Sidoarjo, Ruang.co.id – DPC Partai Demokrat Kabupaten Sidoarjo resmi menggelar Rapat Kerja Cabang (Rakercab) di kawasan Sidodadi, Candi, Rabu (14/01/2026), guna mematangkan strategi evaluasi tahunan, sekaligus memperkuat barisan mesin politik menuju kemenangan mutlak pada Pemilihan Umum (Pemilu) 2029 mendatang.
Langkah taktis ini menjadi sinyal kuat kebangkitan partai berlambang bintang mercy di Kota Delta. Mengusung semangat “Demokrat Reborn“, partai ini memposisikan diri sebagai kuda hitam (peserta yang awalnya tidak diperhitungkan namun berpotensi memenangkan kompetisi), yang mengedepankan integritas dan loyalitas terhadap kepentingan rakyat di atas kepentingan golongan.
Ketua DPC Partai Demokrat Sidoarjo, Zahlul Yussar, S.I.Kom., menegaskan bahwa momentum ini adalah titik balik untuk menyatukan visi seluruh kader dari tingkat kabupaten hingga akar rumput.
“Rakercab ini bertujuan mensolidkan kembali seluruh kader serta mengevaluasi program kerja yang berjalan demi menghadapi tahun 2029,” ujar Zahlul Yussar dengan penuh optimisme.
Zahlul, yang juga menjabat sebagai Sekretaris Komisi D DPRD (Dewan Perwakilan Rakyat Daerah) Sidoarjo, menekankan bahwa stabilitas politik adalah kunci utama pembangunan daerah. Ia berkomitmen membawa partai ini kembali ke masa kejayaan seperti periode 2009-2014 silam yang sukses mengamankan 11 kursi legislatif.
“Kami ingin menghadirkan fenomena Demokrat Reborn. Bersama Partai Demokrat, Indonesia hebat, Sidoarjo luar biasa!” tegas politisi muda tersebut.
Keteguhan sikap Demokrat Sidoarjo teruji, saat menjadi satu-satunya partai koalisi yang konsisten mendukung kebijakan Pemerintah Kabupaten Sidoarjo di tengah guncangan politik awal 2025. Di saat partai lain menarik dukungan, Demokrat justru berdiri pasang badan demi menjaga kelancaran pelayanan publik.
“Rakyat Sidoarjo membutuhkan kestabilan politik agar pembangunan lancar. Ada waktunya pesta politik, namun setelah itu, pemerintah harus konsentrasi menyejahterakan rakyat,” pungkas Zahlul.
Acara ini turut dihadiri Kepala Badan Kesbangpol (Kesatuan Bangsa dan Politik) Sidoarjo, Fredrik Suharto, serta Ketua KPU (Komisi Pemilihan Umum) Sidoarjo, Fauzan Adhim, yang memberikan pemaparan mengenai peta jalan Pemilu 2029 sesuai regulasi UU Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum.
Perjalanan Partai Demokrat di Kabupaten Sidoarjo, merupakan cerminan dari dinamika politik nasional yang berkelindan dengan kekuatan ketokohan lokal. Parpol ini telah mewarnai panggung legislatif dan eksekutif di Sidoarjo, dengan memiliki basis massa yang sangat loyal.
Tahun 2009 menjadi masa “The Golden Era” bagi DPC Partai Demokrat Sidoarjo. Terimbas efek ekor jas (coattail effect) dari popularitas Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) secara nasional, Demokrat Sidoarjo berhasil mencatatkan sejarah dengan meraih 11 kursi di DPRD Kabupaten Sidoarjo.
Capaian ini menempatkan kader-kader Demokrat pada posisi strategis di parlemen daerah, dan menjadikan mereka salah satu kekuatan penentu kebijakan publik di Sidoarjo pada masa itu.
Memasuki Pemilu 2014 dan 2019, Partai Demokrat Sidoarjo menghadapi tantangan besar seiring dengan perubahan peta politik nasional.
Pada Pemilu 2024, Demokrat Sidoarjo menunjukkan taringnya kembali melalui strategi koalisi yang cerdas. Demokrat Sidoarjo berhasil mengamankan kembali kursinya di DPRD Sidoarjo, memperkuat posisi tawar dalam fraksi gabungan.
Demokrat menjadi salah satu partai pengusung utama, dalam koalisi yang memenangkan pasangan Subandi – Mimik Idayana sebagai Bupati dan Wakil Bupati Sidoarjo periode 2025–2030. Kemenangan ini membuktikan bahwa Demokrat memiliki insting politik yang tajam dalam memilih pemimpin yang diinginkan rakyat.
Sosok kepemimpinan Zahlul Yussar sebagai Ketua DPC, menandai era transformasi Demokrat Sidoarjo menuju partai yang lebih modern, inklusif, dan ramah milenial. Di bawah arahannya, Demokrat Sidoarjo dikenal sebagai parpol yang Mandiri & Berintegritas, berani mengambil sikap politik berbeda demi kestabilan daerah, seperti saat tetap mendukung penuh eksekutif demi kelancaran pembangunan di awal tahun 2025.
Melalui Rakercab Januari 2026, partai ini mencanangkan roadmap “Demokrat Reborn” untuk mengembalikan kejayaan 11 kursi dan memperkuat posisi sebagai “Kuda Hitam“, yang patut diwaspadai dalam kontestasi politik mendatang.
Perjalanan ini menunjukkan bahwa meski sempat mengalami penurunan jumlah kursi, Partai Demokrat Sidoarjo memiliki kemampuan resilience (daya lentur) yang tinggi. Konsistensi dalam menjaga integritas dan keberanian mendukung pembangunan daerah menjadi modal utama mereka untuk merebut kembali hati masyarakat Sidoarjo di masa depan.

