Breaking News
light_mode
Selasa, 27 Oktober 2026
Beranda » Daerah » DPRD Sidoarjo ‘Boikot’ Paripurna LKPJ 2024 Bupati, Pengamat: “Rakyat Tetap yang Jadi Korban!”

DPRD Sidoarjo ‘Boikot’ Paripurna LKPJ 2024 Bupati, Pengamat: “Rakyat Tetap yang Jadi Korban!”

  • account_circle Ruang Nurudin
  • calendar_month Jumat, 11 Jul 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sidoarjo, Ruang.co.id – Suasana ruang Paripurna di gedung DPRD Sidoarjo, kesekian kalinya kembali berubah tegang. Pada Kamis 10 Juli 2025, forum penting yang dijadwalkan yang sejatinya untuk menyampaikan Pandangan Akhir (PA) terhadap LKPJ Bupati Subandi Tahun Anggaran 2024, mendadak gagal total karena tidak kuorum terjadi aksi boikot anggota dewan.

Hanya 29 dari 50 anggota DPRD yang hadir. Tensi politik makin terasa panas. Tetapi ironisnya, hanya beberapa hari sebelumnya berselang, RPJMD Bupati Subandi 2025–2029 justru disetujui oleh DPRD dalam sidang paripurna.

Situasi kontras ini menjadi perbincangan hangat di kalangan publik Sidoarjo. Ada yang berpendapat sesuatu yang dianggapnya lucu, atau semacam banyolan badut – badut politik dari kedua belah pihak.

Hingga muncul pertanyaan, bagaimana mungkin kinerja masa lalu seorang kepala daerah ditolak, namun rencana strategis lima tahun ke depan disetujui? Apakah ini bentuk ketegasan pengawasan atau hanya manuver politik tanpa arah?

Aksi Boikot, Penolakan Politis atau Penegasan?

Ketidakhadiran massal fraksi Gerindra, serta sebagian kecil anggota Golkar, PKB, PDIP, PAN, dan Nasdem, pada PA LKPJ Bupati menjadi sorotan.

Terutama Gerindra, yang seluruh sembilan anggotanya tidak hadir, seperti makin menguatkan sinyalemen ‘pencabutan dukungan politik’ terhadap Bupati Subandi. Kemungkinan juga sebaliknya sebagai tanda terang sebuah pengkhianatan komitmen politik.

M. Nizar, Ketua Fraksi Golkar DPRD Sidoarjo mengklarifikasi atas ketidakhadiran seorang anggotanya di Paripurna LKPJ Bupati Subandi. Dikatakan Nizar, anggotanya dipastikan hadir. Yang bersangkutan sudah hadir meski agak sedikit terlambat.

“Kebetulan kemarin saya yang jadi juru bicara (jubir) fraksi partai kami. satu anggota saya yang tidak hadir dan sudah mengkonfirmasikan begini, kemarin itu beliau masih sempatkan untuk hadir paripurna. Semuanya hadir di paripurna, meski flight beliau tiba sedikit terlambat. Sedangkan paripurna berlangsung siang tepat waktu. Rapat paripurna selesai lebih cepat, karana diputuskan untuk ditunda,” ungkap Nizar.

Baca Juga  Wabup Mimik Ajak Remaja Putri Sidoarjo Cegah Stunting Sejak Dini

Ini alasan Cak Nasik sang ketua pemimpin paripurna memutuskan untuk ditunda, lantaran jumlah anggota parlemen lebih banyak yang tidak hadir dan dinyatakan tidak memenuhi kuorum untuk pengambilan keputusan PA fraksi – fraksi tentang LKPJ Bupati tahun 2024.

“Sesuai Tatib (tata tertib) Pasal 101 ayat 4, karena tidak kuorum, sidang terpaksa ditunda dan akan dijadwalkan ulang maksimal tiga hari,” tegas Ketua DPRD Abdillah Nasih, atau akrab disapa Cak Nasik, saat memimpin paripurna PA LKPJ Bupati Subandi, Kamis (10/7/2025).

Namun ia mengingatkan, agar aksi ini jangan sampai berlarut – larut yang dapat menghambat pembangunan, yang telah dituangkan dalam RPJMD disetujui DPRD.

“Jangan sampai karena perbedaan persepsi terhadap LKPJ, kita abaikan apa yang sudah disepakati untuk kemajuan Sidoarjo,” tambahnya.

“Ini Bukan Konflik, Tapi Koreksi” dari DPRD?

Menurut Cak Nasik, persoalan ini murni dinamika politik, bukan perseteruan personal. Ia menegaskan bahwa penolakan LKPJ adalah bagian dari hak pengawasan dewan.

“Hubungan kami dengan Bupati baik-baik saja. Tapi fraksi-fraksi tentu punya pertimbangan politik dan administratif masing-masing dalam menilai kinerja 2024,” ujarnya lugas.

