Breaking News
light_mode
Sabtu, 24 Oktober 2026
Beranda » Daerah » PKL CFD Menjerit Sepi Pembeli Siap Mengadu ke Dewan, Pemkab Sidoarjo Lempar Handuk Sembunyi Tangan

PKL CFD Menjerit Sepi Pembeli Siap Mengadu ke Dewan, Pemkab Sidoarjo Lempar Handuk Sembunyi Tangan

  • account_circle Ruang Nurudin
  • calendar_month Minggu, 22 Feb 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

“Pedagang Kaki Lima (PKL) Sidoarjo, menangis bombay karena omzet anjlok drastis saat berjualan di halaman Mall Pelayanan Publik (MPP) Lingkar Timur, Minggu, 22 Februari 2026, akibat kebijakan relokasi Pemerintah Kabupaten yang sangat tidak matang.”

 

Sidoarjo, Ruang.co.id – Nasib nahas menimpa Yuwono (58) tinggal di Perumtas IV, pedagang pakaian anak yang biasanya meraup untung di zona Car Free Day (CFD) Alun-Alun maupun zona CFD Ponti.

Kini, ia hanya mampu terduduk lesu menatap dagangannya yang tak tersentuh. “Minggu pertama di MPP ini, saya hanya menjual satu baju anak, padahal biasanya laku belasan potong di CFD tempat lain,” ujar Yuwono dengan menahan kecewa.

Ia mendesak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo, segera mengembalikan mereka ke zona semula di CFD Ponti, agar dapur tetap mengepul selama Ramadan.

Kondisi memprihatinkan ini merata dialami ratusan pedagang, yang mencoba peruntungan di lokasi baru tersebut. Khusnul Khotimah (43), atau akrab disapa Mbak Minul, pedagang asal Desa Rangkah Kidul. Ia merasakan pahitnya kehilangan pendapatan hingga jutaan rupiah dalam sekejap.

“Omzet saya anjlok dari Rp1,5 juta menjadi hanya Rp150 ribu, ini sangat menyayat hati karena kami kehilangan pelanggan tetap,” keluh Minul, yang berjualan camilan atau Snack buka Puasa Ramadan dan Lebaran. Penurunan pendapatan sebesar 90 persen baginya ini, menjadi bukti nyata bahwa ekosistem ekonomi di MPP belum terbentuk sama sekali.

Analisis di lapangan menunjukkan kegagalan manajemen acara dari pihak pemerintah daerah. Gatot Sunyoto, Ketua DPD Pedalindo (Perkumpulan Pedagang Jalanan Indonesia) Sidoarjo, membongkar fakta karut-marutnya persiapan di lokasi.

Baca Juga  Dibalik Relokasi PKL CFD Sidoarjo: Nasibnya Tak Jelas Antara Paksaan Opsi dan Sengkarut Tata Kelola Sampah

“Saat pedagang mulai buka lapak pukul 04.30 WIB, lampu jalan justru padam total, memaksa kami berjualan dalam kegelapan sebelum matahari terbit,” tegas Nyoto saat melakukan evaluasi langsung di lokasi kejadian.

Kapasitas lahan MPP yang terbatas, juga menjadi bara api bagi para pedagang yang tidak kebagian tempat. Dari total 1.200 PKL yang biasanya memadati CFD Alun-Alun, halaman MPP hanya sanggup menampung sekitar 400 pelapak.

Pedalindo Sidoarjo mengaku binaannya yang berjualan hanya 300-an orang, dan sekita 400 PKL binaannya kecewa tak bisa berjualan. Yanto, koordinator Paguyuban PKL Amingos, mengaku binaannya hanya 8 dari puluhan pelapak yang ikut di MPP. Sedangkan Imam Suwardi, Koordinator Paguyuban Forkom PKL mengaku hanya menerjunkan sekitar 70 PKL binaannya dari jumlah 300 PKL binaannya. PKL dari paguyuban lainnya, memilih tak jualan di MPP.

