Breaking News
light_mode
Minggu, 13 September 2026
Beranda » Daerah » Tiada Duanya, Budayawan Sidoarjo Geruduk DPRD dan Pendopo, Tuntut Kebijakan Adil

Tiada Duanya, Budayawan Sidoarjo Geruduk DPRD dan Pendopo, Tuntut Kebijakan Adil

  • account_circle Ruang Nurudin
  • calendar_month Selasa, 22 Jul 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sidoarjo, Ruang.co.id – Suasana Gedung DPRD dan Pendopo Delta Wibawa Kabupaten Sidoarjo berubah menjadi panggung peradaban, Selasa (22/7/2025).

Ketika ratusan pelaku budaya menggelar aksi damai bertajuk “Akselerasi Budaya Sidoarjo”. Ruwatan simbolik digelar, membakar kemenyan dan doa-doa dilangitkan, menolak roh jahat politik dan ketidakadilan budaya di Sidoarjo.

Di DPRD Sidoarjo, hampir 100 budayawan dengan berbagai atributnya, ditemui oleh Bangun Sekretaris, dan Usman anggota Komisi D. Kehadiran Budayawan yang menuntut keadilan ini, diterima yang nantinya akan dibahas di Komisinya.

Usai berorasi di DPRD, massa long march menuju Pendopo. Mereka membawa puluhan tuntutan, untuk menghidupkan kembali denyut budaya lokal yang dianggap mati suri.

Aksi ini disambut terbuka oleh Sekda Sidoarjo, Dr. Fenny Apridawati, yang hadir bersama Kadis Pendidikan dan Kebudayaan, Dr. Tirto Adi, dan Kabid Kebudayaan, Kartini, M.Pd.

Sebelum berlangsungnya dialog, para budayawan ini dari halaman luar melakukan kegiatan ritual, dengan sarana kemenyan dan garam, sebagai sesajen pengusir roh roh jahat yang ada di pusaran Pendopo Delta Wibawa.

“Ritual ini kita lakukan bersama – sama dengan tujuan positif, untuk mengusir roh – roh jahat yang menyelimuti pusaran Pendopo,” ujar Ki Sapto ahli pengobatan hipnoterapi.

“Kami meyakini, suasana suhu politik yang belakangan terjadi, dan kejadian – kejadian yang di luar nalar manusia terutama di pusaran pendopo, karena roh – roh jahat masih bergentayangan mengganggu ketenteraman Sidoarjo,” ungkapnya yng juga sekretaris salah satu komunitas budaya di Sidoarjo.

Dalam forum dialog terbuka bersama perwakilan budayawan, Sekda Fenny mengaku memahami keresahan para budayawan.

“Kami sangat menghargai semangat teman-teman pelaku budaya. Pemerintah terbuka terhadap aspirasi, namun tentu semua harus sesuai regulasi dan alur formal,” ujarnya.

Baca Juga  Mulyadi Targetkan 80 Persen Suara Kampanye di Desa Sanda Pupuan

Menyoal tuntutan Gedung Kesenian, Sekda menjelaskan bahwa rencana itu pernah diajukan, namun terganjal alih fungsi lahan menjadi Gedung Wanita dan Mal Pelayanan Publik.

Di sisi lain, tentang Nomor Induk Kelompok Kesenian, Sekda menyebut bisa diurus via OSS, namun pernyataan ini langsung diklarifikasi Tirto Kadisdikbud yang mengakui selama ini prosesnya bersifat manual.

“Prosesnya belum online. Hingga saat ini, kami tetap memprosesnya secara manual di dinas, karena belum masuk dalam sistem OSS,” tegas Tirto yang disambut baik para budayawan.

Si forum itu pula, perwakilan budayawan juga mempersoalkan penggunaan Event Organizer (EO) dalam program budaya daerah, yang dinilai sarat dugaan penyimpangan.

Sejumlah EO disebut tak jelas legalitasnya dan diduga difasilitasi oknum tertentu. Menanggapi itu, Kartini menepis tudingan tersebut.

“Kami tidak berani sembarangan. Semua kegiatan menggunakan APBD harus melalui prosedur yang ketat dan akuntabel. Bila ada dugaan, mohon dilampiri bukti dan sampaikan lewat mekanisme yang resmi,” ujar Kartini.

Sorotan lain datang dari Ketua DPC PWDPI Sidoarjo, Agus Subakti, ST, yang turut hadir dan memberi pernyataan keras.

“Kami akan dalami semua hal yang disuarakan. Pers melalui penyampilaian berita, sekaligus sebagai pengawal kebenaran sebagai bentuk kontrol sosial masyarakat,” tandas Agus.

Aksi ini tak hanya bicara gedung atau agenda seremonial. Di tempat – tempat sarana vital pemerintahan dan dewan ini, mereka menuntut haknya sebagai berikut: hak yang sama adilnya sosial-budaya, dari pemetaan situs makam leluhur, penghargaan seniman, hingga pengakuan legal bagi praktisi spiritual dan pengobatan alternatif.

Kini, semua mata tertuju pada langkah lanjutan Pemkab. Apakah pertemuan ini hanya menjadi angin lalu, atau benar-benar membuka jalan menuju kebijakan kebudayaan yang berkeadilan?