Ketua DPRD juga mengaku siap menjembatani komunikasi lintas fraksi dan partai, bahkan membuka ruang diskusi dengan pimpinan parpol jika diperlukan.

“Demokrasi yang sehat itu bukan tanpa kritik, justru dari kritik itulah kita bangun perbaikan,” katanya.

Bupati Subandi Anggap “Itu Biasa Saja”

Menanggapi sidang LKPJ yang ditunda, Bupati Subandi terlihat memilih merespons dengan tenang.

“Ndak apa-apa. Ini tidak mempengaruhi WTP yang sudah diraih Pemkab Sidoarjo,” ujar Subandi usai putusan sidang ditunda.

Ia pun kemungkinan membuka ruang konsultasi ke Gubernur Jawa Timur, jika sidang lanjutan nantinya masih tetap tidak kuorum dewan dalam mengambil keputusan.

Baca Juga  Di Balik Mutasi 61 Pejabat Sidoarjo: Ada Air Mata Haru dan Ada Kekecewaan Keras Jadi Alat Legitimasi Bupati

“Kalau masih belum kuorum, bisa pakai Perkada (Peraturan Kepala Daerah) sebagai dasar acuannya,” tambahnya.

Sikap kalem Subandi menuai pujian, tapi Ia juga memunculkan tanda tanya. Apakah ini strategi kompromi sang politikus birokrat, atau sebuah pertahanan dalam menghadapi tekanan politik?

Pengamat Politik: Beda Fungsi, Bukan Kontradiksi Jatuhkan Subandi

Fenomena ini langsung dikaji oleh akademisi dan pengamat politik daerah, Nanang Haromain dari Institute of research and publik development (IRPD). Ia menjelaskan bahwa tidak ada yang aneh dalam sikap DPRD yang menolak LKPJ namun menyetujui RPJMD.

“LKPJ itu evaluasi kinerja masa lalu. Sedangkan RPJMD adalah perencanaan masa depan. Sangat logis jika DPRD tidak puas terhadap kinerja sebelumnya, tapi tetap memberi ruang pada perbaikan melalui RPJMD,” jelasnya.

Mantan anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sidoarjo ini berpendapat, bahwa dinamika ini menunjukkan fungsi kontrol DPRD berjalan sehat.

“Ini bukan pertanda permusuhan, tapi check and balance. Penolakan adalah kritik, persetujuan adalah harapan,” ujar Nanang.

Rakyat Bisa Jadi Korban, Jika Kendali Ego Tak Terkelola

Meski secara hukum penolakan LKPJ tak berdampak pada jabatan kepala daerah, namun secara praktis bisa mengganggu kinerja birokrasi dan agenda pembangunan. Terlebih jika perbedaan politik berubah menjadi tarik-ulur yang berkepanjangan.

“Ketika relasi Bupati dan DPRD memburuk, fungsi anggaran dan legislasi bisa terganggu. Yang dirugikan tentu rakyat,” tegas pengamat politik berambut pirang ini.

Tapi Ia mengingatkan agar dua lembaga ini tidak terjebak dalam adu emosi, adu ego, apalagi sampai gengsi diri dan kelompok.

Jika pemandangan “seteru” itu juga dapat menjadikan kritik sebagai vitamin demokrasi. “Perbedaan itu sehat, asal tidak mengorbankan pelayanan publik,” katanya bijak.

Seteru Paripurna Ajang Adu Kepentingan Kelompok?

Pengamat politik ini berharap dan mengajak seluruh pemangku kepentingan di Kabupaten Sidoarjo untuk merenung.

Baca Juga  PKK Sidoarjo Mantapkan Langkah Menuju Indonesia Emas 2045

Boikot bukan solusi jika tidak disertai tawaran perbaikan. Penolakan harus disertai penjelasan. Bukan didiam dan laksana mulutnya sengaja dilakban. Persetujuan harus diiringi komitmen pelaksanaan.

Rakyat tidak menuntut drama politik. Mereka hanya ingin jalan mulus, sekolah lancar, air mengalir, dan bantuan tepat sasaran.

Jika politik menjadi penghambat, maka kepercayaan publik bisa runtuh lebih cepat daripada kursi kekuasaan.

Dewasa Berdemokrasi, Bukan Lukai Rakyat

Apa yang terjadi di Sidoarjo sejatinya adalah potret demokrasi yang sedang tumbuh. Tapi sang pengamat ini mengatakan, demokrasi tidak boleh tumbuh dengan membiarkan rakyat jadi korban.

Boikot LKPJ, jika benar untuk koreksi, maka arahkan ke perbaikan. Persetujuan RPJMD, jika benar demi masa depan, maka kawal agar tidak hanya jadi dokumen tanpa aksi.

