Breaking News
light_mode
Rabu, 28 Oktober 2026
Beranda » Pendidikan » Anak SDN Sidoarjo Terkorbankan, DPRD dan Publik Desak Reformasi Pendidikan

Anak SDN Sidoarjo Terkorbankan, DPRD dan Publik Desak Reformasi Pendidikan

  • account_circle Ruang Nurudin
  • calendar_month Jumat, 22 Agt 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sidoarjo, Ruang.co.id – Puluhan murid SD di Kabupaten Sidoarjo merasakan dampak pahit SPMB (Sistem Penerimaan Murid Baru), yang menyalahi batas pagu.

Banyak anak harus pindah sekolah, sedikitnya ada 24 siswa di dua SDN dan yang 2 siswa beserta orang tuanya menolak pindah sekolah. Padahal mereka sudah merasa nyaman.

DPRD Sidoarjo melalui Komisi D sebagian besar merespons dengan kecaman tajam, dan menyerukan reformasi sistem yang lebih manusiawi.

Hal itu melihat realitas yang menyakitkan bagi siswa dan orang tua siswa, hanya karena melebihi Pagu sekolah dari buruknya pengawasan Dispendikbud Sidoarjo.

Hasil monitoring Dispendikbud Sidoarjo menemukan 11 sekolah mengalami overquota, dengan total 48 siswa terdampak. SDN Candipari II memegang catatan tertinggi: 14 siswa kelebihan, diikuti SDN Kesambi dengan 12 siswa lebih.

Dispendikbud memastikan anak-anak itu dengan alibi tidak DO (drop out), meski anak – anak itu sempat dikeluarkan dari sekolah awal yang sudah sekitar dua minggu lebih mengikuti kegiatan belajar.

Tetapi dialihkan ke sekolah terdekat agar tetap tercatat di dapodik dan mendapat ijazah. Di Candipari II, separuh siswa dipindahkan ke SDN Candipari I, sisanya “dititipkan” administrasi agar bisa tetap belajar.

“Dari dinas pendidikan sudah memberikan arahan kepada para Kepala sekolah, untuk berkoordinasi dengan para siswa dan orang tuanya, untuk mengalihkan murid-murid dari kelebihan Pagu itu, untuk ditempatkan di SD yang pagunya belum penuh, sehingga nanti para siswa dapat masuk dalam dapodik dan mendapatkan biaya operasional sekolah,” kilah Tirto Adi Kepala Dispendikbud, dalam acara hearing.

Kritik Tajam DPRD: Sistem Kaku dan Koordinasi Lemah

Dalam prolog dimulainya hearing, Komisi D DPRD mengecam lemahnya koordinasi Dispendikbud. Ketua Komisi D, Dhamroni Chudlori, menyebut overquota bukan sekadar kegagalan teknis, tetapi kesalahan sistemik, serta lemah mengedepankan rasa kemanusiaan.

“Kalau SDN sampai penuh, artinya tingkat kepercayaan masyarakat terhadap sekolah negeri sudah kembali naik,” ujar Dhamroni.

Baca Juga  Kerap Bolos, 13 Siswa SMA Negeri 6 Surabaya Tidak Naik Kelas

“Kepala sekolah dan dinas seharusnya bisa memprediksi sejak awal. Anak-anak yang terdampak juga perlu didampingi orang tua agar kondisi psikologis mereka tetap nyaman”.

Kritikan juga datang dari Wakil Ketua Bangun Winarso, yang menilai Dispendikbud, “kurang koordinasi hingga muncul masalah ini yang ramai jadi pembicaraan publik”. Ini menunjukkan sistem yang dibiarkan berjalan tanpa kontrol memadai.

Orang Tua Terbelah: Antara Lega dan Luka Emosional

Anak-anak menangis saat sekolah lama mereka tiba-tiba menyatakan kelebihan kuota. Sekalipun pihak sekolah dan guru “membujuknya” dengan persuasif.