Baca Juga  Gema Sholawat di Pilkades, di Antara Rob dan Harapan Warga Kalanganyar pada Cakades Muda

Dari Pendopo Jenggolo, suara para pewaris budaya telah menggema. Saatnya pemerintah menjawabnya bukan dengan janji, tapi tindakan konkret.

Aksi damai ini bagi para budayawan ini sebagai wujud ruwatan sejarah, menghapus kelam, membuka lembar baru kebudayaan Sidoarjo yang lebih beradab dan bermartabat.

  • Penulis: Ruang Nurudin

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kerugian negara Dipertanyakan

    Saksi Dua Klaster Dakwaan “Memanas”, Celah Kerugian Negara Proyek Kolam Pelindo Dipertanyakan?

    • calendar_month Kamis, 7 Mei 2026
    • account_circle Ruang Nurudin
    • 0Komentar

    Surabaya, Ruang.co.id – Sidang lanjutan pemeriksaan saksi hingga klaster 2 dari Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Negeri (JPU Kejari) Tanjung Perak Surabaya, dikonfrontir tajam oleh tim penasihat hukum 6 terdakwa perkara korupsi proyek kolam Pelindo, di ruang sidang Chandra Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Pengadilan Negeri (PN) Surabaya Kelas I di Jalan raya Juanda, Kecamatan Sedati, […]

  • Zodiak yang punya sikap tenang

    5 Zodiak Punya Sikap Tenang Meski Dihantam Masalah Berat

    • calendar_month Kamis, 19 Sep 2024
    • account_circle Ruang Ilham
    • 0Komentar

    Surabaya, Ruang.co.id – Pernahkah Anda bertanya-tanya mengapa ada orang yang begitu tenang di tengah badai kehidupan, sementara yang lain mudah terombang-ambing? Ternyata, zodiak kita mungkin memiliki peran yang lebih besar dalam cara kita menghadapi masalah daripada yang kita kira. Tidak semua orang mampu menghadapi masalah berat dengan kepala dingin. Namun, ada beberapa zodiak yang dikenal […]

  • Cak dan Ning Cilik Surabaya

    Cak dan Ning Cilik 2025: Generasi Emas Surabaya Lahir!

    • calendar_month Rabu, 25 Jun 2025
    • account_circle Ruang Nurudin
    • 0Komentar

    Ruang.co.id – Balai Budaya Surabaya kembali bergema dengan gegap gempita Grand Final Cak dan Ning Cilik 2025, sebuah ajang yang tak hanya memamerkan bakat, tetapi juga memperkuat identitas budaya anak-anak Surabaya. Dari 300 pendaftar berprestasi, tersaring 30 finalis terbaik yang siap membawa pesona dan karakter khas Surabaya ke tingkat yang lebih tinggi. Acara ini bukan […]

  • Blade GT 5G Smartphone Tangguh

    Blade GT 5G: Smartphone Tangguh dengan Desain LED Unik

    • calendar_month Senin, 17 Feb 2025
    • account_circle Mascim
    • 0Komentar

    Ruang.co.id – Jika Anda sedang mencari smartphone 5G yang tahan banting dengan desain unik dan spesifikasi canggih, Blade GT bisa jadi pilihan tepat. Blade GT 5G kini tersedia di Amazon dengan diskon 26%, membuatnya lebih terjangkau untuk banyak orang. Smartphone ini memadukan desain keren dengan teknologi terkini, seperti layar 120Hz dan baterai 5500mAh. Mari kita […]

  • Arnold Zadrach Sitaniya Bartender Cruz Lounge Vasa Hotel

    3 Korban MD, Bartender Cruz Lounge Vasa Hotel Hanya Divonis 3 Tahun Penjara

    • calendar_month Selasa, 23 Jul 2024
    • account_circle Ruang Arif
    • 0Komentar

    Surabaya, Ruang.co.id – Terdakwa Arnold Zadrach Sitaniya, bartender Cruz Lounge Vasa Hotel, dinyatakan bersalah dalam kasus keracunan alkohol yang menewaskan tiga orang di Cruz Lounge Vasa Hotel, Surabaya. Pengadilan Negeri (PN) Surabaya No. Perkara 705 ruang Garuda 1 pada Selasa 23/7/24 memutuskan bahwa Arnold terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana sebagaimana diatur dalam […]

  • Kuasa Hukum Nor Komariah

    Skincare Nezma Terjerat Fitnah: Kuasa Hukum Nor Komariah Buka Suara soal Ancaman dan Kerugian Miliaran

    • calendar_month Jumat, 20 Feb 2026
    • account_circle Mascim
    • 0Komentar

    Ruang.co.id – Dunia bisnis kecantikan tanah air kembali diguncang isu hukum yang tidak sedap. Kali ini, pemilik produk skincare Nezma dan Klinik Kecantikan RMC Aestetic, Sdri. Nor Komariah Qq PT Riya Mahya Cantika, harus berhadapan dengan tudingan miring yang beredar luas di media sosial. Melalui kuasa hukumnya, Sahlan Azwar SH MH selaku partner di Lawfirm […]

expand_less