Breaking News
Sabtu, 27 Juni 2026
Trending Tags
Beranda » Tekno » Pelajar dan Mahasiswa Surabaya Ikut Selamatkan Mangrove, Dari Sampah Plastik Ubah Jadi BBM  

Pelajar dan Mahasiswa Surabaya Ikut Selamatkan Mangrove, Dari Sampah Plastik Ubah Jadi BBM  

  • account_circle Ruang Nurudin
  • calendar_month 2 jam yang lalu
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Surabaya, Ruang.co.id – Sampah plastik, masih menjadi ancaman serius bagi pesisir Surabaya. Data Dinas Lingkungan Hidup mencatat, 192 ton plastik dihasilkan setiap hari. Kawasan mangrove menjadi titik paling rentan.

Kepala BRIDA (Badan Riset dan Inovasi Daerah) Surabaya, Agus Imam Sonhaji, menyebut sampah terbawa arus laut saat pasang dan tersangkut di akar mangrove.

“Ternyata ketika pasang, laut membawa sampah masuk ke mangrove, nyantol ke akar-akar napas,” ujar Agus Imam, Jumat (26/6/2026).

Kondisi itu, membuat warga dan pelajar turun tangan. Mereka bergotong royong membersihkan plastik kresek rusak yang tidak memiliki nilai jual.

“Kalau botol plastik masih ada harganya. Sampah kresek rusak tidak bernilai, tetapi banyak mengambang dan nyantol di mangrove,” jelas Agus.

Pelajar Surabaya rutin mengikuti aksi bersih mangrove. Mereka mengumpulkan plastik non-valuable, untuk diserahkan kepada BRIDA agar diolah dengan teknologi pirolisis.

Sekretaris BRIDA Surabaya, Mamik Suparmi, menegaskan pirolisis difokuskan pada plastik sulit didaur ulang. “Yang jelek-jelek ini kita kumpulkan lalu dilakukan pirolisis,” ujarnya.

Hasil daur ulang itu akhirnya menghasilkan minyak, dan minyak hasil pirolisis nantinya dimanfaatkan nelayan, sebagai bahan bakar motor tempel.

“Kami berharap hasilnya bisa langsung digunakan nelayan,” kata Mamik.

Teknologi berbasis pirolisis (pemanasan plastik tanpa oksigen), dalam proses ini, rantai polimer plastik dipecah menjadi hidrokarbon cair yang dikenal sebagai minyak pirolisis (pyrolysis oil).

Jenis minyak yang dihasilkan bukan langsung bensin atau solar siap pakai, melainkan minyak sintetis, yang karakteristiknya mirip minyak mentah ringan.

Setelah melalui pemurnian lanjutan, produk tersebut dapat diolah menjadi solar, bensin, minyak tanah (kerosin), maupun bahan bakar industri.

Namun, kualitas dan jumlah minyak yang dihasilkan sangat bergantung pada jenis plastik, suhu pirolisis, serta teknologi yang digunakan. Plastik jenis PE, PP, dan PS umumnya menghasilkan rendemen minyak tertinggi.

Tidak berhenti disitu, BRIDA menggandeng perguruan tinggi dan mahasiswa, melalui platform BRIGHT. “BRIDA mewadahi riset, magang, hingga inovasi masyarakat,” tambahnya.

Dari kerjasamanya, mahasiswa peserta magang, dapat berhasil menciptakan inovasi berbasis riset. Pastinya, karya mereka didaftarkan Hak Kekayaan Intelektual, sebagai bekal daya saing kerja.

“Jadi sekaligus membekali adik-adik agar punya daya saing ketika dia menjadi lulusan siap kerja,” pungkas Mamik.

Upaya kolaboratif ini menunjukkan wajah baru Surabaya. Pelajar, nelayan, dan peneliti bersatu menjaga mangrove sekaligus menciptakan solusi energi ramah lingkungan.

  • Penulis: Ruang Nurudin
expand_less