Ketegasan BGN Copot Kepala SPPG Kalitengah dan Uluran Tangan Trauma Healing Bagi Korban Keracunan MBG
- account_circle Ruang Nurudin
- calendar_month 0 menit yang lalu
- print Cetak

BGN Copot Kepala MBG Kalitengah dan usut tuntas keracunan MBG Sidoarjo, Tim trauma healing Kementerian PPPA dampingi korban. (Din)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Sidoarjo, Ruang.co.id – Langkah cepat diambil oleh Badan Gizi Nasional (BGN), bersama Kementerian PPPA. Belakangan, mereka meninjau langsung korban keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Sidoarjo.
Bahkan, Wakil Kepala BGN, Mayjen TNI Trenggono, mengapresiasi penanganan medis pemerintah daerah. Dari sebanyak 748 santri terdampak, kini mayoritas membaik dan tersisa 22 orang di sembilan rumah sakit.
“Semua sudah dalam kondisi pulih, sudah dalam kondisi baik,” ujar Trenggono kepada awak media pers. Selain memberikan suspend 30 hari, pihaknya berjanji menindak tegas pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kalitengah, Tanggulangin.
Kini, BGN resmi menghentikan operasional SPPG Kalitengah dan mencopot kepala dapurnya. Investigasi menyeluruh digelar, guna memastikan adanya unsur kelalaian, atau pelanggaran standar operasional prosedur.
Sementara itu, Menteri PPPA Arifah Choiri Fauzi menyiapkan pemulihan emosional atau trauma healing. Melalui Dinas P3AKB, tim pendampingan psikologis diterjunkan, guna menghilangkan rasa trauma anak-anak, agar siap bersekolah kembali.
“Seandainya masih membutuhkan, kami siap berkolaborasi agar anak-anak siap kembali ke sekolah,” ungkap Arifah. Pendampingan ini, berdasar pada UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak.
Data Penanganan Korban MBG Sidoarjo
Kategori Korban – Jumlah Santri – Status Kesehatan
Terdampak Keracunan – 748 Orang – Pulih / Rawat Jalan
Masih Dirawat Rawat Inap – 22 Orang – Kondisi Berangsur Membaik
Sumber: Laporan Posko Penanganan Kesehatan Pemkab Sidoarjo & BGN (2026).
Data menunjukkan, dari total 748 santri yang terdampak, sekitar 97% telah dinyatakan sembuh. Penanganan medis cepat, berhasil meminimalkan risiko bahaya fatal pada anak.
- Penulis: Ruang Nurudin