Belum lagi ongkos transportasi, seragam baru, atau biaya adaptasi di sekolah baru. Orang tua merasa sudah mengeluarkan biaya seragam dan perlengkapan, kok tiba-tiba disuruh pindah tanpa penjelasan logis dan manusiawi, begitu ungkap seorang wali murid frustasi di lapangan.

Kepala sekolah juga mengaku, selalu ada laporan dan koordinasi dengan Dispendikbud saat pelaksanaan SPMB, sekalipun diantara mereka merasa takut untuk menjukkan jatidirinya.

Bangun Winarso, Wakil Ketua Komisi D menilai, Dispendikbud semestinya juga melakukan pendekatan demografis dan geografis untuk dilakukan analisa lapangan temuan perkembangan terbarunya.

“Bahkan semestinya menurut aturan SPMB dalam situasi dan kondisi tertentu, pihak sekolah boleh mengajukan tambahan rombel, melalui usulan ke Dispendikbud untuk di tandatangani dan disetujui Bupati maupun di lingkungan dinas pendidikan di tingkat provinsi Jawa Timur,” tandas Bangun Winarso.

Hal demikian dengan lemahnya atau tidak maksimal koordinasi dari Dispendikbud, menyebabkan tekanan administrasi terhadap sekolah, murid dan wali murid.

Transparansi & Tanggung Jawab Utama Dispendikbud

Dalam hearing, Kepala Dispendikbud Tirto Adi beralasan secara normatif dan mengakui transisi SPMB berbeda dengan PPDB, dengan sistem dapodik yang menutup pagu.

Ia menegaskan bahwa semua pemindahan siswa dilakukan dengan biaya sekolah, bukan orang tua, dan sudah melibatkan wali murid dalam rapat koordinasi untuk persetujuan.

Lebih lanjut, lagi – lagi beralibi dan terkesan pembenaran diri dan melempar tanggung jawab ke pihak lembaga sekolah, kepada pers Ia berjanji memperkuat sosialisasi aturan pagu dan memberikan sanksi, mulai dari teguran lisan hingga peringatan tertulis apabila terjadi pelanggaran aturan.

Baca Juga  Pemain Persebaya U20 Nabil Loverino Mulai Kuliah di Kedokteran Unusa

Sebaliknya, Komisi D DPRD mendorong beberapa langkah konkret agar kasus rawan ini tak terulang kembali. Yaitu antisipasi awal sekolah wajib mengajukan tambahan rombel saat animo masyarakat tinggi.

Sistem peringatan dini, Dispendikbud perlu mendesain dashboard real-time pagu dan animo untuk pengambilan kebijakan cepat.

Pendampingan psikologis terhadap anak perlu trauma healing saat pindah, sebagai adaptasi emosional harus diutamakan.

Transparansi publik dari Dispendikbud atas seluruh mekanisme SPMB, harus disosialisasikan ulang kepada masyarakat hingga paham.

Evaluasi terhadap Dispendikbud diperlukan, untuk revisi sistem SPMB agar lebih lentur mengikuti realitas jumlah siswa dan antisipasi anomali kuota.

Reformasi Pendidikan atas Hak dan Masa Depan Anak

Bangun Winarso menegaskan, kasus ini menyadarkan kita, bahwa pendidikan bukan sekadar urusan sistem administratif, tetapi menyangkut hak mendasar anak atas kenyamanan dan keadilan.

“Dispendik harus membuat kebijakan yang jelas, poin ketentuan apa saja yang rasional yang tidak memberatkan orang tua siswa dan transparan untuk memindahkan siswa ke sekolah lain,” tukas Bangun.

“Jangan sampai anak yang rumahnya di belakang sekolahan asal, dipindah ke sekolah lain, ya kalau jaraknya 100 – 200 meter masih maklum, tapi kalau sampai 1 atau 2 kilo meter, kan kasihan siswa dan orang tuanya!,” tandasnya.

DPRD menyuarakan, jika anak-anak merupakan sebuah prioritas, sistem harus bisa menyesuaikan, bukan sebaliknya. Terhadap sisa dua siswa yang tidak mau dipindah, DPRD menyerukan agar Dispendikbud tidak memaksakan kehendak untuk memindahnya, sembari dicarikan solusi Pemkab bersama DPRD yang tepat.

