Breaking News
light_mode
Rabu, 28 Oktober 2026
Beranda » Rekomendasi » Wajib Tahu! Perbedaan Prona dan PTSL: Program Sertifikasi Tanah yang Perlu Kamu Ketahui

Wajib Tahu! Perbedaan Prona dan PTSL: Program Sertifikasi Tanah yang Perlu Kamu Ketahui

  • account_circle Ruang M Andik
  • calendar_month Minggu, 20 Okt 2024
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Surabaya, Ruang.co.id – Program sertifikasi tanah menjadi salah satu fokus pemerintah dalam memberikan kepastian hukum atas kepemilikan tanah kepada masyarakat. Dua program yang sering disebut dalam konteks ini adalah Proyek Operasi Nasional Agraria (Prona) dan Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL). Meski keduanya memiliki tujuan yang sama, yakni untuk memudahkan masyarakat dalam mendapatkan sertifikat tanah, ada beberapa perbedaan mendasar antara keduanya. Berikut adalah ulasan lengkap mengenai perbedaan Prona dan PTSL serta data terbaru terkait program ini.

Apa Itu Prona?

Proyek Operasi Nasional Agraria (Prona) adalah program pemerintah yang mulai dilaksanakan sejak tahun 1981 di bawah naungan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN). Tujuan utama Prona adalah membantu masyarakat, khususnya golongan ekonomi menengah ke bawah, dalam mendapatkan sertifikat tanah secara gratis atau dengan biaya sangat terjangkau. Prona awalnya lebih ditujukan untuk mempercepat proses sertifikasi tanah di daerah-daerah tertentu yang dianggap memerlukan prioritas.

Namun, program Prona sering kali terbatas dalam cakupan wilayah, jumlah penerima manfaat, serta kurang sistematis dalam proses pelaksanaannya. Oleh karena itu, seiring waktu, muncul kebutuhan untuk memperbarui dan meningkatkan program sertifikasi tanah, yang kemudian melahirkan PTSL.

Apa Itu PTSL?

Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) adalah pengganti dan pengembangan dari Prona yang mulai diimplementasikan secara masif pada tahun 2017. PTSL memiliki cakupan yang lebih luas dan sifatnya lebih menyeluruh dibandingkan dengan Prona. Melalui PTSL, pemerintah menargetkan agar seluruh tanah di Indonesia, baik di daerah perkotaan maupun pedesaan, dapat terdaftar dan bersertifikat.

Data dari Kementerian ATR/BPN menunjukkan bahwa hingga tahun 2023, lebih dari 81 juta bidang tanah di seluruh Indonesia telah terdaftar melalui program PTSL. Program ini juga menargetkan bahwa seluruh tanah di Indonesia akan terdaftar pada tahun 2025, sebuah ambisi yang tak pernah dicapai oleh Prona sebelumnya.

Baca Juga  8 Cafe di Bali dengan Sunset Terindah

Perbedaan Prona dan PTSL

Perbedaan utama antara Prona dan PTSL terletak pada metode pelaksanaan, cakupan wilayah, serta target program. Berikut ini beberapa poin perbedaan yang lebih rinci:

Cakupan Wilayah: Prona sering kali bersifat terbatas pada wilayah-wilayah tertentu dan tidak mencakup seluruh tanah di suatu daerah. Sebaliknya, PTSL mencakup seluruh wilayah Indonesia secara sistematis dan lengkap.
Proses Pendaftaran: Pada Prona, pendaftaran tanah lebih bersifat sporadis dan tergantung pada inisiatif masyarakat setempat. Sementara itu, pada PTSL, pendaftaran tanah dilakukan secara kolektif dan terorganisir oleh pemerintah, dengan mengidentifikasi bidang tanah yang belum terdaftar.
Target Akhir: Prona tidak memiliki target waktu yang jelas dalam menyelesaikan seluruh sertifikasi tanah di Indonesia, sedangkan PTSL memiliki target yang lebih ambisius, yaitu semua tanah di Indonesia harus terdaftar pada tahun 2025.
Sistem Pendataan: PTSL menggunakan teknologi yang lebih canggih dalam proses pendataan tanah, seperti pemetaan menggunakan sistem informasi geografis (GIS), yang tidak dilakukan dalam program Prona.

Berdasarkan data dari Kementerian ATR/BPN, berikut adalah perkembangan terbaru mengenai PTSL dan Prona:
PTSL: Hingga 2023, lebih dari 81 juta bidang tanah di Indonesia telah terdaftar melalui PTSL, dengan target 126 juta bidang tanah pada tahun 2025. Pemerintah juga mengalokasikan anggaran yang signifikan untuk mempercepat proses sertifikasi tanah melalui PTSL, dengan fokus pada daerah-daerah yang memiliki tingkat kepemilikan tanah belum bersertifikat yang tinggi.
Prona: Meski Prona telah berhenti dilaksanakan secara terpisah sejak PTSL diimplementasikan, program ini tetap memiliki kontribusi penting pada awal proses sertifikasi tanah di Indonesia. Namun, karena sifatnya yang sporadis, pencapaian Prona relatif kecil dibandingkan dengan PTSL.

Secara umum, PTSL merupakan penyempurnaan dari program Prona, dengan cakupan yang lebih luas, sistem yang lebih terorganisir, serta target yang lebih ambisius. Program PTSL telah memberikan dampak yang signifikan dalam mempercepat proses sertifikasi tanah di Indonesia, dan diharapkan seluruh tanah di Indonesia akan terdaftar pada tahun 2025. Bagi masyarakat yang ingin mendapatkan kepastian hukum atas tanahnya, memahami perbedaan antara Prona dan PTSL sangatlah penting, terutama terkait prosedur dan target yang berbeda.

