Breaking News
light_mode
Rabu, 28 Oktober 2026
Beranda » Terkini » Kontroversi Abolisi Tom Lembong dan Amnesti Hasto: Pakar Hukum Soroti Akankah Keadilan Dipertaruhkan?

Kontroversi Abolisi Tom Lembong dan Amnesti Hasto: Pakar Hukum Soroti Akankah Keadilan Dipertaruhkan?

  • account_circle Ruang Nurudin
  • calendar_month Minggu, 3 Agt 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Ruang co.id – Pemberian abolisi terhadap bebasnya Thomas Lembong dari tuntutan pidana korupsi, dan amnesti terhadap Hasto Kristiyanto mencuat ke ruang publik, memantik perdebatan etik, hukum, dan moral di tengah semangat pemberantasan korupsi dan penguatan demokrasi pasca rezim.

Ahli hukum pidana magister lulusan Univ. Airlangga (Unair), Abd. Gofur, SH., MH., memberikan pandangan tajam yang menyentuh inti nurani keadilan bangsa ini.

Menurut Gofur, baik abolisi maupun amnesti merupakan hak prerogatif Presiden yang diatur dalam Pasal 14 UUD 1945 dan sesuai dengan UU Darurat No. 11 Tahun 1954 Tentang Amnesti dan Abolisi. Namun, pemberian keduanya bukan tanpa batas.

“Abolisi maupun amnesti bukan produk politik, tetapi harus diletakkan dalam kerangka keadilan hukum yang objektif dan tidak diskriminatif,” ujarnya dalam wawancara eksklusif Ruang co.id.

Abolisi Tom Lembong: Risiko Menghapus Akuntabilitas?

Polemik bermula saat beredar kabar bahwa Tom Lembong, eks pejabat tinggi pemerintahan, mantan menteri perdagangan di rezim Presiden Jokowi, telah menerima abolisi atas kasus dugaan korupsi atau pelanggaran hukum strategis.

Saat itu Ia sebagai Menteri Perdagangan, Mendag RI, dalam hal kebijakannya impor gula, yang dianggap jaksa penuntut dari pengadilan negeri tingkat pertama di Jakarta, ada temuan kerugian negara.

Gofur menilai, jika benar kasus yang didakwakan terhadap Tom Lembong itu terkait tindak pidana korupsi, maka pemberian abolisi adalah sudah sangat tepat.

“Korupsi adalah extraordinary crime, terkait perkara Tom Lembong, sudah pantas dijadikan obyek abolisi, kecuali ada alasan luar biasa yang bisa dipertanggungjawabkan secara etik dan hukum,” tegas AGP Law Office Jakarta ini.

Ia menambahkan, jika abolisi dijadikan tameng politis, maka publik bisa kehilangan kepercayaan terhadap komitmen negara dalam pemberantasan korupsi.

Baca Juga  Yudo Herbeno Penyair dan Penyiar Surabaya Wafat

“Abolisi bukan penghapus dosa, ia harus diuji dalam cahaya transparansi secara terang benderang,” tambah Gofur.

Amnesti Hasto: Rehabilitasi atau Justifikasi?

Sementara itu, amnesti terhadap Hasto Kristiyanto, Sekjen PDI Perjuangan yang tengah tersandung perkara dugaan korupsi menghalangi penyidikan KPK, menuai polemik serupa.

Menurut Gofur, amnesti harus diberikan atas tindak pidana yang bermuatan politik atau dianggap sudah tidak relevan dengan semangat rekonsiliasi kebangsaan.

“Kalau kasusnya berkaitan dengan obstruction of justice, maka amnesti bisa berbahaya bagi integritas penegakan hukum,” ujar alumnus S1 ilmu hukum UWK Surabaya.

Ia menegaskan bahwa justifikasi amnesti tidak boleh semata demi stabilitas politik jangka pendek.

“Kita sedang menata ulang peradaban hukum, bukan sekadar memenangkan narasi politik,” katanya.

