Breaking News
light_mode
Rabu, 28 Oktober 2026
Beranda » Hukrim » Tangis Keadilan Pasutri Jual Beli Ginjal di PN Sidoarjo: Permohonan yang Juga ‘Korban Kriminalisasi’ Menggugah Nurani

Tangis Keadilan Pasutri Jual Beli Ginjal di PN Sidoarjo: Permohonan yang Juga ‘Korban Kriminalisasi’ Menggugah Nurani

  • account_circle Ruang Nurudin
  • calendar_month Rabu, 23 Jul 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sidoarjo, Ruang.co.id – Suasana haru sedih mengiris hati, menyelimuti ruang sidang Pengadilan Negeri Sidoarjo, Selasa (22/7), ketika tim kuasa hukum membacakan pledoi untuk terdakwa AFH (32), yang didakwa dalam kasus Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) transplantasi ginjal lintas negara.

Oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU), terdakwa AFH dituduh sebagai motivator dalam praktik jual beli organ tubuh ginjal ke India.

Dalam sidang pekan kemarin, JPU menuntut pasutri ini dengan vonis penjara 8 tahun danbayar denda Rp200 juta, dan bila denda itu tak mampu terbayarkan, hukuman penjara akan ditambah genap 8 tahun 6 bulan.

Namun dalam pledoi atau nota pembelaannya, Supolo Setyo Wibowo, S.H., M.H. dan tim hukum dari Graha Keadilan Law Firm Surabaya menegaskan, bahwa AFH hanyalah korban keadaan yang dimanfaatkan karena keterbatasan ekonomi.

“Klien kami bukan pelaku utama, dan juga bukan sebagai motivator seperti yang dituduhkan JPU. Ia hanya pelaksana administratif atas permintaan saksi Siti Nurul Haliza lulusan magister ilmu komunikasi alias Nunu dan adiknya yang juga lulusan S-2 itu, sebagai pembiaya sekaligus pembeli ginjal,” tegas Supolo, kuasa hukum AFH.

Dalam pembelaan itu, terungkap bahwa Nunu, yang justru membiayai seluruh proses dari tiket, visa, hingga kompensasi donor sebesar Rp600 juta, dn sudah mentransfer uang Rp300 juta ke rekening AFH dijadikan sebagai barang bukti persidangan, tidak ditetapkan sebagai tersangka.

Padahal menurut tim kuasa hukum, peran Nunu sebagai inisiator dan penyandang dana sekaligus pembeli untuk orang tuanya sangat vital.

Baca Juga  Sidang Tuntutan Jual Beli Ginjal di Sidoarjo: Pasutri Dijadikan Tumbal? Tuntutan 8 Tahun Bikin Shock

Ahli hukum pidana Dr. Bastianto Nugroho, S.H., M.Hum. yang dihadirkan sebagai saksi ahli bahkan menyebut, “Tanpa adanya pembiaya, tidak akan pernah terjadi tindakan TPPO. Pembiaya adalah penggerak utama.”

Pledoi ini juga menyoroti dampak sosial atas hukuman delapan tahun penjara yang dituntutkan JPU.

Karena AFH merupakan tulang punggung keluarga yang kini menanggung beban psikologis berat akibat proses hukum ini.

“Keadilan tidak akan tegak bila hanya menghukum yang lemah dan membiarkan yang berkuasa bebas,” ujar Eddy Waluyo, S.H., anggota tim hukum terdakwa pasutri.

Tangis pedih mendalam juga dirasakan oleh terdakwa AWSR di ruang sidang Kartika Pengadilan Negeri (PN) Sidoarjo.

Baca Juga  Air Mata Atlet di Balik Medali: DPRD Sidoarjo Desak Evaluasi Total Dibalik Buah Konflik Pra KONI Baru

Isak tangis istri AFH ini memecah keheningan suasana sidang. Suaranya bergetar, matanya basah.

Perempuan asal Surabaya itu bukan hanya terdakwa dalam perkara tindak pidana perdagangan orang (TPPO) berkedok donor ginjal, tetapi juga korban dari sistem yang tak memihak orang kecil.

