Semarak Tanggulangin Fair 2026: Wabup Mimik Idayana Riding Bareng Komunitas Otomotif Bangkitkan UMKM

Ekonomi Tanggulangin
Wabup Mimik Idayana pimpin konvoi VW dan Vespa dorong UMKM Sidoarjo naik kelas pada penutupan Tanggulangin Fair 2026 yang heroik. Foto: Istimewa
Ruang Nurudin
Ruang Nurudin
Print PDF

Sidoarjo, Ruang.co.id – Wakil Bupati Mimik Idayana memimpin konvoi otomotif legendaris, menyapu jalanan Sidoarjo menuju Pasar Wisata Tanggulangin guna menutup resmi Tanggulangin Fair 2026, menyentuh hati para perajin UMKM (Usaha Menengah Kecil dan Mikro), Minggu (8/2/2026).

Aksi ini menjadi simbol perlawanan terhadap kelesuan ekonomi pasca-pandemi dan tantangan pasar global. Dengan menggandeng komunitas Volkswagen (VW) dan Vespa, pemerintah daerah melakukan branding kreatif yang menggabungkan gaya hidup dengan misi penyelamatan industri kulit lokal yang melegenda.

Rombongan yang bertolak dari Monumen Jayandaru bukan sekadar pawai, melainkan bentuk dukungan moral bagi ratusan pelaku usaha mikro, yang sedang berjuang menembus pasar internasional.

Langkah strategis ini selaras dengan Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Sidoarjo Nomor 4 Tahun 2021 tentang Pemberdayaan, Pengembangan, dan Perlindungan Usaha Mikro.

Regulasi ini mewajibkan pemerintah daerah melakukan promosi terpadu untuk memastikan produk lokal, tidak hanya menjadi penonton di rumah sendiri, tetapi menjadi pemain utama dalam rantai pasok nasional.

Tanggulangin Fair bukan cuma pameran agenda tahunan semata, melainkan momentum kebangkitan ekonomi kerakyatan kita. Melalui kegiatan riding bersama komunitas VW dan Vespa ini, kita ingin menunjukkan bahwa Sidoarjo memiliki daya tarik luar biasa yang bisa dikemas secara kreatif,” tegas Mimik Idayana saat memberikan pernyataan resmi di Aula Balai Pengembangan Industri Persepatuan Indonesia (BPIPI).

Kehadiran fisik pimpinan daerah di tengah perajin memberikan efek psychological proximity (kedekatan psikologis), yang meningkatkan rasa percaya diri pelaku UMKM.

Wabup tidak hanya berpidato, namun melakukan transaksi langsung dengan memborong produk tas kulit berkualitas tinggi. Hal ini merupakan implementasi semangat Bangga Buatan Indonesia yang nyata, bukan cuma jargon politik di atas kertas.

Baca Juga  Siswi SD di Sidoarjo Alami Perundungan Verbal dan Fisik, Hampir Disuruh Bunuh Diri

Data referensi dari Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Sidoarjo menunjukkan bahwa, sektor industri kreatif menyumbang kontribusi signifikan terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB).

Dengan usia kabupaten yang menginjak 167 tahun melalui peringatan Harjasda (Hari Jadi Kabupaten Sidoarjo), integrasi antara komunitas hobi dan sektor produktif terbukti mampu menciptakan ekosistem promosi yang efektif dan inklusif.

Acara penutupan ini, menjadi titik balik bagi perajin di Pasar Wisata Tanggulangin untuk terus berinovasi. Dengan pengawalan kebijakan yang berpihak pada rakyat, produk kulit Sidoarjo optimis mampu bersaing dengan merek global melalui sentuhan teknologi dan desain yang lebih segar.

Semangat kolaborasi Pemkab dengan pelaku usaha kecil ini, menjadi solusi konkret dalam menghidupkan kembali denyut nadi ekonomi di pusat industri tas dan koper terbesar di Jawa Timur.