Breaking News
light_mode
Rabu, 28 Oktober 2026
Beranda » Hukrim » Kontroversi SHGB Laut, Kebijakan yang Mengancam Ekosistem dan Legalitas

Kontroversi SHGB Laut, Kebijakan yang Mengancam Ekosistem dan Legalitas

  • account_circle Ruang Nurudin
  • calendar_month Selasa, 21 Jan 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Surabaya, Ruang.co.id – Fenomena terbongkarnya Pagar Laut dengan diterbitkannya SHGB (Surat Hak Guna Bangunan) Laut, kini marak diperbincangkan banyak kalangan dan menjadi kontroversi.

Bukan hanya terkuaknya kontroversi Pagar Laut dengan SHGB yang belakangan diketahui atas nama Aguan bos properti kenamaan, di perairan Tangerang, Banten, Di perairan Surabaya juga terkuak tentang SHGB sekitar 625 hektar perairan di Timur Pamurbaya.

Achmad Shodiq, SH., MH., M.Kn., Advokat Jawa Timur ang juga pendiri Palenggahan Hukum Nusantara dan pendiri Persaudaraan Pengacara Jawa Timur (PPJT) mengatakan, kontroversi soal SHGB Laut itu terjadi lantaran tidak singkronnya pemahaman di elit pemerintah pusat antara Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) yang berbeda pandangan dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dan Kementerian Pertahanan.

“Antara Menteri ATR/BPN Dengan Menteri KKP dan Menteri Pertahanan terjadi beda pandangan soal terbitnya SHGB Pagar Laut itu. Apa tidak ada saling koordinasinya kok isa keluar SHGB?,” tukas Achmad Shodiq, saat ditemui di ruang kerjanya di kantor Advokat & Konsultan Hukum Shodiq and Partners, Selasa (21/1).

“Sedangkan produk SHGB Laut dari BPN selama ini kalau di anggap ilegal, kan wajib mendapat putusan dari Pengadilan Tata Usaha Negeri (PTUN) dahulu, masak bisa di putus secara politik? Kalau sampai bisa begitu, maka politik akan mengalahkan produk hukum,” tandasnya.

Shodiq, sapaan akrabnya, merasa heran dengan kebijakan pemerintah, bukan hanya soal Pagar Laut ber- SHGB di Tangerang, anehnya di Surabaya yang dinamakan Tanah Oloran di pesisir laut Kenjeran, di Medokan Ayu, di Tambak Oso, dan sekitarnya, yang telah memiliki legalitas tanah tambak di pesisir pantai jelas – jelas tidak diizinkan untuk pengurusan Sertipikatnya dengan alasan karena masuk dalam ruang konservasi, tapi mengapa di lautan malahan dapat diterbitkan.

Baca Juga  Belajar dari Kasus Lampu Hias Probolinggo, Mengapa Uang Rakyat Rentan Terkait Anggaran Proyek Tanpa Perencanaan?

“Surabaya ini aneh, tanah Tambak milik klien saya yang sudah mempunyai legalitas tidak diijinkan untuk diurus sertifikat karena masuk dalam ruang konservasi. Tapi lautan malah di terbitkan SHGB Laut? sekalipun alasan maksudnya sebagai pagar banjir,” keluhnya.

Dengan dapat diterbitkannya SHGB Laut, khawatir Shodik, nantinya bisa saja disalahgunakan pelan – pelan akan dijadikan proyek perumahan warga.

“Jadi, kalau ada pihak – pihak yang memiliki SHGB Laut, data – datanya akan kami pelajari peruntuka dan kepentingannya seperti apa? Kalau untuk kepentingan pebisnis tertentu, saya siap menggugatnya!, ” tandas Shodiq.

“Di laut Tangerang sudah ada contohnya, ujung – ujungnya terbongkar muncul SHGB atas nama milik pengusaha properti kakap. Meskipun wilayah laut dapat dijadikan Hak Penggunaan Pemanfaatan (HPL) atau Hak Pengusahaan Pelayanan (HPP) melalui SHGB,” imbuh tandasnya.

Meski perairan laut dapat di- SHGB- kan oleh BPN, lebih jauh Shodik menjelaskan, para pemangku kebijakan semestinya mengacu pada Undang-Undang No. 17 Tahun 2008 tentang Pelayaran (Pasal 28-30), Undang-Undang No. 1 Tahun 2014 tentang Perubahan atas UU No. 17 Tahun 2008 (Pasal 28-30), Peraturan Pemerintah No. 51 Tahun 2002 tentang Pencemaran Laut (Pasal 33), Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan No. 12 Tahun 2011 (Pasal 10-12).

Dalam perundang-undangan tersebut telah jelas disebutkan bahwa Pasal 28 UU No. 17/2008: Pemerintah dapat memberikan HPL/HPP atas wilayah laut, pada Pasal 29 UU No. 17/2008: HPL/HPP diberikan untuk kegiatan: Pelayanan pelabuhan, Pariwisata, Perikanan, Industri kelautan.

Sedangkan dalam Pasal 30 UU No. 17/2008: Pemberian HPL/HPP harus mempertimbangkan: Kebijakan nasional kelautan,Perlindungan lingkungan, Keseimbangan ekosistem termasuk konservasi alamnya.

Sedangkan yang tidak dimungkinkan untuk mengubah laut menjadi sawah hijau gemah ripah SHGB, karena beberapa alasan: Kondisi lingkungan laut yang memiliki kondisi yang sangat berbeda dengan daratan, seperti kadar garam yang tinggi, tekanan air yang besar, dan suhu yang bervariasi.

