Ruang.co.id – Atmosfer Musprov VI Persinas ASAD Jatim terasa menggeliat di Surabaya. Agenda besar organisasi pencak silat di Jawa Timur ini dirancang untuk melakukan regenerasi kepengurusan periode 2021-2026, sebuah siklus vital yang akan menentukan arah pembinaan atlet ke depan. Sabtu, (31/1/2026). Titik pusat perhelatan musyawarah organisasi ini berpusat di Gedung Serba Guna Sabilurrosyidin, Gayungan, yang diprediksi akan memancarkan dinamika baru bagi dunia pencak silat Jatim.
Kehadiran dan pernyataan resmi dari Ketua Umum IPSI Jawa Timur, Ir. H. Bambang Haryo Soekartono, menjadi penanda betapa seriusnya induk organisasi menyaksikan proses konsolidasi ini. Ia tidak segan memberikan apresiasi atas catatan kinerja kepengurusan yang akan berakhir. “Persinas ASAD Jawa Timur consistently masuk tiga besar perguruan berprestasi. Ini menunjukkan pembinaan berjalan baik dan terarah,” ujarnya tegas. Apresiasi ini sekaligus menjadi modal dan tolok ukur bagi kepengurusan baru nantinya.
Lebih jauh, Bambang Haryo Soekartono, juga mengetuk pentingnya aspek sinergi dengan aparat kepolisian. Poin ini bukan hanya retorika, melainkan langkah preventif nyata dalam menjaga kondusivitas antarperguruan silat. Pesannya jelas, setiap atlet harus memiliki kesadaran penuh akan konsekuensi hukum dari tindakan di luar arena. Hal ini menunjukkan bahwa pembangunan atlet berkarakter dimulai dari pemahaman disiplin yang komprehensif.
Harapan yang dibebankan pada hasil Musprov VI ini sangatlah visioner. Terbentuknya kepengurusan baru yang solid dan demokratis diyakini mampu merancang program kerja unggulan yang lebih progresif. Targetnya tidak main-main, yaitu mendongkrak prestasi atlet di tingkat nasional dan lebih jauh lagi, menggapai panggung internasional. Optimisme ini memiliki dasar yang kuat, terlebih dengan kabar menggembirakan mengenai peluang pencak silat masuk eksibisi Olimpiade 2028.
Momentum tersebut diyakini bisa menjadi pemantik lahirnya kembali pesilat berkelas dunia yang diukir dari bumi Jawa Timur. Dengan demikian, proses regenerasi kepemimpinan ini tidak dilihat sebagai pergantian biasa, melainkan sebagai strategi untuk menyambut peluang sejarah. Semangat untuk mengharumkan nama daerah di kancah global menjadi bahan bakar utama setiap agenda yang akan dirumuskan.
Dari sisi hulu, arahan strategis diberikan langsung oleh Ketua Umum Persinas ASAD Pusat, Marsma TNI (Purn) H. Sukur, M.Si (Han). Ia menempatkan tata kelola organisasi yang modern dan akuntabel sebagai fondasi yang non-negosiable. Tanpa administrasi yang tertib dan transparan, mustahil program pembinaan dapat berjalan optimal. “Kita harus fokus pada prestasi dengan pembinaan berbasis sains agar terus melahirkan pesilat-pesilat unggul dari Jawa Timur,” tandasnya.
Pernyataan tersebut mengkristalkan pendekatan pembinaan atlet berbasis sains sebagai jalan utama. Namun, Sukur dengan hati-hati mengingatkan agar kemajuan ilmu tidak mengabaikan penguatan karakter dan nilai keagamaan. Integrasi antara kecintaan budaya lokal, akhlak, dan skill olahraga adalah resep untuk menciptakan atlet berprestasi dan berakhlak. Inilah jati diri pesilat Indonesia seutuhnya yang ingin dipertahankan dan dikembangkan.
Pada akhirnya, seluruh proses Musprov VI Persinas ASAD Jatim ini diarahkan untuk satu tujuan mulia memberikan kontribusi nyata bagi bangsa. Regenerasi yang sehat di tubuh pengurus provinsi diharapkan menjadi motor penggerak yang lebih dinamis. Dengan struktur yang diperkuat, langkah untuk meningkatkan kualitas atlet bisa lebih terfokus dan sistematis. Dunia pencak silat nasional tentu menanti gebrakan dari Jawa Timur, daerah yang dikenal sebagai gudangnya bakat-bakat terbaik.
Proses ini adalah sebuah komitmen kolektif. Dari level pengurus, pelatih, hingga atlet, semua elemen harus bersinergi memanfaatkan momentum pergantian kepengurusan ini. Hasilnya tidak akan langsung terlihat esok hari, tetapi fondasi yang kokoh hari ini adalah jaminan untuk panen prestasi membanggakan di masa mendatang. Semua mata kini tertuju pada Surabaya, menanti lahirnya kepemimpinan baru yang siap membawa Persinas ASAD Jatim dan pencak silat Indonesia melangkah lebih jauh.