Kepada Ruang.co.id publik Sidoarjo percaya, bahwa kedewasaan politik ditunjukkan bukan dalam debat panas di ruang paripurna. Namun dalam dinginnya kepala dan hangatnya hati, untuk melayani rakyat dengan nurani.

  • Penulis: Ruang Nurudin

Rekomendasi Untuk Anda

  • SVT jantung usia muda

    Detak Jantung Tiba-Tiba Ngamuk? Awas SVT, Silent Killer di Usia Muda!

    • calendar_month Selasa, 20 Mei 2025
    • account_circle Ruang Sely
    • 0Komentar

    Ruang.co.id – Bayangkan sedang duduk santai tiba-tiba jantung berdegup 180 kali per menit—lebih cepat dari mesin cuci spin! Inilah realita Supraventricular Tachycardia (SVT), gangguan irama jantung yang kini semakin banyak ditemui pada generasi muda urban. Data terbaru dari Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI) menunjukkan 1 dari 5 kasus SVT terjadi pada usia 18-35 tahun. […]

  • mandi air panas atau air dingin

    Air Panas vs Air Dingin Mana yang Lebih Baik untuk Kulitmu? Temukan Manfaat dan Kekurangannya!

    • calendar_month Sabtu, 1 Feb 2025
    • account_circle Mascim
    • 0Komentar

    Ruang.co.id – Siapa nih yang sering bingung, lebih baik mandi pakai air panas atau dingin? Ternyata, pilihan antara keduanya punya dampak yang berbeda lho untuk kulit kita. Sabtu, (01/2/2025). Yuk, kita bedah bareng mana yang lebih baik dan cocok buat kamu! Mandi Air Panas: Menghangatkan Tubuh, Tapi… Mandi dengan air panas memang terasa banget manfaat […]

  • Kesenian tradisional dari Jakarta Ondel-ondel

    Mengenal Budaya Kesenian Tradisional Daerah DKI Jakarta

    • calendar_month Jumat, 8 Nov 2024
    • account_circle Ruang Ilham
    • 0Komentar

    Surabaya, Ruang.co.id – DKI Jakarta, sebagai ibu kota Indonesia, tidak hanya menjadi pusat pemerintahan dan bisnis, tetapi juga memiliki warisan budaya yang kaya. Budaya kesenian daerah DKI Jakarta mencerminkan perpaduan dari berbagai etnis yang datang dan bermukim di wilayah ini, seperti Betawi, Jawa, Sunda, Tionghoa, dan lainnya. Seni tradisional Jakarta, khususnya yang berasal dari suku […]

  • Sinopsis Film Pulung Gantung - Pati Ngendat dan tunggu tanggal tayang bioskop

    Jadwal Tayang Film Pulung Gantung – Pati Ngendat di Bioskop Surabaya Hari Ini 10 Februari 2025

    • calendar_month Senin, 10 Feb 2025
    • account_circle Ruang Ilham
    • 0Komentar

    Ruang.co.id – Diangkat dari mitos Jawa kuno yang terkenal tentang kematian yang tragis, film ini akan membawa Anda ke dalam teror psikologis yang mencekam. Ryan, yang kembali ke kampung halamannya setelah kematian misterius ayahnya, harus menghadapi serangkaian kejadian aneh yang membuatnya penasaran. Cahaya merah di langit menjadi petunjuk utama sebelum kematian datang menjemput, menambah misteri […]

  • Pengembalian dana hibah Pilkada

    KPU Jatim Kembalikan Rp172 Miliar! Hemat Anggaran Pilkada, Bukti Transparansi!

    • calendar_month Selasa, 6 Mei 2025
    • account_circle Ruang Gentur
    • 0Komentar

    Ruang.co.id – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Timur telah mengembalikan sisa dana hibah dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur yang digunakan untuk penyelenggaraan Pemilihan Gubernur (Pilkada) 2024. Dana tersebut diserahkan kembali ke Pemprov Jatim dan selanjutnya dikembalikan ke kas daerah. Pengembalian ini dilakukan, sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Sekretaris KPU Jawa Timur, Nanik Karsini, menjelaskan […]

  • Polda Jatim penetapan tersangka laka bus Batu

    Polda Jatim Tetapkan Sopir Bus Sebagai Tersangka Kecelakaan Batu “Ancaman 12 Tahun Penjara”

    • calendar_month Jumat, 10 Jan 2025
    • account_circle Ruang redaksi
    • 0Komentar

    Surabaya, Ruang.co.id – Polda Jawa Timur resmi menetapkan MAS (30), sopir bus yang terlibat dalam kecelakaan beruntun di Kota Batu, sebagai tersangka pada Jumat, 10 Januari 2025. MAS dijerat dengan Pasal 311 ayat 3, 4, dan 5 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2022 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, yang memuat ancaman hukuman hingga […]

expand_less