Baca Juga  Buntut Vonis Bebas Ronald Tannur, Kajati Jatim “Meskipun langit akan runtuh hukum harus tetap tegak berdiri”

Alasan kuat berikutnya, karena laut tidak memiliki tanah yang subur seperti daratan, melainkan substrat yang terdiri dari pasir, lumpur, dan batua, Ketersediaan air tawar di laut yang memiliki kadar garam yang tinggi, sehingga tidak dapat digunakan untuk irigasi sawah.

Alasan utama yang terpenting, pungkas Shodiq, yakni tentang ekosistem Laut yang memiliki keunikan tersendiri dan kompleks, yang tidak dapat diubah menjadi ekosistem sawah maupun lingkungan pemukiman warga.

  • Penulis: Ruang Nurudin

Rekomendasi Untuk Anda

  • Lawan Timnas Indonesia U-17

    Siapa Lawan Timnas Indonesia U-17 di Perempat Final Piala Asia 2025? Ini Analisis Lengkapnya!

    • calendar_month Sabtu, 12 Apr 2025
    • account_circle Ruang Wawan
    • 0Komentar

    Ruang.co.id – Dengan kemenangan dramatis 2-0 atas Afghanistan, Timnas Indonesia U-17 resmi melenggang ke perempat final Piala Asia U-17 2025 sebagai juara Grup C. Kini, seluruh perhatian tertuju pada pertanyaan besar: siapa lawan Timnas U-17 Garuda Muda di babak 8 besar? Dominasi Tanpa Tanding di Fase Grup Tim besutan Nova Arianto ini menunjukkan konsistensi luar […]

  • Pemain Persijap Jepara bersama suporter di Stadion Gelora Bumi Kartini

    Akhirnya Persijap Raih Poin Perdana Usai Enam Kekalahan Beruntun

    • calendar_month Minggu, 25 Okt 2026
    • account_circle Ruang Wawan
    • 0Komentar

    JEPARA — Penantian Persijap Jepara berakhir. Setelah enam kekalahan beruntun di awal musim, Laskar Kalinyamat akhirnya meraih poin pertama di BRI Super League usai menahan imbang Java United 1-1 di Stadion Gelora Bumi Kartini, Jepara, Sabtu (24/10/2026). Java United sempat memimpin 1-0 hingga turun minum. Persijap kemudian menyamakan kedudukan di babak kedua dan mempertahankan skor […]

  • pertumbuhan arus peti kemas

    TPS Surabaya Pacu Pertumbuhan Arus Peti Kemas

    • calendar_month Sabtu, 6 Sep 2025
    • account_circle Mascim
    • 0Komentar

    Ruang.co.id – PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) membukukan kinerja operasional yang positif dengan mencatat pertumbuhan arus peti kemas internasional sebesar 1,05% selama periode Januari hingga Agustus 2025 dibandingkan tahun sebelumnya. Peningkatan volume peti kemas internasional ini naik dari 978.214 TEUs menjadi 988.526 TEUs, menunjukkan ketahanan simpul logistik nasional di tengang dinamika ekonomi global. Capaian ini […]

  • Angin kencang Kedungsugo

    Wabup Mimik Idayana Hadir Menjahit Luka Warga Terdampak Angin Kedungsugo

    • calendar_month Jumat, 12 Des 2025
    • account_circle Ruang Nurudin
    • 0Komentar

    Sidoarjo, Ruang.co.id  – Wakil Bupati Sidoarjo, Mimik Idayana, hadir di tengah nasib puluhan warga terdampak angin kencang dan Puting Beliung di Kec. Prambon, setelah menerjang wilayah tersebut Rabu sore. Ia meninjau langsung kerusakan 39 rumah dan tiga bangunan sekolah di Desa Kedungsugo, Kecamatan Prambon, Kamis pagi (11/12/2025). Ia juga memastikan seluruh warga terdampak segera mendapatkan […]

  • Kadis Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman serta Pertanahan Surabaya

    Belum Serahkan PSU, 20 Pengembang di Black List dan Ditahan Semua Perizinannya

    • calendar_month Kamis, 18 Apr 2024
    • account_circle Ruang redaksi
    • 0Komentar

    Ruang.co.id – Sebanyak 20 pengembang di Kota Surabaya akhirnya diberikan sanksi administratif berupa pencantuman ke dalam daftar hitam atau black list oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya. Pasalnya, 20 pengembang itu belum menyerahkan Prasarana, Sarana, dan Utilitas (PSU) kepada pemkot. Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman serta Pertanahan (DPRKPP) Kota Surabaya Lilik Arijanto mengatakan Pemkot […]

  • Uniknya pelihara Ikan Cupang

    Uniknya Pelihara Ikan Cupang

    • calendar_month Rabu, 18 Sep 2024
    • account_circle Ruang Ilham
    • 0Komentar

    Surabaya, Ruang.co.id – Pernahkah Anda terpukau oleh warna-warni cerah dan gerakan anggun sirip ikan cupang? Makhluk kecil yang satu ini tidak hanya memukau mata, tetapi juga menyimpan segudang keunikan bagi pemiliknya. Di balik penampilannya yang menawan, ikan cupang ternyata memiliki karakteristik unik yang membuatnya menjadi salah satu hewan peliharaan paling populer di dunia. Ikan cupang, […]

expand_less