PAN Sidoarjo Resmikan Kantor dan Kepengurusan Baru, Target Naik 10 Kursi DPRD Sidoarjo di 2029

Kantor PAN Sidoarjo
Peresmian kantor baru PAN Sidoarjo jadi titik konsolidasi organisasi, target kursi legislatif meningkat dan penguatan basis pemilih muda. (Din)
Ruang Nurudin
Ruang Nurudin
Print PDF

Sidoarjo, Ruang.co.id – Khulaim Junaidi menegaskan konsolidasi PAN Sidoarjo, menyoroti kantor baru, pengurus, target kursi, disampaikan kepada kader dan publik, mencakup strategi politik dan sosial, menghasilkan komitmen bersama, di Desa Pagerwojo Sidoarjo, Minggu (03/05/2026).

Itu disampaikannya peresmian kantor baru dan pengurus Dewan Pimpinan Daerah Partai Amanat Nasional (DPD PAN) Sidoarjo di komplek perumahan Taman Tiara Regency, yang berlangsung dalam suasana khidmat.

Agenda itu dirangkai dengan tasyakuran dan pengukuhan kepengurusan periode 2025–2030. Sejumlah pengurus dari tingkat provinsi (DPW PAN) Jatim hadir. Tokoh agama dari ormas NU turut memimpin doa bersama sebelum pemotongan tumpeng.

Ketua DPD PAN Sidoarjo, Khulaim Junaidi, menyebut kantor baru sebagai simbol perjuangan panjang. Ia menegaskan fungsi kantor tidak berhenti pada fasilitas fisik.

Ia menyebutnya sebagai pusat gerakan politik dan sosial. “Kantor ini bukan hanya sebatas bangunan, tapi simbol perjuangan kader dan dukungan masyarakat,” ujarnya bersemangat.

Mula sekarang, setiap Jumat pengurus Sidoarjo dan legislatornya menjemput bola dan tidak menunggu bola di kantor baru DPD, untuk pro aktif mendatangi konsolidasi dan menyerap aspirasi semua masyarakat di bawah tanggungjawab masing – masing DPC PAN di Sidoarjo.

“Kita yang dari DPD dan semua anggota anggota DPRD PAN Sidoarjo setiap Jumat yang mendatangi rakyat di DPC – DPC. Jadi gak perlu repot – repot datang ke kantor baru DPD untuk merespons dan menyerap segala aspirasi dan harapan masyarakat dari tingkat RT/ RW di masing – masing DPC,” tandas Khulaim serius.

Husnul Aqib, Sekretaris DPW PAN Jawa Timur menilai, capaian yang pernah ditorehkan Khulam meraup 8 kursi di DPRD Sidoarjo saat itu sebagai Ketua DPD tersebut sebagai tonggak penting.

Baca Juga  Empat Nama ‘Ngunci’ PKB Sidoarjo, Suara Nasih dan Usman Menguat,  Usulan Nama Subandi Disortir

Ia mengingatkan perjalanan panjang organisasi yang sebelumnya berpindah tempat. Menurutnya, kepemilikan kantor permanen memperkuat identitas partai. “Ini harus jadi pusat gerakan yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” katanya.

Ia juga menekankan konsep collective work atau kerja kolektif. Istilah ini berarti kerja bersama lintas struktur organisasi. Ia menilai target peningkatan kursi legislatif realistis jika diikuti konsolidasi menyeluruh. Ia menyebut angka sepuluh kursi sebagai target terbuka.

Dalam perspektif hukum, aktivitas partai politik diatur dalam Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2011 tentang Partai Politik. Regulasi ini menegaskan fungsi partai sebagai sarana pendidikan politik, penyerapan aspirasi, dan partisipasi publik. Implementasi fungsi itu menjadi ukuran kinerja organisasi.

KH. Cholil, ulama Nadhlatul Ulama (NU) yang hadir dan selalu menyatakan dirinya mendukung PAN, memberi penekanan berbeda. Ia menyoroti dimensi spiritual dalam politik. Ia mengingatkan pentingnya keikhlasan dan kedekatan kepada Tuhan. “Semangat harus diimbangi doa dan keikhlasan agar membawa keberkahan,” ucapnya.