Rambu Konstitusional dan Hati Nurani Publik

Gofur mengingatkan bahwa setiap pemberian abolisi dan amnesti wajib melewati pertimbangan Mahkamah Agung serta konsultasi dengan DPR.

“Tapi lebih dari itu, ia juga harus melewati saringan akal sehat rakyat dan nurani konstitusi. Jangan sampai hukum menjadi instrumen elite untuk melupakan keadilan,” pungkasnya.

Dalam situasi politik yang kian sensitif, suara publik dan akademisi seperti Gofur menjadi jangkar etis agar keadilan tidak diseret ke kubangan kepentingan.

Pertanyaannya kini, apakah kita masih percaya bahwa hukum adalah panglima, ataukah ia telah direduksi menjadi pelayan kekuasaan dari perlakuan kesewenangan hukum sebelumnya?

Public/ Social Punishment untuk Public Trust pada Hukum dan Politik

Hukuman publik atau sosial masyarakat atau dalam bahasa asingnya Public Punishment, menurut Gofur, justru lebih berbahaya ketimbang hukuman murni pidana atau perdata.

Hukumannya tentu juga secara politik, terhadap orang yang perlakuannya sewenang – wenang.

Nantinya, kata Gofur, akan diganjar oleh publik, bahwa dia tidak dipercaya lagi sebagai pejabat atau mantan pejabat.

Baca Juga  Nyawa Baru Transformasi Eks Hi-Tech Mall Surabaya Jadi Jantung Kreativitas Pemuda

Tidak lagi dipercaya publik sebagai pemangku kepentingan rakyatnya atau kebijakan atau stakeholder, atau orang yang sebagai seseorang yang sedang mempunyai kekuasaan atau pernah berkuasa.

“Itu nanti akan dicap sama orang bahwa ini pejabat tidak benar, ini pejabat ini ternyata setelah menjabat melakukan kesewenang-wenangan kepada warganya. Sedikit-sedikit warganya dilaporkan,” ujar Gofur.

Begitu sebaliknya, terhadap pihak-pihak yang terkait dalam perolehan amnesti itu, hukuman sosial yang nantinya berbicara.

Tentu juga secara politis, bahwa publik akan menyoroti dia sebagai pemimpin yang tidak amanah.

Memang menurutnya, konsep hukum itu kalau ditegakkan akan sangat berbahaya. Jikalau benar-benar murni ditegakkan secara hukum.

Ia mengatakan, hukuman sosial itu justru malah lebih berbahaya daripada hukum murni.

“Dia atau mereka nggak dianggap apa, nggak dipercaya lagi, akan kemudian dijauhi, kalau satu desa tidak welcome sama sama Kadesnya, Itu justru malah sebetulnya lebih berbahaya hukuman sosial itu ketimbang hukuman-hukum pidana atau perdata itu sendiri,” terang pungkasnya.

Oleh karenanya, politik itu bertalian erat dengan public trust, kepercayaan publik, bahwa hukuman – hukuman sosial itulah, yang kemudian ditempelkan kepada publik figur secara politis itu sendiri.

  • Penulis: Ruang Nurudin

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gaji dan tunjangan pensiunan PNS 2025

    Pensiunan PNS Bakal Tersenyum Lebar, Ini Rincian Gaji dan Tunjangan Mulai Maret 2025

    • calendar_month Minggu, 2 Mar 2025
    • account_circle Mascim
    • 0Komentar

    Ruang.co.id – Bagi para pensiunan Pegawai Negeri Sipil (PNS), kabar gembira datang dari PT Taspen. Mulai 1 Maret 2025, para pensiunan PNS akan menerima transfer gaji dan tunjangan secara rutin setiap awal bulan. Tak hanya gaji pokok, mereka juga akan mendapatkan berbagai tunjangan tambahan yang diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 8 Tahun 2024. Apa […]