“Terdakwa AWSR hanya ingin membantu sesama. Tidak sepersen pun Ia menerima uang dari proses ini,” ujar Supolo kuasa hukum

AWSR dalam pledoinya, Senin (22/7/2025).

Di hadapan majelis hakim, tim kuasa hukumnya menjelaskan bahwa dirinya sama sekali tidak terlibat dalam transaksi jual beli ginjal.

Ia hanya memfasilitasi komunikasi antara pendonor dan penerima, bahkan membantu biaya hidup pendonor yang terlantar.

“Klien kami AWSR itu hanyalah untuk membantu suaminya layaknya ibu rumah tangga, jika sudah tiba di penginapan di India. Karena AFH ginjalnya tinggal satu, dan tidak bisa mengerjakan aktivitas berat,” ungkap Supolo.

Ironisnya, AWSR kini duduk di kursi pesakitan, sementara sosok yang disebut sebagai pembiaya dan pengendali utama operasi transplantasi ilegal ini, yakni pemilik rumah sakit dan pihak keluarga pasien, tak tersentuh hukum.

Baca Juga  Viral! Terbongkar Sindikat Jual Beli Ginjal Lintas Negara di Sidoarjo: Fakta Mengejutkan di Ruang Sidang

Kasus ini bermula saat AWSR membantu pendonor asal Nusa Tenggara Timur yang hendak menjual ginjalnya karena tekanan ekonomi.

Ia yang pernah aktif di kegiatan kemanusiaan, justru merasa diperalat oleh pihak rumah sakit dan keluarga pasien di Jakarta.

Ia dijanjikan akan diberi peran sosial, tetapi berakhir dengan tuduhan TPPO yang kini mengancam hidupnya.

Kuasa hukum AWSR menegaskan, jaksa hanya melihat permukaan perkara. “Klien kami bukan pelaku, dia korban. Tidak satu pun bukti aliran dana ke rekening AWSR. Bahkan, dia menjual perhiasannya sendiri untuk bantu pendonor bertahan hidup,” kata tim kuasa hukum terdakwa.

Pledoi AWSR bukan hanya jeritan pembelaan diri, melainkan cermin realita hukum, bahwa keadilan sering kali tajam ke bawah, tumpul ke atas.

Bahwa dalam kasus TPPO, hukum masih gagal membedakan siapa pelaku, siapa korban.

“Kami terus berupaya menghadirkan Nunu dan adiknya untuk turut serta duduk di kursi pesakitan pengadilan. Justru pelaku utamanya harus bertanggungjawab juga diadili,” tandas Eddy Waluyo.

Baca Juga  Gagal Hadirkan Saksi, Kinerja Jaksa TPPO Ginjal Sidoarjo Dipertanyakan

“Kami sangat butuh dukungan kepedulian publik dan teman – teman media (Pers), untuk menghadirkan rasa keadilan yang sama,” tandas pungkas Eddy.

Oleh karenanya, tim penasihat hukum memohon terdakwa pasutri kepada majelis hakim, untuk membebaskan AFH dan AWSR, dan merekomendasikan penegakan hukum terhadap pihak pembiaya.

Kalaupun majelis hakim yang menyidangkan berkehendak lain, permohonan terdakwa bersama tim kuasa hukumnya, diganjar vonis hukuman yang meringankan.

Persidangan selanjutnya dijadwalkan minggu depan, dengan sanggahan dari JPU atas Pledoi terdakwa.

Ini yang ditunggu publik sebagai cerminan keberpihakan peradilan terhadap keadilan substansial.

Publik kini bertanya, apakah vonis kelak akan berpihak pada nurani? Atau justru menambah panjang daftar kriminalisasi kemanusiaan di negeri ini?