Di awal hearing, Dhamroni menegaskan, “Permasalahan ini mesti jadi momentum agar sistem pendidikan tahun depan lebih manusiawi dan inklusif.” Dengan harapan, reformasi ini jadi titik balik sistem pendidikan menjadi lebih responsif, demi masa depan anak-anak di Sidoarjo dan Indonesia.

Baca Juga  Kenapa Air Panas Bisa Beku Lebih Cepat? Sains Ajaib yang Bikin Bingung!

PWDPI Sidoarjo Minta Bupati Serius Evaluasi Dispendikbud

Tak hanya DPRD, sebuah organisasi profesi pers pun ikut bersuara keras atas masalah ini. DPC Persatuan Wartawan Duta Pena Indonesia (PWDPI) Sidoarjo mengritik tajam dari masalah SPMB itu. Ketua DPC PWDPI Sidoarjo, Agus Subakti, ST, menilai Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dispendikbud) gagal menjalankan perannya sebagai penanggung jawab utama penyelenggaraan pendidikan.

Kasus kelebihan siswa di SDN Candi Pari 2 Porong, yang memaksa belasan anak harus dipindahkan ke sekolah lain, menurutnya adalah bentuk nyata dari ketidakseriusan Dispendikbud dalam mengantisipasi persoalan Pagu dan usulan Rombel.

“Dispendik jangan cuci tangan. Ini jelas kegagalan manajemen yang sangat fatal. Anak-anak bukan barang yang bisa dipindah seenaknya. Mereka punya perasaan, punya hak, dan punya masa depan. Kalau pemerintah abai, maka yang jadi korban adalah siswa dan orang tua,” tegas Agus Subakti saat dimintai tanggapan, Jumat (22/8/2025).

Menurutnya, alasan normatif yang disampaikan Kepala Dispendikbud Sidoarjo, Tirto Adi, dalam hearing bersama Komisi D DPRD, hanya terkesan sebagai alibi untuk menutupi lemahnya perencanaan dan koordinasi.

“Kalau memang sudah dilakukan sosialisasi dan monitoring, seharusnya tidak muncul kasus kelebihan siswa. Pernyataan yang dilempar ke publik ini justru membuktikan Dispendik tidak profesional, dan minim antisipasi. Ini bukan sekadar salah teknis, tapi salah kelola,” kritik Agus.

Agus juga mendesak agar Bupati Sidoarjo turun tangan langsung mengevaluasi kinerja jajaran Dispendikbud. Ia menilai, permasalahan ini tidak bisa dianggap sepele, karena menyangkut hak dasar masyarakat.

“Ini bukan lagi soal kelebihan kuota, tapi soal integritas dan tanggung jawab pemerintah. Jika Dispendik hanya sibuk memberi teguran ke sekolah tanpa introspeksi diri, maka masalah seperti ini akan terus berulang setiap tahun. Bupati harus turun langsung, jangan sampai kepercayaan masyarakat terhadap sekolah negeri hancur,” tegas Agus.

  • Penulis: Ruang Nurudin

Rekomendasi Untuk Anda

  • Paulo Meneses Madura United

    Perkenalkan Pelatih Asal Portugal, Paulo Meneses Harapan MU Keluar dari Zona Degradasi

    • calendar_month Minggu, 6 Okt 2024
    • account_circle Ruang Wawan
    • 0Komentar

    Surabaya, Ruang.co.id – Madura United (MU) resmi memperkenalkan Paulo Jorge Coelho Meneses sebagai pelatih kepala baru. Pelatih asal Portugal ini diperkenalkan di tengah jeda kompetisi karena agenda FIFA Match Day Oktober 2024, menggantikan pelatih caretaker Rakhmat Basuki yang sebelumnya mengambil alih setelah perpisahan dengan Widodo C. Putro. Direktur Utama PT. Polana Bola Madura Bersatu (PBMB), […]

