Breaking News
light_mode
Jumat, 23 Oktober 2026
Beranda » Terkini » RS Pusura Candi Berlindung di Balik Tembok Privasi: Jawab Prosedur Persalinan Remaja Pakai Kaset Rusak

RS Pusura Candi Berlindung di Balik Tembok Privasi: Jawab Prosedur Persalinan Remaja Pakai Kaset Rusak

  • account_circle Ruang Nurudin
  • calendar_month 1 jam yang lalu
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sidoarjo Ruang.co.id – Sikap tertutup dan terkesan ‘cuci tangan,’ ditunjukkan manajemen Rumah Sakit Pusura Candi, Sidoarjo. Saat didesak mengklarifikasi prosedur tata kelola administratif atas kasus persalinan remaja berusia 16 tahun yang bayinya berujung tewas, pihak rumah sakit justru memilih berlindung di balik benteng “privasi pasien”—sebuah alasan templat yang sama sekali tak nyambung dengan materi pertanyaan.

Peliputan bersama lima media siber (termasuk Ruang.co.id) sebelumnya, telah melayangkan surat konfirmasi resmi bernomor 012/SK-KLR/GAB-5MED/X/2026 tertanggal 19 Oktober 2026. Surat tersebut secara tegas menekankan bahwa jurnalis tidak meminta rekam medis maupun data pribadi pasien yang dilindungi undang-undang.

Ada enam item pertanyaan kelembagaan yang diajukan. Mulai dari penjelasan istilah diagnosis umum, standar operasional prosedur (SOP) penanganan pasien bersalin di bawah umur, koordinasi dengan aparat penegak hukum, hingga prosedur umum pemeriksaan forensik.

Singkatnya, hal yang ditanyakan adalah prosedur rumah sakit, bukan rahasia pribadi pasien. Namun, alih-alih memberikan jawaban substantif dan profesional, akun Humas & Marketing RS Pusura Candi pada Rabu (21/10/2026), hanya mengirimkan balasan singkat via WhatsApp dengan kalimat templat berikut:

“Mohon maaf, terkait informasi mengenai pasien, kami tidak dapat memberikan keterangan mengenai kondisi maupun informasi medis pasien karena merupakan ranah privasi yang wajib kami jaga kerahasiaannya…”

Sebuah jawaban klise itu, bak kaset rusak yang sama sekali tidak menyentuh satu pun dari enam poin pertanyaan resmi tersebut.

Kejanggalan Dokumen yang Bungkam

Keengganan RS Pusura Candi membongkar prosedurnya sendiri kian menyisakan tanda tanya besar.

Pasalnya, investigasi media menemukan serangkaian kejanggalan administratif yang cukup mencolok dalam dokumen pelayanan hospitalisasi korban:

– Surat Keterangan Lahir versus Kematian: Pihak RS menerbitkan Surat Keterangan Lahir untuk bayi yang pada Surat Keterangan Kematiannya dinyatakan Intrauterine Fetal Death (IUFD) alias meninggal di dalam kandungan.

Baca Juga  Dishub Surabaya Jaring 7 Jukir Liar di Kawasan Kota Tua

– Jam Kematian Ajaib: Jam kematian bayi tertulis sama persis hingga hitungan menit dengan jam kelahirannya.

– Status Pasien Berubah-ubah: Status pasien tercatat berbeda pada dua formulir hasil pemeriksaan laboratorium hanya dalam rentang waktu kurang dari 24 jam.

Rangkaian fakta ini bukan soal penilaian klinis medis—sebab hal itu ranah komite medik dan ahli. Ini murni soal transparansi dan akuntabilitas tata kelola kelembagaan RS Pusura Candi.

Main Kucing-Kucingan dan Lempar Janji

Pola tertutup RS Pusura Candi sejatinya sudah terlihat sejak awal. Hampir sepekan sebelum surat resmi dilayangkan, tim jurnalis sudah mendatangi RS Pusura Candi secara langsung. Hasilnya?

Wartawan hanya ditemui oleh pejabat yang mengaku Kepala Bagian Umum, yang sama sekali tak berkutik dan tak mampu memberikan penjelasan apa pun.

Kala itu, pihak RS menolak menyerahkan kontak Humas maupun Direksi. Mereka berkilah meminta nomor wartawan dan berjanji akan menghubungi kembali—sebuah janji manis yang tak pernah ditepati hingga berujung pada balasan WA seadanya.

Kerahasiaan medis memang benteng hukum untuk melindungi pasien. Namun dalam kasus ini, pasien adalah anak di bawah umur yang bayinya meninggal dunia, seorang korban yang tak lagi bisa bersuara untuk membela dirinya sendiri.

Ketika pertanyaan murni menyasar pada SOP dan keabsahan dokumen internal, lalu rumah sakit justru bentengi diri dengan narasi ‘privasi’, publik berhak bertanya: Siapa sebenarnya yang sedang dilindungi oleh RS Pusura Candi? Pasien, atau kebobrokan prosedur mereka sendiri?

