Muscab PKB Sidoarjo Memanas, Abdillah Nasih “Kuda Hitam” Perebutan Kursi Ketua DPC

Muscab PKB Sidoarjo mrmanas
Muscab PKB Sidoarjo di Favehotel berlangsung dinamis dan memanas dengan persaingan ketua DPC periode 2026. Abdillah Nasih, sang "Kuda Hitam". (Ist)
Ruang Nurudin
Ruang Nurudin
Print PDF

Sidoarjo, Ruang.co.id – Musyawarah Cabang (Muscab) DPC PKB Sidoarjo membahas pemilihan ketua baru, diikuti kader dan elite partai, berlangsung dinamis dengan persaingan empat kandidat kuat, mencakup konsolidasi internal dan arah politik lima tahun ke depan, ditujukan kepada struktur partai dan publik, digelar di favehotel Sidoarjo pada 04/04/2026.

Suasana forum sejak pagi hingga malam terpantau kompetitif. Empat nama mencuat dalam bursa ketua, yakni H. Subandi, H. Usman, Achmad Amir Aslichin, dan Abdillah Nasih.

Masing-masing membawa basis dukungan berbeda, mulai dari kekuatan struktural, pengalaman kader senior, hingga dorongan regenerasi politik.

Tensi politik meningkat seiring menguatnya isu manuver di internal. Sejumlah kader menyebut adanya tekanan terhadap pengurus tingkat kecamatan untuk mengarahkan dukungan.

Selain itu, muncul kekhawatiran masuknya figur di luar struktur yang dinilai berpotensi memengaruhi arah keputusan forum.

Ketua DPC PKB demisioner, Abdillah Nasih, menegaskan pentingnya menjaga soliditas partai di tengah dinamika yang berkembang.

“Siapa pun yang terpilih harus loyal dan tegak lurus pada keputusan partai,” ujarnya (04/04/2026).

Sementara itu, sosok Subandi, nama calon ketua yang diselundupkan, lantaran sudah tidak mengantongi kartu anggota atau KTA PKB.

Oleh karenanya, Subandi, yang juga Bupati Sidoarjo, juga info dari beberapa panitia Muscab, ia juga tidak diundang sebagai Bupati, untuk membuka acara Muscab.

Dalam forum Muscab ini, juga membahas laporan pertanggungjawaban kepengurusan periode 2021–2026 serta penyusunan program kerja baru.

Agenda ini mengacu pada mekanisme organisasi partai sebagaimana diatur dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga PKB, yang menegaskan Muscab sebagai forum tertinggi di tingkat cabang.

Selain agenda politik, tradisi keagamaan tetap mewarnai jalannya acara. Kehadiran Dewan Syuro dan para kiai, menjadi bagian penting dalam memberikan legitimasi moral bagi kepemimpinan baru.

Baca Juga  Zahlul Yussar Bawa Demokrat Sidoarjo Jadi “Kuda Hitam” Paling Berintegritas Tatap Kemenangan Pemilik 2029

Usai acara pembukaan Muscab PKB, Ketua PCNU, KH. Zainal Abidin, belum memberikan bocoran sosok nama yang terkuat menurutnya, ketika ditanya Ruang.co.id, apakah ada petunjuk Nama terkuat?. “Nggak ada petunjuk, mas,” ujar kelakar Kyai Zainal, sembari meninggalkan acara, Saptu malam (4/4)2026).

Data internal menunjukkan PKB masih menjadi salah satu kekuatan dominan di Sidoarjo, baik di eksekutif maupun legislatif. Karena itu, hasil Muscab dinilai strategis dalam menentukan peta politik lokal dan regional ke depan.

Hingga Sabtu malam, proses Muscab masih berlangsung dengan dinamika tinggi. Forum ini tidak hanya menentukan ketua baru, tetapi juga menjadi ajang konsolidasi besar untuk menjaga stabilitas dan arah perjuangan partai di tengah perubahan politik yang terus bergerak.