Ruang.co.id – Anggota komisi A DPRD Provinsi Jawa Timur H Ahmad Iwan Zunaih, turut memberikan masukan penting terkait penyelenggaraan ibadah haji tahun 1447 Hijriah atau 2026 Masehi. Ia menekankan agar berbagai permasalahan yang pernah terjadi pada pelaksanaan haji sebelumnya tidak kembali terulang, terutama yang menyangkut pelayanan terhadap jamaah, khususnya kelompok lanjut usia (lansia).
Menurut Legislator yang akrab disapa Gus Iwan ini mengingatkan agar petugas haji lebih berhati-hati dalam melakukan koordinasi. Terutama di titik-titik krusial seperti bandara. Ia menyoroti kejadian di masa lalu di mana terdapat jamaah lansia yang sempat telantar akibat miskomunikasi antar Petugas. Menurutnya, hal tersebut tidak boleh terulang kembali karena dapat membahayakan kondisi jamaah yang rentan.
Selain itu, ia juga menyinggung persoalan keterlambatan distribusi konsumsi bagi jamaah, khususnya saat pelaksanaan wukuf di Arafah. Ia meminta agar penyediaan katering dapat dilakukan secara tepat waktu dan terorganisir dengan baik, mengingat momen wukuf merupakan puncak ibadah haji yang membutuhkan kesiapan fisik dan mental jamaah.
Lebih lanjut, politikus Partai NasDem ini menyampaikan pentingnya ketersediaan fasilitas pendukung bagi jamaah yang membutuhkan, seperti kursi roda bagi lansia dan penyandang disabilitas, serta tenda yang layak dan nyaman selama di Arafah, Muzdalifah, dan Mina. Ia juga mengingatkan agar jumlah fasilitas tersebut mencukupi sehingga tidak terjadi kekurangan di lapangan.
Tak hanya itu, ia juga menyoroti transportasi bagi jamaah, khususnya layanan bus shalawat yang digunakan untuk mobilitas dari pemondokan ke Masjidil Haram. Ia berharap tidak ada lagi kejadian bus yang tersasar atau tidak sesuai rute, sehingga jamaah dapat beribadah dengan tenang dan nyaman.
Di sisi lain, Gus Iwan juga mengingatkan bahwa pelaksanaan haji tahun 1447 H yang diperkirakan jatuh pada Juni 2026 akan bertepatan dengan kondisi cuaca ekstrem di Arab Saudi. Suhu udara yang sangat panas berpotensi memberikan tantangan tersendiri bagi jamaah, terutama dari Indonesia yang tidak terbiasa dengan kondisi tersebut.
karena itu, dirinya menekankan pentingnya mitigasi yang matang dari seluruh pihak terkait. Persiapan harus dilakukan secara menyeluruh, mulai dari aspek kesehatan, logistik, hingga edukasi kepada jamaah mengenai cara menghadapi cuaca panas ekstrem.
Dengan berbagai masukan tersebut, Gus Iwan mengharapkan, penyelenggaraan ibadah haji tahun ini dapat berjalan lebih baik, memberikan kenyamanan serta keamanan bagi seluruh jamaah, dan meminimalisir berbagai kendala yang pernah terjadi di tahun-tahun sebelumnya.