Redaksi tetap membuka ruang hak jawab, koreksi, dan klarifikasi seluas-luasnya bagi manajemen RS Pusura Candi Sidoarjo sesuai dengan Kode Etik Jurnalistik.

  • Penulis: Ruang Nurudin

Rekomendasi Untuk Anda

  • Wali Kota Eri Cahyadi beri Bantuan korban puting beliung Surabaya

    Wali Kota Eri Cahyadi Bantu Warga Surabaya yang Terdampak Puting Beliung

    • calendar_month Sabtu, 30 Nov 2024
    • account_circle Ruang redaksi
    • 0Komentar

    Surabaya, Ruang.co.id – Peristiwa angin Puting Beliung di Surabaya Jumat sore, memporak-porandakan atap rumah sebagian warga kawasan Manyar Sabrangan, kawasan Mulyorejo, dan sekitarnya. Kejadian tersebut, setidaknya ada 25 rumah warga yang mengalami kerusakan pada bagian atap, dan dua orang warga luka ringan sehingga dilarikan ke Rumah Sakit Umum (RSU) Haji Sukolilo Surabaya. Melihat kejadian tersebut, […]

  • Olahraga Ringan yang Cocok untuk Ibu Rumah Tangga agar Tetap Sehat

    Olahraga Ringan yang Cocok untuk Ibu Rumah Tangga agar Tetap Sehat

    • calendar_month Rabu, 19 Feb 2025
    • account_circle Ruang Ilham
    • 0Komentar

    Ruang.co.id – Jadi ibu rumah tangga itu superhero banget! Tapi, jangan lupa istirahat juga ya. Badan juga butuh dimanjakan biar tetap fit. Sebagai ibu rumah tangga, waktu memang sering terasa seperti berlari lebih cepat daripada kecepatan cahaya. Tapi, jangan sampai kesehatan Anda terlupakan di tengah kesibukan yang tiada henti. Nah, di sini kita akan membahas […]

  • MTsN 3 Surabaya

    MTsN 3 Surabaya Lantik Duta Muda Moderasi Beragama, Mencetak Generasi Toleran yang Menghargai Keberagaman

    • calendar_month Jumat, 14 Feb 2025
    • account_circle Ruang Sely
    • 0Komentar

    Ruang.co.id – MTsN 3 Surabaya membuat langkah sejarah dengan melantik 10 siswa-siswi kelas 7 dan 8 sebagai Duta Muda Moderasi Beragama. Ini adalah langkah besar dalam mencetak generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga toleran dan menghargai keberagaman. Program ini mengajak siswa untuk memahami betapa pentingnya hidup berdampingan dalam masyarakat yang majemuk, […]

  • Reses Cak Yebe Lontar

    Reses Cak Yebe di Lontar Kawal U-Ditch dan Rutilahu

    • calendar_month Kamis, 8 Okt 2026
    • account_circle Mascim
    • 0Komentar

    Ruag.co.id – Reses Cak Yebe Lontar berlangsung di Candi Lontar, Sambikerep, Surabaya, Kamis (8/10/2026). Ketua Komisi A DPRD Surabaya Yona Bagus Widyatmoko menampung aspirasi U-Ditch dan menyalurkan bantuan. Warga RW 7 menyampaikan usulan pemasangan U-Ditch di sejumlah RT. Usulan itu masuk lewat Musrenbang, tetapi belum dikerjakan. Cak Yebe meminta pengurus RT dan RW merapikan dokumentasi […]

  • Mindset Childfree

    Fenomena Mindset Childfree: Pengertian, Alasan, dan Dampaknya di Era Modern

    • calendar_month Rabu, 4 Des 2024
    • account_circle Ruang Ilham
    • 0Komentar

    Surabaya, Ruang.co.id – Mindset childfree kini menjadi perbincangan hangat di kalangan masyarakat. Apa itu childfree? Mengapa banyak orang memilihnya? Simak penjelasan lengkapnya di sini. Apa Itu Mindset Childfree? Childfree adalah pilihan hidup di mana seseorang atau pasangan memutuskan untuk tidak memiliki anak, baik secara permanen maupun dalam jangka waktu tertentu. Pilihan ini berbeda dari childless […]

  • Tanda-tanda KDRT

    Tanda-Tanda Karakteristik Orang yang Berpotensi Melakukan KDRT

    • calendar_month Kamis, 15 Agt 2024
    • account_circle Ruang Ilham
    • 0Komentar

    Surabaya, Ruang.co.id – Kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) adalah masalah serius yang tidak boleh dianggap remeh. Pelaku KDRT seringkali memiliki pola pikir dan perilaku tertentu yang dapat menjadi tanda peringatan.KDRT tidak hanya meninggalkan luka fisik, tetapi juga trauma psikologis yang mendalam. Untuk memutus rantai kekerasan ini, penting bagi kita untuk mengenal tanda awal seorang pelaku KDRT. […]

expand_less