Dari tingkat akar rumput, suara lebih tajam muncul. Mistari, aktivis PAN DPC Jabon, mengingat masa ketika partai meraih delapan kursi DPRD. Ia menilai keberhasilan itu lahir dari kedekatan kader dengan masyarakat. “Dulu kader turun langsung ke desa, bukan sekadar cari kursi,” katanya.

Setelah masa kejayaan itu, Ia mengkritik pergeseran pola gerakan. Ia menyebut munculnya kompetisi internal yang kurang sehat. Ia mendorong kembali ke pendekatan berbasis masyarakat.

Ia juga menyoroti sektor UMKM dan pertanian sebagai basis kekuatan. UMKM merupakan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah, sektor ekonomi rakyat yang menyerap tenaga kerja besar.

“Kalau ranting punya UMKM produktif, itu jadi kekuatan ekonomi sekaligus basis politik,” ujarnya. Ia juga menyinggung kebutuhan infrastruktur desa, seperti jalan usaha tani. Menurutnya, program konkret lebih menentukan dibanding pendekatan elite.

Baca Juga  DPRD Sidoarjo Selamatkan PKL CFD Pedalindo di Ramadan, Rekomnya Stop di MPP dan Kembali ke Ponti atau Alun-Alun

Khulaim merespons dinamika tersebut dengan strategi baru. Ia menargetkan penguatan struktur hingga tingkat desa. Ia juga membuka ruang rekonsiliasi dengan tokoh lama. “Kita bangkitkan lagi semangat desa-desa yang dulu pernah menang,” katanya.

Selain itu, ia menyoroti pentingnya pemilih muda. Ia menilai perubahan perilaku politik generasi milenial dan Gen Z. Ia menyebut pendekatan konvensional tidak lagi efektif. “Anak muda ingin didengar, bukan diarahkan,” ujarnya.

Strategi digital disiapkan. Aktivitas media sosial menjadi pintu masuk. Ia menyebut platform seperti TikTok sebagai ruang komunikasi politik baru. Ia juga mendorong pemanfaatan teknologi untuk ekonomi kreatif. “Kita ajari mereka menghasilkan dari teknologi,” ucapnya.

Konsep ini dikenal sebagai digital empowerment atau pemberdayaan digital. Istilah ini merujuk pada peningkatan kapasitas individu melalui teknologi. Dalam konteks politik, pendekatan ini memperluas basis dukungan sekaligus meningkatkan literasi ekonomi.

Data Komisi Pemilihan Umum (KPU) menunjukkan pemilih muda mendominasi daftar pemilih tetap dalam beberapa pemilu terakhir. Fakta ini memperkuat urgensi strategi tersebut. Partai yang mampu menjangkau segmen ini memiliki peluang elektoral lebih besar.

Acara tasyakuran berakhir dengan Istighotsah bersama yang dipimpin KH. Cholil, sekaligus doa penutup bersama. Minggu paginya, sebagai wujud kerinduan dan kecintaan dengan Khulaim kembali menahkodai PAN Sidoarjo, DPC PAN Jabon mengibarkan baliho berukuran 2 kali 6 meter meninggi, yang dipancangkan di sepadan tengah jalan bekas akses layang Tol putus (Tol Pedhot) Jabon, akibat luapan lumpur Lapindo.

Kata Mistari, Baliho berisikan ucapan Selamat dan Sukses kembalinya Khulaim Junaidi memimpin DPD PAN Sidoarjo, dianggapnya merupakan baliho tertinggi selama ini di Kecamatan Jabon. PAN Jabon juga membagikan ‘sawer’ uang pecahan Rp10 ribu-an di tengah jalan tersebut, sebagai bagian dari luapan syukurnya. Tak ayal, ide kreatif Mistar dan rekan – rekanya menarik perhatian ribuan pengunjung jual beli PKL lalu lalang di sepanjang jalan bekas tol tersebut.

Baca Juga  Golkar Sidoarjo Komitmen Kawal Rakyat, Bukan Sekadar Perebutan Kekuasaa

Momentum ini, pungkas Khulaim, menandai awal konsolidasi baru mesin politiknya sudah dinyalakan dan tancap gas. Semua pihak sepakat pada satu hal. Soliditas internal dan kedekatan dengan masyarakat menjadi kunci utama menghadapi kontestasi politik mendatang.