Breaking News
light_mode
Sabtu, 10 Oktober 2026
Beranda » Lifestyle » Bukan Sekadar Kolak Makna Tersembunyi di Balik Kata Takjil

Bukan Sekadar Kolak Makna Tersembunyi di Balik Kata Takjil

  • account_circle Ruang Ilham
  • calendar_month Minggu, 22 Feb 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Ruang.co.id – Setiap petang di bulan Ramadan, kata “takjil” begitu akrab terdengar. Kita berbondong-bondong memburu aneka dagangan, menyebut semuanya sebagai takjil. Tapi, pernahkah Anda merasa ada yang ganjil? Mengapa sebuah kata yang berarti “makanan” bisa terasa begitu pas untuk menggambarkan aktivitas membeli dan menyantap hidangan berbuka? Mungkin saja, selama ini kita semua terjebak dalam pemahaman yang keliru tanpa menyadarinya. Minggu, (22/2/2026).

Fenomena ini memicu pertanyaan mendasar: apa sebenarnya yang dimaksud dengan takjil? Jawabannya tidak sesederhana yang kita kira. Dibutuhkan penelusuran lebih dalam ke akar bahasa dan budaya untuk mengungkap makna tersembunyi di balik istilah yang begitu populer ini. Ternyata, ada cerita menarik tentang perjalanan sebuah kata dari bahasa asing hingga menjadi bagian tak terpisahkan dari tradisi kita.

Istilah takjil berasal dari bahasa Arab, sebuah bahasa yang kaya akan makna dan derivasi kata. Dalam perjalanannya memasuki khazanah bahasa Indonesia, kata ini mengalami adaptasi dan penyesuaian, baik dalam pelafalan maupun ejaan. Proses ini lumrah terjadi, namun yang menarik adalah bagaimana masyarakat kemudian memaknai dan menggunakan kata tersebut dalam keseharian, hingga akhirnya kata “takjil” resmi tercatat dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

Baca Juga  5 Rekomendasi Menu Takjil Sehat dan Lezat untuk Buka Puasa, Bikin Tubuh Tetap Bugar!

Menurut KBBI yang dilansir dari laman resmi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud), takjil memiliki arti “mempercepat dalam berbuka puasa”. Kata ini diserap dari bahasa Arab, ‘ajila, yang secara harfiah bermakna menyegerakan sesuatu. Jadi, inti dari kata ini adalah kecepatan atau kesegeraan dalam melakukan tindakan, bukan wujud fisik dari benda yang dikonsumsi.

Dari pengertian itu, takjil sejatinya mengandung sebuah pesan moral dan spiritual, yaitu anjuran untuk tidak menunda-nunda waktu berbuka puasa. Makna ini menekankan betapa pentingnya menyegerakan pembatalan puasa begitu waktu Magrib telah tiba, sesuai dengan tuntunan dalam ajaran Islam. Esensinya adalah sebuah tindakan (verba), bukan sekadar objek (nomina) seperti yang selama ini dipahami secara luas.

Mengutip penjelasan dari Balai Bahasa Provinsi Aceh, kekayaan bahasa Indonesia memungkinkan sebuah kata serapan memiliki lebih dari satu fungsi gramatikal. Dalam perkembangannya, takjil diserap sebagai verba (kata kerja) yang merujuk pada tindakan menyegerakan berbuka, namun juga dapat berfungsi sebagai nomina (kata benda) yang merujuk pada makanan yang disantap saat berbuka. Celah inilah yang menjadi pintu masuk bagi perluasan makna di masyarakat.

Baca Juga  8 Menu Takjil Sederhana dan Murah untuk Berbuka Puasa, Anti Ribet!

Secara etimologis dalam bahasa Arab, takjil memang berarti menyegerakan secara umum, tanpa terikat pada konteks ibadah puasa. Namun, setelah kata ini diserap ke dalam bahasa Indonesia dan penggunaannya dikaitkan erat dengan bulan Ramadan, terjadi pergeseran atau perluasan makna (generalisasi). Kata “takjil” kemudian secara khusus diidentikkan dengan aneka hidangan pembatal puasa, sebuah fenomena linguistik yang lazim terjadi ketika bahasa bertemu dengan budaya setempat.

Melansir informasi yang dipublikasikan Pemerintah Kota Surakarta, makna imbauan untuk menyegerakan berbuka itu lambat laun melebur dan bergeser maknanya menjadi kudapan yang biasa disantap saat berbuka. Seiring waktu, istilah takjil atau takjilan di Indonesia identik dengan kurma, kolak, es buah, gorengan, hingga beragam jajanan pasar lainnya. Mereka menjelaskan bahwa “pergeseran makna ini menunjukkan bagaimana sebuah istilah asing tidak hanya diserap secara linguistik, tetapi juga diintegrasikan ke dalam praktik sosial dan budaya masyarakat.” Dengan demikian, meskipun secara harfiah kita selama ini keliru memaknai takjil, kekeliruan ini telah melahirkan sebuah tradisi kuliner Ramadan yang khas dan memperkaya budaya Nusantara. (Sumber)

