Sidoarjo, Ruang.co.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo, menyatakan tidak ingin bermain-main dengan kelambanan waktu, pengerjaan perbaikan jalan rusak dan jalan berlubang. Wakil Bupati (Wabup) Sidoarjo, Mimik Idayana, kali keduanya meninjau langsung perbaikan jalan rusak di ruas jalan Lingkar Timur di Sidoarjo.
Ia mengecek pekerjaan tambal sulam jalan rusak dan berlubang, yang tidak jauh dari lokasi kecelakaan. Wabup juga menilai kondisi lapangan, dan koordinasi teknis perbaikan jalan dengan tim pekerjaan dari Dinas PU BMSDA (Pekerjaan Umum Bina Marga dan Sumber Daya Alam) Kab. Sidoarjo, yang berlangsung Minggu pagi (8/3/2026).
Sebagai penerima mandat, kedatangan Wabup Mimik Idayana, tanpa agenda seremonial. Ia berjalan menyusuri ruas perbaikan jalan, yang tampak dipenuhi bekas lubang tambalan aspal.
Alat berat eskavator memulai bekerja di sebuah titik jalan rusak yang terparah. Sejumlah ruas jalan yang terlihat lubang dan meratakan permukaan jalan yang bergelombang.
“Perbaikan jalan ini langsung dikerjakan Dinas PU BMSDA, dan setelah kordinasi Insyaallah perbaikan jalan rusak, jalan berlubang dan jalan bergelombang di Lingkar Timur, akan dapat diselesaikan paling cepat seminggu, pokoknya sebelum lebaran Idul Fitri harus sudah selesai perbaikan sementara tambal sulamnya,” ujar Wabup Mimik Idayana, Minggu (8/3/2026).
Jalan milik kabupaten ini menjadi jalur penting, yang dilalui kendaraan logistik dan kendaraan berat, yang menghubungkan kawasan industri serta jalur distribusi menuju wilayah selatan kabupaten anta kota dalam provinsi.
Di lokasi sidak, Mimik menjelaskan pemerintah daerah telah memulai pekerjaan perbaikan sementara, sambil menunggu tahapan proyek betonisasi jalan dengan anggaran yang lebih besar.
Ia menjelaskan proyek betonisasi Lingkar Timur dikerjakan secara bertahap menyesuaikan kemampuan anggaran daerah dengan pagu Rp83 miliar.
Menurutnya, pengecoran beton tahap kedua tidak menjangkau seluruh ruas jalan. Proyek tersebut berhenti hingga kawasan Mall Pelayanan Publik (MPP) Sidoarjo.
“Pengecoran tahap kedua sampai MPP. Ruas setelah itu masuk rencana tahap ketiga yang direncanakan pada 2027 pengecoran betonisasi sampai ujung Traffic Light (TL) jalan raya Candi,” ujarnya.
Ia juga menyebut, pemerintah daerah sedang menyiapkan usulan tambahan pembangunan saluran air, di sepanjang sisi jalan Lingkar Timur.
Selama ini ruas jalan tersebut tidak memiliki sistem drainase yang memadai di kanan dan kiri jalan, bila terjadi curah hujan lebat.
“Nanti kita ajukan anggaran juga untuk gorong-gorong atau saluran air, karena sepanjang Lingkar Timur ini tidak ada saluran air yang memadai sama sekali,” ungkap Wabup Mimik.
Menurutnya pula, Lingkar Timur merupakan jalan dengan status kepemilikan pemerintah kabupaten, sehingga pembiayaan pembangunan sepenuhnya berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Sidoarjo.
Dalam sistem jaringan jalan di Indonesia, pembagian kewenangan diatur dalam Undang-Undang Nomor 38 Tahun 2004 tentang Jalan.
Regulasi tersebut membagi tanggung jawab pengelolaan jalan berdasarkan statusnya, yakni jalan nasional dikelola pemerintah pusat melalui APBN, jalan provinsi oleh pemerintah provinsi, dan jalan kabupaten/kota melalui APBD daerah.
Selain itu, Wabup Mimik menyebut, koordinasi cepat lintas pemerintahan tetap dilakukan, karena jalur transportasi di Sidoarjo saling terhubung dengan jaringan jalan nasional maupun provinsi.
“Yang terpenting koordinasi di lapangan cepat memberi laporan dan data supaya bisa segera ditindaklanjuti perbaikan cepat,” pungkasnya.