Baca Juga  Tempat Kuliner Hits dan Enak Wajib Dicicipi di Malang

Dengan PTSL, pemerintah berupaya untuk memberikan perlindungan hukum yang lebih baik kepada seluruh masyarakat, sehingga diharapkan seluruh tanah di Indonesia akan tersertifikasi dalam waktu dekat.

  • Penulis: Ruang M Andik

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sidang Duplik Tipikor

    Sidang Duplik Neng Tiwik di Tipikor, Penasihat Hukum Bongkar Kelemahan Dakwaan JPU

    • calendar_month Kamis, 2 Jul 2026
    • account_circle Ruang Nurudin
    • 0Komentar

    Sidoarjo, Ruang.co.id – Sidang Tipikor di Pengadilan Negeri (PN) Kelas I Surabaya, menghadirkan momen penting ketika tim penasihat hukum terdakwa Neng Tiwik alias Sri Setyo Pratiwi, membacakan duplik di hadapan majelis hakim, sebelum majelis hakim memutuskan. Tim penasihat hukum Dr. Zaibi Susanto dan Dr. Mohammad Mashuri menegaskan, “Tidak ada fakta hukum baru dari penuntut umum, […]

  • ODGJ SIDOARJO

    Sumbangan Legislator dan Hiburan PAMDI untuk Ratusan Gelandangan dan Eks Orgil Penghuni Balai Rehab Sosial di Sidoarjo

    • calendar_month Sabtu, 23 Mei 2026
    • account_circle Ruang Nurudin
    • 0Komentar

    Sidoarjo, Ruang.co.id – Suara musik dangdut, menggema dari aula Balai Pelayanan dan Rehabilitasi Sosial PMKS (Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial) Dinas Sosial Jawa Timur di Sidoarjo, pada Sabtu pagi (23/5/2026). Bukan konser besar atau pesta hiburan biasa. Di tempat itu, ratusan penghuni balai yang selama ini bergulat dengan tekanan hidup, gangguan mental, hingga keterasingan sosial, tampak […]

  • Lenovo ThinkPad X9 15

    Lenovo ThinkPad X9 15 Aura Edition: Laptop Premium OLED 120 Hz Tanpa TrackPoint, Saingan MacBook Air

    • calendar_month Rabu, 26 Feb 2025
    • account_circle Mascim
    • 0Komentar

    Ruang.co.id – Lenovo kembali menghadirkan inovasi terbaru dengan meluncurkan ThinkPad X9 15 Aura Edition, laptop premium yang dirancang untuk bersaing langsung dengan MacBook Air. Dengan layar OLED 120 Hz yang memukau, baterai tahan lama, dan performa tangguh, laptop ini menawarkan pengalaman penggunaan yang luar biasa. Namun, ada satu hal yang mengejutkan: Lenovo memutuskan untuk menghilangkan […]

  • Tim Wasev TMMD

    Wabup Mimik Idayana Dampingi Tim Wasev TMMD Ke-126 Tinjau Panen Asa Program Bedah Rumah dan Ketahanan Pangan di Sidoarjo

    • calendar_month Jumat, 17 Okt 2025
    • account_circle Ruang Nurudin
    • 0Komentar

    Sidoarjo, Ruang.co.id –Tim Pengawasan dan Evaluasi (Wasev) TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-126, tiba di Sidoarjo. Brigadir Jenderal (Brigjen) TNI Farouk Pakar, yang memimpin dan sebagai ketua tim dan juga Direktur Teritorial Pusterad. Wakil Bupati Sidoarjo, Mimik Idayana didampingi jajarannya Forkompimda Sidoarjo, menyambut langsung kedatangan Brigjen Farouk fan Tim Wasev TMMD 126, di Pendopo Delta […]

  • KPU Sidoarjo raih penghargaan nasional

    Kinerja Gemilang KPU Sidoarjo: Penghargaan Nasional di Tangan!

    • calendar_month Selasa, 31 Des 2024
    • account_circle Ruang redaksi
    • 0Komentar

    Jakarta, Ruang.co.id – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sidoarjo kembali membuktikan kinerjanya yang unggul. Keberhasilan dalam menyelenggarakan Pilkada Serentak 2024 secara aman dan damai telah membawa KPU Sidoarjo meraih penghargaan bergengsi di tingkat nasional. Dalam acara Rapat Konsolidasi Nasional yang digelar oleh KPU RI di Jakarta, KPU Sidoarjo dianugerahi penghargaan Terbaik III untuk Kategori Perencanaan […]

  • Asal Usul Ngabuburit

    Sejarah dan Asal Usul Istilah ‘Ngabuburit’ di Indonesia, Tradisi Unik Menunggu Buka Puasa

    • calendar_month Senin, 3 Mar 2025
    • account_circle Ruang M Andik
    • 0Komentar

    Ruang.co.id – Ramadan selalu membawa nuansa tersendiri bagi masyarakat Indonesia. Salah satu tradisi yang paling dinantikan adalah Ngabuburit, aktivitas menunggu waktu berbuka puasa sambil melakukan berbagai kegiatan seru. Tapi, tahukah Anda sejak kapan istilah Ngabuburit muncul dan dari mana asalnya? Yuk, simak ulasan lengkapnya! Apa Itu Ngabuburit? Ngabuburit adalah tradisi khas Indonesia yang dilakukan menjelang […]

expand_less