Baca Juga  Karut Marut Nasib PKL CFD Sidoarjo Songsong Ramadhan: Tempat Terkucil dan Retribusi Mahal

Akibatnya, banyak pedagang yang sudah datang sejak dini hari, terpaksa pulang dengan tangan hampa tanpa sempat menggelar dagangan mereka. Hal ini memicu kecemburuan sosial dan ketidakpastian nasib mereka, di tengah bulan suci yang seharusnya penuh berkah.

Ketua Umum Pedalindo, Junius Bram, melontarkan kritik pedas terhadap kinerja Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait yang dianggap lepas tangan.

“Pemkab hanya memberi tempat, lalu membiarkan kami tanpa ada hiburan atau upaya menarik massa. Padahal saat rapat bersama OPD terkait, kami terpaksa berjualan di MPP dengan syarat Pemkab bantu menghidupkan suasana untuk menarik pembeli. Mereka seolah tidak punya visibility study (studi kelayakan) dalam memindahkan kami sebagai pedagang kecil, penopang ekonomi kerakyatan di Sidoarjo,” kecam Bram dengan tegas.

Ia menilai, Pemkab tidak serius menghidupkan ekonomi rakyat, karena tidak adanya manajemen acara yang serius dan terintegrasi, untuk menggaet pengunjung ke wilayah Lingkar Timur.

Secara regulasi, perlindungan terhadap PKL sebenarnya telah diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 125 Tahun 2012 tentang Penataan dan Pemberdayaan Pedagang Kaki Lima. Aturan ini mengamanatkan pemerintah daerah untuk melakukan penataan dengan tetap memperhatikan kelangsungan usaha pedagang.

Baca Juga  Asyiknya Periksa Kesehatan Gratis Sambil Seru-Seruan di CFD Ponti GOR Sidoarjo

Namun, bagi mereka realita di Sidoarjo menunjukkan adanya jurang pemisah antara regulasi dan implementasi, di mana relokasi ini justru mencekik nadi ekonomi warga kecil yang mereka rasakan secara langsung.

Yang diuntungkan dari aktivitas jual beli di MPP ini, hanyalah juru parkir (jukir) yang dikelola oleh kelompok warga sekitar MPP, yang tak jelas atributnya. Mereka memungut untuk kendaraan jenis Motor sebesar Rp3.000 dan untuk Mobil sebesar Rp5.000. Setidaknya, selama lebih kurang 4 jam PKL CFD jualan di MPP, para jukir meraup untung rata – rata ratusan ribu rupiah.

Sebagai langkah perlawanan terhadap ketidakadilan ini, Pedalindo beserta paguyuban PKL lainnya berencana mengadu ke DPRD Sidoarjo dalam waktu dekat. Mereka menuntut pengembalian zona jualan ke kawasan GOR Delta (Ponti), atau zona CFD Alun-Alun selama sisa bulan Ramadan hingga IdulFitri.

Jika aspirasi ini diabaikan oleh Pemkab, para pedagang mengancam akan mengambil langkah nekat buka lapak di Ponti, demi menyambung hidup keluarga mereka, yang kini berada di ujung tanduk akibat kebijakan yang dianggap tidak inklusif.

  • Penulis: Ruang Nurudin

Rekomendasi Untuk Anda

  • penjualan aset desa

    Aset Desa Jadi Skandal: Tim 9 Desa Sidokerto dan Emak-Emak Pasang Badan

    • calendar_month Kamis, 16 Jan 2025
    • account_circle Ruang redaksi
    • 0Komentar

    Sidoarjo, Ruang.co.id – Skandal penjualan aset desa di Sidokerto, Kecamatan Buduran, Sidoarjo, semakin memanas. Ketua bersama dua anggota Tim 9 akhirnya memenuhi panggilan kedua dari Tim Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri (Kejari) Sidoarjo setelah sebelumnya mangkir dari panggilan pertama. Ketiganya, yakni Sam, Kas, dan Sur, tiba di Kejari Sidoarjo sekitar pukul 09.00 WIB, Kamis (16/1/2025). […]

  • Review Film Sinners 2025

    Sinners 2025: Kritik Sosial Pedas di Balik Dentuman Blues dan Taring Vampir!

