Breaking News
light_mode
Selasa, 27 Oktober 2026
Beranda » Lifestyle » Fatima ‘Perang Kota’ Metafora Perempuan Kekinian yang Tak Kenal Lelah Berjuang

Fatima ‘Perang Kota’ Metafora Perempuan Kekinian yang Tak Kenal Lelah Berjuang

  • account_circle Ruang Ilham
  • calendar_month Selasa, 22 Apr 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Ruang.co.id – Dalam jagat sinema Indonesia yang kerap diwarnai stereotip, karakter Fatima di film Perang Kota hadir seperti oase. Ariel Tatum, yang memerankannya, menyebut sosok ini sebagai “cermin perempuan yang berjuang tanpa meminta pujian”. Latar belakang cerita yang mengambil setting era kemerdekaan justru membuatnya semakin universal.

Ariel menggambarkan Fatima bukan sekadar simbol kepahlawanan klise, melainkan representasi perempuan multitasking sepanjang zaman. “Dia adalah ibu yang mencintai anaknya, sekaligus pejuang yang tak sudi menyerah pada keadaan,” ujarnya dalam press conference di XXI Epicentrum Mall.

Dari Workshop ke Layar: Proses Menghidupkan Jiwa Fatima

Empat bulan persiapan intensif dihabiskan Ariel untuk menyelami kompleksitas Fatima. Pendekatan unik dilakukan dengan studi literatur diorama perjuangan perempuan tahun 1945 dan observasi terhadap para janda veteran. Hasilnya? Sebuah karakter yang bernapas:

  • Dimensi keibuan yang terlihat lewat adegan intim dengan Salim
  • Duri-duri psikologis saat harus mengambil keputusan berdarah
  • Nuansa kerentanan yang justru menguatkan kesan realistis

“Kami ingin menghindari glorifikasi. Fatima boleh berkeringat, menangis, bahkan ragu. Tapi di situlah kekuatannya,” papar Ariel.

Mengapa Fatima Masih Relevan di 2025?

Di tengah maraknya diskusi kesetaraan gender dan kesehatan mental perempuan, karakter ini ibarat cermin retak yang memantulkan realitas.

Pertama, ia menolak dikotomi “ibu atau pejuang”. Adegan saat Fatima menyusui sambil merakit senjata menjadi metafora sempurna tentang perempuan modern yang terjepit ekspektasi sosial.

Kedua, film ini secara jenius menampilkan resiliensi tanpa romantisme. Berbeda dengan tokoh wanita kebanyakan di sinema yang kuat karena plot armor, Fatima justru terlihat manusiawi dengan luka fisik dan psikis yang nyata.

Tafsir Kontemporer atas Perjuangan Fatima

Psikolog klinis Lusia Ardianti dalam analisis terpisah menyoroti tiga lapisan makna:

  • Ketahanan mental yang digambarkan melalui ritual kecil Fatima merapikan rambut di tengah perang
  • Agen perubahan dalam skala mikro lewat keputusannya melindungi anak-anak kampung
  • Subversi stereotip melalui adegan di mana Fatima memimpin taktik gerilya
Baca Juga  Kisah Max, Animator Surabaya yang Berkontribusi di Film Jumbo: Dari Magang Hingga Tayang di Bioskop!

“Karakter semacam ini langka. Biasanya perempuan dalam film laga hanya jadi penyemangat atau korban,” tandas Lusia.

Teknik Sinematik yang Memperkuat Pesan

Sutradara Ifa Isfansyah sengaja menggunakan beberapa pendekatan visual:

  1. Close-up wajah Ariel yang mempertahankan ekspresi ambigu antara lemah dan tegas
  2. Palet warna monokrom dengan sentuhan merah darah yang tidak vulgar
  3. Sound design yang menyisipkan suara detak jantung di tengah adegan tembak-menembak

“Kami ingin penonton merasakan degup konflik batin Fatima, bukan sekadar aksi fisik,” jelas Ifa.

  • Penulis: Ruang Ilham

Rekomendasi Untuk Anda

  • penyerobotan tanah Tulungagung

    Kasus Penyerobotan Tanah di Tulungagung Berujung Damai: Marni Dapat Kompensasi, Laporan Dicabut

    • calendar_month Senin, 20 Jan 2025
    • account_circle Ruang Nurudin
    • 0Komentar

    Tulungagung, Ruang.co.id – Perkara dugaan penyerobotan tanah dengan luas 2.295 m² di Desa Wates, Kec. Campurdarat, Kab. Tulungagung, atas laporan pengaduan Wakijan ke Polres Tulungagung kepada Marni, yang dianggapnya melakukan penyerobotan tanah, akhirnya kini berujung damai. Pengaduan Wakijan atas penyerobotan tanah itu, berlangsung sejak 23 Juni 2022 ditujukan kepada Marni, tidak lain adalah pemilik SHM […]

  • Seseorang terlihat seperti tanda Bohong

    Hati-Hati, Ini Tanda Seseorang Bohong!