Di tempat yang sama, Mahmud, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Sumber Daya Air (PU BMSDA) Sidoarjo, menjelaskan perbaikan sementara dilakukan di ruas sepanjang sekitar delapan kilometer, pada segmen yang belum masuk tahap pengecoran beton.
Ia menyebut metode yang digunakan berupa tambal sulam aspal untuk menutup lubang dan memperbaiki permukaan jalan yang rusak.
“Kami berharap pekerjaan tambal sulam di titik tahap dua dan tahap tiga ini selesai sebelum hari raya,” kata Mahmud.
Selama proses perbaikan berlangsung, ia berkoordinasi dengan OPD terkait lainnya, agar pengendara diminta memperhatikan pengaturan lalu lintas sementara, karena beberapa titik hanya dapat dilalui satu lajur kendaraan, saat dilakukan pekerjaan perbaikan.
“Kami memasang rambu-rambu. Pengendara dimohon bersabar dan bergantian menggunakan satu lajur di lokasi perbaikan,” ujarnya. PU BMSDA Sidoarjo, juga baru saja membentuk satgas jalan di dua titik hingga Desa Buduran di ruas jalan Lingkar Timur.
Kepala Bidang Jalan Dinas PU BMSDA, Joko, menjelaskan teknik perbaikan disesuaikan dengan kondisi kerusakan di lapangan.
Lubang besar ditutup dengan material tambalan hotmix, permukaan bergelombang diratakan, sementara retakan pada badan jalan ditutup dengan lapisan aspal tambahan.
Joko juga mengakui, umur aspal jalan di Lingkar Timur, sudah waktunya dilakukan perbaikan menyeluruh.
Sesuai dengan klasifikasi umur aspal jalan, yang digunakan untuk menilai masa layanan dan penurunan kualitas perkerasan sejak pertama dibangun.
Tahapannya meliputi umur awal 0–2 tahun dengan kondisi masih sangat baik; umur muda 3–5 tahun mulai muncul retak rambut; umur menengah 6–10 tahun terlihat retak dan gelombang sehingga perlu overlay; umur tua 11–15 tahun terjadi kerusakan lebih luas dan butuh rehabilitasi; serta umur kritis di atas 15 tahun yang memerlukan rekonstruksi total.
Perencanaan umur jalan di Indonesia mengacu pedoman Direktorat Jenderal Bina Marga, pada Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.
Umur teknis rata-rata 10–15 tahun, namun dapat lebih pendek akibat kendaraan berat berlebih, drainase buruk, tanah dasar lemah, dan kualitas konstruksi yang tidak optimal.
Ruas Lingkar Timur selama ini dikenal sebagai jalur padat kendaraan berat yang menghubungkan kawasan industri, pergudangan, serta jalur distribusi logistik di Kabupaten Sidoarjo.
Kondisi tersebut membuat tingkat kerusakan jalan relatif cepat terjadi, apabila tidak disertai konstruksi yang kuat dan sistem drainase yang memadai.
Pemkab Sidoarjo menargetkan perbaikan sementara dapat mengurangi risiko kecelakaan, sambil menunggu tahap pembangunan permanen melalui proyek betonisasi lanjutan pada tahun anggaran berikutnya.
Inspeksi itu, menjadi kunjungan kedua Wabup Mimik Idayana di kawasan tersebut, dalam waktu berdekatan. Sebelumnya, ia datang ke rumah duka seorang pengendara sepeda motor yang meninggal dunia akibat kecelakaan di ruas jalan yang sama, yang terjadi pada Jumat dini hari (6/3/2016) sekita pukul 04.30 WIB.
Peristiwa kecelakaan itu menewaskan korban bernama Kasiadi, 63 tahun, warga Singosari, Kabupaten Malang. Ia mengendarai sepeda motor menuju Depo dan Tempat Pelelangan Ikan (TPI), sebelah selatan MPP Sidoarjo.
Tanpa disadarinya, ia terjatuh lantaran terperosok di lubang jalan menganga. Beberapa waktu cepat kemudian, korban tewas di TKP (tempat kejadian perkara) terlindas sebuah truck bermuatan, yang melintas di depannya berlawanan arus dari arah kota Sidoarjo. Ketika kecelakaan nahas itu terjadi, di ruas jalan lingkar Timur wilayah Desa Gebang, Sidoarjo.