    • calendar_month Minggu, 20 Apr 2025
    • account_circle Ruang Ilham
    • 0Komentar

    Ruang.co.id – Ryan Coogler kembali membuktikan diri sebagai maestro film bertema rasial dengan Sinners (2025). Kali ini, ia mengolah isu diskriminasi lewat metafora vampir dan musik blues era 1930-an, menciptakan sebuah film horor sosial yang tak biasa. Bagi penggemar cinema dengan lapisan makna mendalam, karya ini layak masuk daftar tontonan wajib. Film ini bukan sekadar […]

  • Belajar Budaya Indonesia di Surabaya

    28 Mahasiswa Asing Serbu Surabaya, Belajar Tari dan Alat Musik Tradisional Indonesia di Sekolah NSA

    • calendar_month Selasa, 25 Feb 2025
    • account_circle Mascim
    • 0Komentar

    Ruang.co.id – Surabaya, kota metropolitan yang kaya akan budaya, kembali menjadi pusat perhatian dunia pendidikan. Pada Selasa (25/2), sebanyak 28 mahasiswa asing dari 11 negara memadati Sekolah Nation Star Academy (NSA) Surabaya untuk mempelajari kekayaan budaya Indonesia. Mereka didampingi oleh 6 dosen dan staf dalam program Community and Technological Camp (CommTECH) Insight 2025, yang diinisiasi […]

  • Menko Polkam Mojokerto

    Menko Polkam Silaturahmi Bersama Tokoh Masyarakat Mojokerto di Pacet

    • calendar_month Sabtu, 14 Feb 2026
    • account_circle Ruang redaksi
    • 0Komentar

    Mojokerto Kab, Ruang.co.id – Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam), Djamati Chaniago, melaksanakan kunjungan kerja silaturahmi bersama para tokoh masyarakat Mojokerto di Desa Bendungan Jati Kecamatan Pacet. Dalam pertemuan di ruang rapat gedung putih serbaguna Graha Afia, Menko Polkam disambut K.H. Asep Saifuddin Chalim. Tampak hadir Bupati, Wakil Bupati dan Sekda Kabupaten Mojokerto, […]

  • Awal PDKT berubah saat sudah jalan

    Kenapa PDKT Awalnya Manis, Tapi Lama-Lama Jadi Berubah? Ini Alasannya!

    • calendar_month Selasa, 10 Des 2024
    • account_circle Ruang Ilham
    • 0Komentar

    Surabaya, Ruang.co.id – Awal kenal sama seseorang memang sering bikin hati deg-degan, apalagi kalau dia terlihat super manis dan perhatian. Rasanya seperti lagi di atas awan, ya! Tapi sayangnya, nggak semua kisah cinta berjalan mulus. Ada kalanya seseorang yang awal PDKT sweet banget tiba-tiba berubah. Semua perhatian itu mulai berkurang, dan kamu pun bertanya-tanya, “Kok […]

  • Pilkades Sidoarjo Regulasi Lemah

    Sorotan Akademisi, Marak Pelanggaran Pilkades Sidoarjo Banyak Celah Lemah Regulasinya

    • calendar_month Sabtu, 23 Mei 2026
    • account_circle Ruang Nurudin
    • 0Komentar

    Sidoarjo, Ruang.co.id – Pada Minggu, 24 Mei 2026, agenda serempak coblosan di TPS Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) di seluruh Sidoarjo, yang merupakan titik awal format pemilihan baru, penentuan mencari sosok kepala desa di Sidoarjo. Pelaksanaan Pilkades serentak di 80 desa, di Kabupaten Sidoarjo, namun menuai banyak sorotan tajam dari kalangan akademisi ilmu hukum UWK (Univ. Wijaya […]

expand_less