  • Renang Perairan Terbuka Jatim Tambah 2 Emas Lagi di PON XXI 2024

    Renang Perairan Terbuka Jatim Tambah 2 Emas Lagi di PON XXI 2024

    • calendar_month Rabu, 11 Sep 2024
    • account_circle Ruang M Andik
    • 0Komentar

    Medan, Ruang.co.id – Jawa Timur (Jatim) terus menambah pundi – pundi emas. Renang perairan terbuka menjadi lumbung emas bagi kontingen Jawa Timur (Jatim). Setelah dua hari sebelumnya mendapatkan tiga emas, kontingen Jatim hari ini, Rabu 11 September 2024 kembali mendapat tambahan dua medali emas di PON XXI 2024 Aceh – Sumut. Dua medali emas terbaru […]

  • Pendidikan anti korupsi

    Cetak Generasi Anti Korupsi, Aksi Nyata Inspektorat Sidoarjo di Sekolah untuk Gaungkan: Lawan Korupsi!

    • calendar_month Jumat, 30 Mei 2025
    • account_circle Ruang Nurudin
    • 0Komentar

    Sidoarjo, Ruang.co.id – Di tengah maraknya kasus korupsi yang menggerogoti negeri ini, Kabupaten Sidoarjo menunjukkan arah baru: memerangi korupsi mulai dari akar, bagi para pelajar. Melalui program sosialisasi pendidikan anti korupsi, Inspektorat Sidoarjo gencar menyambangi sekolah-sekolah demi menanamkan nilai-nilai integritas sejak dini. Rabu pagi (28/5), lapangan indoor SMP Negeri 3 Candi penuh semangat muda. Sekitar […]

  • Selebrasi Benjamin Sesko usai mencetak gol kemenangan Manchester United vs Crystal Palace di Old Trafford (Photo : Official ManUtd)

    Comeback Dramatis! Sesko Bawa Manchester United Taklukkan Crystal Palace 2-1 di Old Trafford

    • calendar_month Senin, 2 Mar 2026
    • account_circle Ruang Wawan
    • 0Komentar

    Ruang.co.id – Laga Manchester United vs Crystal Palace di Old Trafford benar-benar menyajikan drama khas Premier League. Saya melihat pertandingan ini seperti dua babak cerita yang sangat berbeda. Di awal, United tampak lambat. Namun pada akhirnya, mereka menunjukkan mental baja dan membalikkan keadaan menjadi kemenangan 2-1. Sosok yang kembali mencuri perhatian tentu saja adalah Benjamin […]

  • PPPK Paruh Waktu

    PPPK Paruh Waktu: Solusi Baru bagi Tenaga Honorer Gagal Seleksi PPPK Tahap II 2024

    • calendar_month Minggu, 2 Mar 2025
    • account_circle Ruang Gentur
    • 0Komentar

    Ruang.co.id – Bagi para tenaga honorer yang sedang mempersiapkan diri untuk Seleksi PPPK Tahap II 2024, ada kabar menarik dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPANRB). Melalui Keputusan Menteri (Kepmen) PANRB Nomor 16 Tahun 2025, pemerintah memberikan solusi bagi tenaga honorer yang gagal atau tidak memenuhi lowongan kebutuhan. Mereka akan dialihkan menjadi PPPK […]

  • Jadwal Tayang "Iblis dalam Kandungan 2: Deception" di Bioskop Surabaya Hari Ini

    Jam Tayang “Iblis dalam Kandungan 2: Deception” di Gedung Bioskop Surabaya Hari Ini 28 Februari 2025

    • calendar_month Jumat, 28 Feb 2025
    • account_circle Ruang Ilham
    • 0Komentar

    Ruang.co.id – Siapkan diri untuk ketakutan yang mendalam! Film horor Indonesia yang sangat dinanti, “Iblis dalam Kandungan 2: Deception”, akhirnya hadir di gedung bioskop Surabaya. Bagi kalian yang penasaran dengan kelanjutan kisah Amelia dan teror yang menghantuinya, pastikan untuk menonton film ini di layar lebar. Digarap oleh Johansyah Jumberan, yang sebelumnya sukses dengan “Saranjana: Kota […]

expand_less