Emil Dardak Berhadapan Dengan Wisnu Wardhana di Musda DPD Partai Demokrat
- account_circle Ruang Gentur
- calendar_month 10 jam yang lalu
- print Cetak

Suasana pengembalian formulir calon ketua DPD Demokrat Jatim oleh Emil Dardak di Surabaya. (Gentur)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Ruang.co.id – Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak yang juga ketua DPD Partai Demokrat Jawa Timur akan menghadapi Mantan ketua DPRD Surabaya periode 2009-2011 dan mantan ketua DPC Partai Demokrat Surabaya, Wisnu Wardhana (WW) dalam Musyawarah Daerah DPD Partai Demokrat 29 Agustus 2026 nanti.
Kepastian Emil dan WW sebagai kandidat calon ketua DPD Partai Demokrat ini terjadi setelah keduanya mengembalikan formulir pendaftaran calon ketua pada Kamis, (20/8), di gedung DPD Partai Demokrat Jawa Timur.
Meski kedatangan dua kandidat tersebut berbeda, namun berkas kelengkapan yang diberikan pada steering committee (SC) dinyatakan lengkap dan sah.
Diketahui, WW mengambil formulir pendaftaran hari Sabtu tanggal 15 Agustus 2026. Sedangkan Emil mengambil formulir hari Minggu tanggal 16 Agustus 2026. Kemudian WW mengembalikan formulir Kamis, 20 Agustus 2026 pukul 14.00 siang. Sedangkan Emil mengembalikan formulir di hari yang sama namun jamnya berbeda yakni pukul 19.00 WIB.
Usai penyerahan berkas, Emil yang merupakan calon incumbent mengatakan terima kasih kepada panitia yang menjalankan Musda sesuai peraturan tahapan-tahapan yang berlaku dan mengikuti instruksi dari DPP Partai Demokrat secara intensif.
“Secara pribadi saya dengan kerendahan hati merasa terhormat karena dipercaya maju menjadi kandidat lagi setelah melakukan pembahasan-pembahasan dengan DPC-DPC untuk menyongsong Partai Demokrat ke depan. Sehingga memantapkan kami untuk kembali maju mencalonkan diri sebagai calon ketua DPD dalam Musda ketujuh Partai Demokrat,” ujar Emil.
Emil mengatakan, dalam pencalonannya ini, dirinya mendapatkan dukungan dari sejumlah Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat di Jawa Timur. Dukungan tersebut diberikan karena adanya kesamaan visi dan misi dalam mengelola partai.
Emil juga mengakui dirinya bersama sejumlah DPC pendukung memiliki harapan untuk melakukan perbaikan di tubuh Partai Demokrat Jawa Timur. Karena itu, Emil mengatakan siap menerima masukan dari para kader dan senior partai. Masukan tersebut akan menjadi bahan evaluasi terhadap kepemimpinannya selama periode sebelumnya.
“Bukan hanya ke teman-teman DPC, tapi juga kepada segenap senior-senior partai yang tidak menjadi Ketua DPC, tetapi masukan mereka sangat berharga untuk kami melakukan refleksi terhadap kepemimpinan selama periode terakhir ini dan juga dari DPP tentunya,” tuturnya.
Selain pembenahan internal partai, Emil ingin kader Demokrat tetap aktif membantu masyarakat. Sehingga, kader partai dapat menjadi penghubung masyarakat dengan berbagai program pemerintah. Terutama bagi warga yang mengalami kesulitan mengakses layanan publik.
“Ada yang kesulitan dengan pengobatan, kader-kader kita turun menjembatani. Karena sudah banyak program pemerintah tapi kadang masyarakat bingung mengakses. Itulah fungsi kader-kader partai,” tukasnya.
Saat ditanya mengenai peluangnya memenangkan pertarungan di Musda ini, dengan diplomatis Emil menjawab bahwa ia tetap mengikuti tahapan-tahapan dalam Musda ini terlebih dahulu.
“Musda ini kami ikuti dulu, enggak boleh mendahului,” pungkas Emil diplomatis.
Kedatangan Emil saat mengembalikan formulir tersebut didampingi beberapa DPC pendukungnya, seperti DPC Partai Demokrat Surabaya, Probolinggo, Mojokerto dan DPC-DPC Partai Demokrat lainnya.
Sementara itu pada siang sebelumnya, Wisnu Wardhana (WW) juga mengembalikan formulir pendaftaran calon ketua DPD Partai Demokrat. Kedatangannya didampingi para kader partai dan para tokoh senior Partai Demokrat.
Menurut WW, keputusannya maju sebagai calon Ketua DPD Partai Demokrat Jatim dilandasi keinginan untuk mengembalikan kejayaan partai seperti yang pernah dicapai pada Pemilu 2009. Ia mengaku memiliki perjalanan panjang bersama Partai Demokrat sejak era perjuangan menuju Pemilu Presiden 2004.
“Saya sebagai kader Demokrat dari zaman perjuangan Pak SBY sebagai calon presiden 2004. Saya pernah ditunjuk langsung oleh Pak SBY sebagai Ketua Media Demokrat Sejati Jawa Timur bersama Ibu Murdaya Poo untuk memenangkan suara Pak SBY,” kata Wisnu.
Menurutnya, kondisi Partai Demokrat saat ini membutuhkan semangat kebersamaan untuk kembali memperkuat mesin organisasi hingga tingkat daerah. Ia menyoroti penurunan perolehan kursi Demokrat di sejumlah daerah pada Pemilu 2024 dibandingkan capaian pada Pemilu 2009.
“Motivasi saya sekarang ingin mengembalikan kejayaan Partai Demokrat seperti Pemilu 2009. Saat itu DPRD Provinsi Jawa Timur memiliki 22 kursi dan DPC Surabaya 16 kursi. Banyak kursi Demokrat turun pada Pemilu 2024. Saya merasa terpanggil untuk membawa kembali kejayaan Demokrat,” tuturnya.
- Penulis: Ruang Gentur

