi tidak sejalan dengan disiplin dan garis kebijakan partai.

Di tingkat kader, peristiwa ini memunculkan persepsi pengkhianatan politik. Subandi dinilai meninggalkan partai yang telah membesarkannya justru pada momentum penentuan kekuasaan. Dalam kultur partai kader, loyalitas tidak hanya administratif, tetapi juga ideologis dan struktural.

Dampaknya masih terasa hingga kini. Sejumlah kader mempertanyakan loyalitasnya, dan menolak kemungkinan kembalinya ke struktur partai. Peristiwa ini membentuk luka politik kolektif, yang terus membayangi dinamika internal PKB Sidoarjo.

Hingga laporan ini disusun, Subandi belum memberikan pernyataan resmi terkait gelombang penolakan yang berkembang.

Situasi internal PKB Sidoarjo masih bergerak dinamis makin memanas menjelang Muscab, dengan DPC dikabarkan akan menggelar rapat pleno untuk merespons perkembangan tersebut.

  • Penulis: Ruang Nurudin

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jelang Persebaya vs Borneo FC

    Persebaya Surabaya vs Borneo FC: Pertarungan Dua Tim Tangguh di Pekan ke-16 BRI Liga 1 2024/25

    • calendar_month Jumat, 20 Des 2024
    • account_circle Ruang Wawan
    • 0Komentar

    Surabaya, Ruang.co.id – Persebaya Surabaya kembali menunjukkan dominasi sebagai salah satu tim tersubur di kandang pada BRI Liga 1 2024/25. Hingga pekan ke-15, Bajul Ijo telah mencetak 15 gol di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), atau 75% dari total 20 gol mereka musim ini. Rekor impresif ini turut mengokohkan posisi Persebaya di puncak klasemen dengan […]

  • YLBHI pelarangan Jemaat Ahmadiyah pelanggaran HAM

    YLBHI: Pelarangan Jalsah Salanah Jemaat Ahmadiyah Langgar HAM dan Toleransi

    • calendar_month Kamis, 5 Des 2024
    • account_circle Ruang redaksi
    • 0Komentar

    Surabaya, Ruang.co,id – Tindakan FORKOPIMDA Kabupaten Kuningan yang melarang pertemuan tahunan Jalsah Salanah Jemaat Ahmadiyah menuai kecaman dari berbagai organisasi, seperti Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI), Forum Masyarakat untuk Toleransi (FORMASSI) Jawa Barat, Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Bandung, dan Jaringan Kerja Antar Umat Beragama (JAKATARUB). Larangan tersebut bahkan disertai ancaman pembongkaran venue serta sweeping […]

  • vonis korupsi pengerukan Tanjung Perak

    Hakim Akui Tak Ada Keuntungan Pribadi, Enam Terdakwa Pengerukan Tanjung Perak Tetap Divonis 4 Tahun

    • calendar_month Jumat, 14 Agt 2026
    • account_circle Mascim
    • 0Komentar

    Ruang.co.id – Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Surabaya menjatuhkan hukuman empat tahun penjara kepada enam terdakwa perkara dugaan korupsi proyek pengerukan Kolam Pelabuhan Tanjung Perak Tahun 2023–2024. Vonis dibacakan dalam sidang yang digelar Jumat (14/8/2026). Mereka yang duduk di kursi pesakitan adalah Ardhy Wahyu Basuki, Dwi Wahyu Setyawan, Made Yuni Christina, Erna Hayu Handayani, Hendiek Eko […]

  • Lirik With the IE Jennie BLACKPINK

    Dive Deep ke Makna ‘With the IE (Way Up)’ JENNIE BLACKPINK: Lirik Lengkap, Terjemahan Brutal, & Pesan Tersembunyi yang Bikin BLINKs Terkesima!

    • calendar_month Rabu, 16 Apr 2025
    • account_circle Ruang Ilham
    • 0Komentar

    Ruang.co.id – Sejak dirilis 7 Maret 2025, album RUBY Jennie BLACKPINK langsung memecahkan rekor streaming. Salah satu lagu paling viral, “With the IE (Way Up)”, bukan sekadar track bertenaga—ia adalah manifesto kepercayaan diri Jennie yang dibalut metafora tajam. Berikut lirik lengkap, terjemahan tanpa filter, dan tafsir makna yang mungkin luput dari pendengar pertama kali. Tafsir […]

  • Jadwal Kapal PELNI Surabaya-Pontianak April 2025

    Jadwal Kapal PELNI Surabaya-Pontianak April 2025 Tiket Murah, Fasilitas Lengkap, dan Tips Booking Anti Ribet!

    • calendar_month Rabu, 9 Apr 2025
    • account_circle Mascim
    • 0Komentar

    Ruang.co.id – Bagi traveler yang ingin menjelajahi Kalimantan Barat dari Jawa Timur, kapal PELNI rute Surabaya-Pontianak menjadi solusi transportasi laut yang ekonomis dan menyenangkan. Tidak hanya menawarkan harga tiket yang ramah di kantong, perjalanan ini juga memberikan pengalaman berlayar santai sambil menikmati pemandangan laut lepas. Dengan dua jadwal keberangkatan pada April 2025, KM Bukit Raya […]

  • Kejurda Tarung Bebas Piala Wali Kota Surabaya

    310 Peserta Meriahkan HJKS ke-731 Kejurda Tarung Bebas Piala Wali Kota Surabaya

    • calendar_month Sabtu, 18 Mei 2024
    • account_circle Ruang redaksi
    • 0Komentar

    Ruang.co.id – Kejuaraan Daerah (Kejurda) Tarung Bebas Indonesia yang memperebutkan Piala Wali Kota Surabaya digelar di Gelora Pancasila Surabaya, Sabtu (18/5/2024). Event yang akan berlangsung hingga besok (19/5/2024) itu digelar dalam rangka memeriahkan Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) ke-731. Ketua Panitia Kejurda Tarung Bebas Indonesia Piala Wali Kota Surabaya, Kurniawan, mengatakan event ini diikuti oleh […]

expand_less