  • Gambar Ilustrasi Timnas Indonesia menantang Timnas Australia 20 Maret 2025

    Kejutan di Sydney! Patrick Kluivert Terpukau dengan Skuad Garuda: Latihan Perdana yang Menjanjikan Jelang Laga Krusial Piala Dunia 2026

    • calendar_month Rabu, 19 Mar 2025
    • account_circle Ruang Wawan
    • 0Komentar

    Ruang.co.id – Halo semuanya! Saya excited banget nih mau cerita tentang perkembangan terbaru dari Timnas Indonesia yang dilatih oleh Patrick Kluivert. Kalian pasti pada penasaran kan gimana persiapan tim Garuda menjelang laga penting di Kualifikasi Piala Dunia 2026? Nah, saya punya kabar baik yang bikin semangat! Jadi, pelatih baru Timnas Indonesia, Patrick Kluivert, baru aja […]

  • Warga Srigading

    Warga Srigading Tutup Akses Tambang Wiratama Mandiri, Tuntut Keadilan Kompensasi

    • calendar_month Sabtu, 4 Okt 2025
    • account_circle Ruang Nurudin
    • 0Komentar

    Mojokerto, Ruang.co.id – Sekitar 75 warga Desa Srigading, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto, menutup jalan menuju lokasi tambang milik CV Wiratama Mandiri, Sabtu siang (4/10/2025). Aksi ini merupakan bentuk protes terhadap minimnya transparansi kompensasi dan dugaan perpanjangan izin tambang yang tidak melibatkan masyarakat terdampak. “Ini sudah yang kedua kali kami tutup. Tahun lalu juga sama, karena […]

  • Emil Dardak Ketua Demokrat Jatim

    Emil Dardak Kembali Nahkodai Partai Demokrat Jawa Timur

    • calendar_month Minggu, 30 Agt 2026
    • account_circle Ruang Gentur
    • 0Komentar

    Ruang.co.id – Untuk kali keduanya, Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak Kembali menahkodai DPD Partai Demokrat Jawa Timur. Kembalinya Emil memimpin Partai Demokrat Jatim terjadi setelah dalam Musda VII di Novotel, Surabaya, sabtu (29/8) terpilih secara aklamasi. Dengan terpilihnya Emil sebagai ketua DPD Partai Demokrat untuk periode 2026-2031. Dalam pemilihan tersebut hanya Emil yang […]

  • PMII Kawal Hak Rakyat Sidoarjo

    Aksi PMII Tolak Raperda Perubahan Anggaran Sidoarjo Mengguncang Paripurna Demi Kesejahteraan Rakyat

    • calendar_month Jumat, 18 Sep 2026
    • account_circle Ruang Nurudin
    • 0Komentar

    Sidoarjo, Ruang.co.id – Suasana rapat paripurna DPRD Sidoarjo yang semula kondusif diwarnai sedikit canda tawa, mendadak berubah tegang hening sejenak pada Kamis (17/9/2026). Pandangan mata seisi penghuni paripurna, tertuju pada belasan mahasiswa PC PMII Sidoarjo, yang tiba – tiba menyela agenda jelang penandatanganan persetujuan Raperda Perubahan APBD 2026. Aksi interupsi mahasiswa tersebut, dilakukan dengan menyerahkan […]

  • Hasil rekapitulasi formulir C Khofifah-Emil

    Hasil Rekapitulasi C Khofifah-Emil Unggul 60,41 Persen, Sejalan dengan Quick Count

    • calendar_month Jumat, 29 Nov 2024
    • account_circle Ruang Gentur
    • 0Komentar

    Surabaya, Ruang.co.id – Setelah beberapa lembaga survey mencatatkan kemenangan Paslon Cagub – Cawagub Jaww Timur, Khofifah Indar Parawansa – Emil Elestisnto Dardak melalui proses hitung cepat ( Quick Count ) dengan signifikan, yakni diatas 55 persen. Ternyata hasil ini tidak jauh beda dengan hasil dari rekapitulasi formulir C yang dikumpulkan tim sukses Paslon nomor urut […]

expand_less