  • Penulis: Ruang Ilham

Rekomendasi Untuk Anda

  • Generasi Sandwich

    Terjepit Antara Dua Generasi, Mari Mengenal Sebutan “Generasi Sandwich”

    • calendar_month Kamis, 17 Okt 2024
    • account_circle Ruang Ilham
    • 0Komentar

    Surabaya, Ruang.co.id – Pernahkah Anda merasa seperti berada di tengah-tengah pertempuran antara dua generasi? Itulah yang dirasakan oleh generasi sandwich. Terjebak di antara tanggung jawab merawat orang tua yang semakin menua dan membesarkan anak-anak yang sedang tumbuh, generasi sandwich seringkali merasa terbebani dan kelelahan. Apa Itu Generasi Sandwich? Istilah “generasi sandwich” mungkin terdengar asing bagi […]

  • Dugaan Malpraktik

    RS Royal Jawab Dugaan Malpraktik Tewasnya Anjar Guntoro, Achmad Shodiq PHN Memastikan Tempuh Jalur Hukum!

    • calendar_month Selasa, 22 Jul 2025
    • account_circle Ruang Nurudin
    • 0Komentar

    Ruang.co.id – Suasana duka yang menyelimuti keluarga Anjar Guntoro (41), warga Medokan Ayu Surabaya, kini berubah menjadi perseteruan dalam upaya pencarian keadilan. Anjar, yang datang ke RS Royal Surabaya dengan harapan sembuh, justru pulang dalam peti jenazah empat hari kemudian. Dugaan malpraktik pun mencuat ke permukaan, dan mengundang perhatian pihak RS. Royal Surabaya dan publik. […]

  • jadwal Tayang bioskops Film Pendakian Gunung Gede (Sumber IMDb)

    Simak Jadwal Tayang Tragedi Gunung Gede: Kisah Nyata yang Bikin Merinding di Layar Lebar Surabaya Hari Ini

    • calendar_month Sabtu, 15 Feb 2025
    • account_circle Ruang Ilham
    • 0Komentar

    Ruang.co.id – Rasakan pengalaman mistis yang tak terlupakan di puncak Gunung Gede yang megah namun menyimpan misteri kelam dalam film “Petaka Gunung Gede”. Diangkat dari kisah nyata yang dialami Maya dan Ita pada tahun 2007, film ini mengisahkan petualangan dua sahabat yang berubah menjadi mimpi buruk yang tak terbayangkan. Arla Ailani dan Adzana Ashel dengan […]

  • pelantikan petugas haji indonesia

    Pj Gubernur Jatim Minta Petugas Haji Indonesia Terapkan 3 Prinsip

    • calendar_month Sabtu, 4 Mei 2024
    • account_circle Ruang redaksi
    • 0Komentar

    Ruang.co.id – Pj Gubernur Jatim, Adhy Karyono meminta para petugas haji Indonesia untuk menerapkan 3 prinsip utama dalam bertugas yakni membina, melayani, dan melindungi jemaah selama menjalankan seluruh tahapan ibadah haji. Hal tersebut diutarakan Pj. Gubernur ketika mengukuhkan 23 PPIH (Petugas Penyelenggara Ibadah Haji) yang terdiri dari berbagai unsur stakeholder pada Jum’at (3/5) di Hall […]

  • Persekongkolan tender pelabuhan nusa panida

    KPPU Ungkap Persekongkolan Tender di Pelabuhan Nusa Penida, Denda Rp 1,5 Miliar PT Sumber Bangun Sentosa

    • calendar_month Selasa, 1 Okt 2024
    • account_circle Ruang redaksi
    • 0Komentar

    Surabaya, Ruang.co.id – Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) resmi menjatuhkan denda sebesar Rp 1,5 miliar kepada PT Sumber Bangun Sentosa (Terlapor I) atas keterlibatan dalam persekongkolan tender. Pelanggaran ini terkait pengadaan konstruksi lanjutan fasilitas Pelabuhan Laut Nusa Penida yang dilakukan oleh Kementerian Perhubungan RI pada tahun anggaran 2022. Selain denda, KPPU juga melarang beberapa terlapor […]

  • gaji ke-13 PNS 2025

    Gaji ke-13 PNS Cair Juni 2025 Begini Cara Hitungnya Berdasarkan PP 5/2024

    • calendar_month Selasa, 13 Mei 2025
    • account_circle Ruang Sely
    • 0Komentar

    Ruang.co.id – Bagi Pegawai Negeri Sipil (PNS), TNI/Polri, dan pensiunan, gaji ke-13 adalah salah satu manfaat finansial yang paling dinantikan setiap tahun. Pada 2025 ini, pemerintah telah memastikan pencairannya melalui Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 11 Tahun 2025. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyebutkan bahwa pencairan akan dimulai Juni 2025, bertepatan dengan tahun ajaran baru untuk […]

expand_less