  • Penulis: Ruang Nurudin

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gadai Bebas Bunga Pegadaian

    Gadai Bebas Bunga Pegadaian Solusi Cerdas Dana Mudik Lebaran 2025 Tanpa Beban Biaya

    • calendar_month Sabtu, 22 Mar 2025
    • account_circle Ruang Sely
    • 0Komentar

    Ruang.co.id – Menjelang mudik Lebaran 2025, Pegadaian kembali menghadirkan program unggulan, yaitu Gadai Bebas Bunga. Program ini dirancang khusus untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan dana mendadak, terutama untuk persiapan mudik. Dengan pinjaman tanpa bunga berjangka waktu hingga 60 hari, program ini menjadi solusi menarik bagi nasabah baru atau nasabah tidak aktif. Apa Itu Program Gadai […]

  • Makanan Musim hujan

    10 Makanan yang Cocok Dinikmati Saat Musim Hujan, Bikin Hati dan Tubuh Hangat!

    • calendar_month Selasa, 3 Des 2024
    • account_circle Ruang Ilham
    • 0Komentar

    Surabaya, Ruang.co.id – Musim hujan, waktu yang tepat untuk menikmati makanan yang hangat dan mengenyangkan Saat hujan ini merupakan momen yang pas untuk menikmati makanan yang hangat, lezat, dan bikin tubuh terasa nyaman. Suara gemericik hujan, udara sejuk, dan aroma makanan yang menggoda adalah kombinasi sempurna untuk menciptakan suasana cozy di rumah. Musim hujan selalu […]

  • Pelantikan MATRA Sidoarjo

    Pelantikan MATRA Sidoarjo Sukses Kobarkan Semangat Budaya Jenggolo Tanpa Dihadiri Pejabat

    • calendar_month Senin, 9 Feb 2026
    • account_circle Ruang Nurudin
    • 0Komentar

    Sidoarjo, Ruang.co.id – Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Masyarakat Adat Nusantara (DPW MATRA) Jawa Timur melantik pengurus DPD MATRA Sidoarjo, guna memperkokoh jati diri bangsa melalui pelestarian adat nusantara, yang melibatkan lintas generasi dari sesepuh hingga Gen Alpha. Pelantikannya, berlangsung di Pendopo Delta Sabha, Minggu (8/2/2026). Obor semangat DPW MATRA Jatim semakin menyala terang di Sidoarjo. […]

  • Prof Adi Utarini peraih LPTNU Award

    Gara-gara Nyamuk Wolbachia, Prof. Adi Utarini Raih LPTNU Award

    • calendar_month Kamis, 12 Mar 2026
    • account_circle Mascim
    • 0Komentar

    Ruang.co.id – Lembaga Pendidikan Tinggi Nahdlatul Ulama (LPTNU) memberikan penghargaan kepada ilmuwan, akademisi, dan mahasiswa berprestasi dalam Malam Penganugerahan LPTNU Award 2026 yang digelar di Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa), Rabu, (11/3). Penghargaan ini diberikan atas kontribusi nyata mereka dalam pengembangan ilmu pengetahuan, riset inovatif, serta pengabdian kepada masyarakat di lingkungan Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama […]

  • Lirik Lagu Maliq Senja Teduh pelita

    Lirik dan Makna Lagu Hits Maliq & D’Essentials “Senja Teduh Pelita”

    • calendar_month Senin, 30 Des 2024
    • account_circle Ruang Ilham
    • 0Komentar

    Surabaya, Ruang.co.id – Siapa sih yang nggak kenal sama Maliq & D’Essentials? Salah satu lagu yang paling ngena di hati adalah “Senja Teduh Pelita”. Ada banyak alasan kenapa “Senja Teduh Pelita” jadi favorit banyak orang. Pertama, lirik “Senja Teduh Pelita” ini yang puitis dan penuh makna bikin kita jadi merenung tentang kehidupan. Kedua, melodinya yang […]

  • perubahan Logo Baru Timnas Indonesia

    Perubahan Logo Garuda Timnas, Emblem Baru yang Penuh Filosofi

    • calendar_month Selasa, 21 Jan 2025
    • account_circle Ruang redaksi
    • 0Komentar

    Surabaya, Ruang.co.id – Hai, pecinta Timnas Indonesia! Rasanya sulit menyembunyikan rasa penasaran kita sambil menanti bulan Maret 2025. Skuad Garuda bakal menjalani laga penting melawan Australia pada 20 Maret, diikuti pertandingan sengit menjamu Bahrain lima hari kemudian. Kedua laga ini menjadi kunci untuk mewujudkan mimpi berlaga di Piala Dunia 2026. Dengan Patrick Kluivert sebagai pelatih […]

expand_less