Miris, SDN Kupang 4 Jabon Memprihatinkan Rusak Parah Hanya 12 Siswa, Tak Dapat MBG, Disidak Wabup Mimik
- account_circle Ruang Nurudin
- calendar_month 8 jam yang lalu
- print Cetak

SDN Kupang 4 Jabon rusak parah, hanya 12 siswa tak dapat MBG. Wabup Mimik meninjau, prioritaskan rehabilitasi demi pendidikan anak layak. (Ist)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Sidoarjo, Ruang.co.id – SDN Kupang 4 Jabon Sidoarjo kini menghadapi krisis serius. Kondisi bangunan rusak parah dan jumlah siswa terus menurun drastis.
Atap ruang kelas bocor dan plafon ambrol, membahayakan keselamatan siswa. Sekolah hanya memiliki empat ruang belajar aktif.
“Ketika hujan deras, air masuk ke kelas. Anak-anak belajar sambil menghindari tetesan,” ungkap Muhamad Maksum, Kepala SDN Kupang 4.
Lokasi sekolah berada di kawasan pesisir, di tengah tambak dan sawah. Akses menuju sekolah sulit, terutama saat musim hujan.
“Jalan setapak licin dan tergenang. Orang tua enggan menyekolahkan anak di sini,” kata Suryanto, warga Desa Kupang.
Data resmi menunjukkan tahun ajaran 2026/2027, SDN Kupang 4 tidak menerima murid baru. Total siswa kini hanya 12 orang.
Rasio guru terhadap siswa sangat tinggi. Terdapat 9 tenaga pendidik melayani 12 siswa, menimbulkan pertanyaan soal keberlanjutan operasional sekolah.
Sebaliknya, SDN Kupang 3 di wilayah sama masih berstatus akreditasi A dan menerima murid baru. Kondisi bangunan relatif lebih baik.
Perbedaan ini menegaskan ketimpangan fasilitas pendidikan di Kecamatan Jabon. Pemerintah daerah dituntut segera bertindak memperbaiki SDN Kupang 4.
Masyarakat berharap rehabilitasi segera dilakukan agar anak-anak tetap mendapat hak pendidikan layak di desa pesisir Sidoarjo.
Oleh karenanya, Wakil Bupati Sidoarjo, Mimik Idayana, meninjau SD Negeri Kupang 3 dan SD Negeri Kupang 4 di Kecamatan Jabon, pada Senin pagi (20/7/2026).
Disitu, Ia memang menemukan ruang kelas rusak dengan atap bocor dan dinding retak. “Kondisi seperti ini tidak bisa dibiarkan. Kalau memang harus direhabilitasi total, segera direncanakan agar anak-anak bisa belajar dengan aman,” tegasnya.
Di SDN Kupang 4 misalnya, empat ruang kelas menjadi prioritas rehabilitasi. “Walaupun siswanya hanya dua belas orang, mereka tetap memiliki hak mendapatkan fasilitas pendidikan yang layak,” ujarnya.
Wabup Mimik juga mengapresiasi dedikasi para gurunya. “Terima kasih atas pengabdian bapak dan ibu guru. Meskipun muridnya sedikit, tetap semangat mendidik mereka,” katanya.
Program Makan Bergizi Gratis (MBG), ternyata juga belum masuk, dan kata Wabup Mimik segera disalurkan akhir bulan ini. “Insya Allah akhir bulan ini MBG mulai disalurkan sehingga anak-anak di wilayah ini dapat segera merasakan manfaatnya,” ungkapnya.
Di lokasi sidak pula, Plt. Kepala Dinas Pendidikan Netty Lastiningsih menjelaskan rehabilitasi akan disesuaikan karakteristik pesisir. Ketua Komisi D DPRD Sidoarjo Dhamroni Chudlori mendorong tambahan insentif guru terpencil.
SDN Kupang 3 dan SDN Kupang 4 di Desa Kupang, Kecamatan Jabon, Kabupaten Sidoarjo bukan termasuk sekolah di kawasan 3T (Terdepan, Terluar, dan Tertinggal), sebagaimana ditetapkan Pemerintah Pusat.
Di Kabupaten Sidoarjo sendiri, dua sekolah ini tidak masuk dalam daftar kabupaten daerah 3T yang ditetapkan melalui kebijakan nasional.
Namun, secara faktual kedua sekolah memiliki karakteristik yang mirip dengan sekolah daerah khusus. Berada di wilayah pesisir dan tambak yang relatif terpencil, akses jalan dari permukiman terbatas dan cukup sulit, jumlah peserta didik sangat sedikit, terutama SDN Kupang 4 yang hanya memiliki sekitar 12 siswa. Sulit menarik siswa baru karena lokasi dan aksesibilitas.
Karena kondisi tersebut, Pemerintah Kabupaten Sidoarjo melalui Dinas Pendidikan mengelompokkan sekolah-sekolah di wilayah, seperti Desa Kupang sebagai “SD sulit terjangkau” dalam kebijakan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB).
Kategori ini merupakan kebijakan daerah, dan sekali lagi bukan status nasional sebagai kawasan 3T.
Kita tidak akan pernah tahu, dari terbatas dan prihatinnya jumlah siswa dan akses kegiatan belajar mengajar, kelak mereka menjadi pemimpin desa, kabupaten, hingga pemimpin bangsa.
@ruangcoid Tak Ada Murid Baru Tak Ada MBG, SD Sidoarjo Ini Terlupakan? Saat sekolah-sekolah lain riuh dengan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), SD Kupang Empat di Dusun Kalialo, Sidoarjo justru memulai tahun ajaran 2026–2027 dalam sunyi—tanpa satu pun murid baru yang mendaftar, seolah euforia MPLS adalah kemewahan yang tak pernah menjadi milik mereka. Hanya 12 siswa dari kelas 2 hingga 6 yang bertahan, belajar dalam tiga ruang kelas berdinding papan lapuk dan berlubang dengan atap rusak parah yang membuat air hujan masuk membasahi ruangan, mengancam keselamatan anak-anak buruh tambak yang sudah terlanjur terbiasa dengan keterbatasan. Tak hanya itu, di saat program Makan Bergizi Gratis (MBG) gencar digulirkan, sekolah terpencil yang harus ditempuh 45 menit melewati jalan makadam sempit bergelombang di antara hamparan tambak ini justru tak tersentuh bantuan, diduga terhalang akses transportasi—seakan jarak dan lumpur menelan hak mereka atas gizi dan pendidikan layak. #SdSidoaroTakAdaMuridBaru #TakAdaMBG #SDKupangEmpat #SekolahTerpencil #Sidoarjo @ruangcoid #fypp #beritasidoarjo AnakTambakButuhGizi
♬ Human - Instrumental Version - Rex Banner
- Penulis: Ruang Nurudin