    • calendar_month Senin, 7 Okt 2024
    • account_circle Ruang Ilham
    • 0Komentar

    Surabaya, Ruang.co.id – Wajah boleh tersenyum, tapi hati tahu. Pernahkah Anda curiga dengan seseorang? Mungkin saja mereka sedang menyembunyikan sesuatu. Kebohongan adalah bagian tak terhindarkan dari interaksi manusia. Sejak kecil, kita telah belajar berbagai cara untuk berbohong, baik secara sadar maupun tidak sadar. Meskipun kita semua pernah berbohong, terkadang penting untuk dapat mendeteksi kebohongan orang […]

  • Jurnalis BPJS Kesehatan Sidoarjo

    Cegah Penyakit Berbahaya, BPJS Kesehatan Ajak Insan Pers Kawal Layanan JKN

    • calendar_month Selasa, 22 Sep 2026
    • account_circle Ruang Nurudin
    • 0Komentar

    Sidoarjo, Ruang.co.id – BPJS Kesehatan Cabang Sidoarjo, memperkuat sinergitas bersama insan pers, melalui media gathering di Ratabata Cafe Sidoarjo, pada Selasa (22/9/2026). Kegiatan strategis ini, diikuti sekitar 40 insan jurnalis, guna mengoptimalkan edukasi publik, terkait penyelenggaraan Jaminan Kesehatan Nasional serta pola hidup sehat. Wenan Setyo Nugroho, manajemen BPJS Kesehatan Sidoarjo, menjelaskan peran penting insan pers […]

  • Krisis Air 2028

    Prediksi Krisis Air Sidoarjo di 2028, Perumda Delta Tirta Siapkan Antisipasi Kencangkan Produksi

    • calendar_month Sabtu, 31 Jan 2026
    • account_circle Ruang Nurudin
    • 0Komentar

    Sidoarjo, Ruang.co.id – Perumda Delta Tirta Sidoarjo bergerak cepat memacu pembangunan infrastruktur, demi membentengi masyarakat dari ancaman krisis air bersih, yang diprediksi bakal menghantam Kota Delta pada ambang tahun 2028 mendatang. Langkah berani ini ditegaskan Direktur Utama Perumda Delta Tirta Sidoarjo, Ir. Dwi Hary Soeryadi, M.MT, dalam momentum Media Gathering di Hotel Luminor Sidoarjo, Sabtu […]

  • Tokoh Penggerak Ekonomi Pesantren

    Momen HSN 2024, Sekretaris OPOP Dianugerahi Penghargaan Tokoh Ekonomi Pesantren

    • calendar_month Rabu, 23 Okt 2024
    • account_circle Ruang redaksi
    • 0Komentar

    Malang, Ruang.co.id – Pondok pesantren kini memiliki peran lebih luas, tidak hanya sebagai lembaga pendidikan agama dan dakwah, tetapi juga sebagai lembaga pemberdayaan ekonomi masyarakat. Hal ini ditegaskan dalam acara peringatan Hari Santri Nasional (HSN) di Pondok Pesantren An-Nur 2 Malang, Selasa (22/10). KH Fathul Bari, Pengasuh Pondok Pesantren An-Nur 2 Malang, menyampaikan pentingnya peran […]

  • Semut bisa mengangkat beban 50 kali berat tubuhnya

    Semut Bisa Mengangkat Beban 50 Kali Lipat dari Berat Tubuhnya, Benarkah?

    • calendar_month Selasa, 29 Okt 2024
    • account_circle Ruang Ilham
    • 0Komentar

    Surabaya, Ruang.co.id – Siapa sangka makhluk sekecil semut menyimpan kekuatan yang luar biasa? Pernahkah Anda memperhatikan semut membawa potongan daun atau makanan yang jauh lebih besar dari tubuhnya? Kemampuan semut mengangkat beban yang jauh melebihi berat tubuhnya memang mengagumkan. Bahkan, ada yang mengatakan bahwa semut bisa mengangkat beban hingga 50 kali lipat dari berat tubuhnya […]

expand_less