Breaking News
light_mode
Selasa, 27 Oktober 2026
Beranda » Daerah » Terimpit Relokasi Berbiaya Selangit, 43 PKL Driyorejo Bertahan di Gedung DPRD Gresik

Terimpit Relokasi Berbiaya Selangit, 43 PKL Driyorejo Bertahan di Gedung DPRD Gresik

  • account_circle Ruang Gentur
  • calendar_month Kamis, 23 Apr 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Gresik, Ruang.co.id – Merasa dizolimi setelah lapaknya digusur Pemkab Gresik, kemudian ditawari tempat baru oleh ketua DPRD kabupaten Gresik namun disuruh membayar sewa Rp 65 juta per lima tahun, 43 PKL merasa kecewa dengan menduduki depan gedung DPRD Gresik selama dua minggu lebih. Kamis, (23/04/2026).

Polemik penggusuran pedagang kaki lima (PKL) di kawasan Semambung, Driyorejo, Kabupaten Gresik ini terus menuai polemik. Menurut Ketua Generasi muda nusantara (Genpatra) komunitas aktifis kepemudaan Gresik, Ali Candi, menyatakan tegas mengecam tindakan penggusuran yang dinilai tidak manusiawi dan berpotensi melanggar hak asasi manusia (HAM).

Ali mengungkapkan, para PKL sebelumnya ditawari oleh ketua DPRD Kabupaten Gresik Muhammad Syahrul Munir agar para pedagang mau menempati lahan baru namun harus membayar uang sewa lahan sebesar Rp 65 juta untuk jangka waktu lima tahun. Namun, skema tersebut dinilai sangat memberatkan, mengingat kondisi para pedagang yang kehilangan mata pencaharian pasca penggusuran.

Menurut Ali, pihak PKL telah berupaya melakukan negosiasi agar pembayaran dapat diringankan, termasuk mengusulkan pembayaran uang muka sebesar 50 persen yang bisa dibayarkan setelah satu tahun. Hal itu diajukan karena para pedagang membutuhkan waktu untuk kembali bangkit secara ekonomi. Namun hingga kini, belum ada kejelasan dari pihak terkait.

“Jangankan untuk membayar sewa lahan, untuk makan sehari-hari saja mereka masih mengandalkan solidaritas masyarakat,” ujarnya.

Ali juga menyoroti kebijakan yang mengarahkan para PKL untuk menyewa lahan milik swasta, meskipun lahan tersebut disebut sebagai aset daerah. Ia mempertanyakan sikap pemerintah yang tidak secara langsung memberikan solusi relokasi yang layak kepada para korban.

Kondisi para PKL saat ini sangat memprihatinkan. Selama lebih dari dua pekan pasca penggusuran, banyak di antara mereka yang kesulitan memenuhi kebutuhan dasar. Bantuan justru datang dari solidaritas masyarakat, mulai dari sumbangan makanan hingga bantuan kecil lainnya.

Baca Juga  BLT Cukai Tembakau Rp1,8 Juta Siap Dongkrak Ekonomi Buruh Rokok Sidoarjo

Penggusuran sendiri dilakukan pada pagi hari sekali yakni sekitar pukul 05.30 WIB. Padahal, sebelumnya sempat beredar kabar bahwa penertiban akan ditunda. Situasi tersebut membuat para pedagang tidak siap, bahkan tidak sempat menyelamatkan barang dagangan mereka.

Ali menilai tindakan di lapangan tidak sesuai dengan perintah pemerintah daerah yang hanya sebatas penertiban. Ia menyebut, yang terjadi justru pembongkaran total yang menyebabkan kerusakan barang-barang milik pedagang.

“Kalau penertiban, seharusnya yang ditertibkan adalah bagian-bagian tertentu, bukan diratakan semuanya. Ini jelas berbeda,” tegasnya.

Dampak sosial dari penggusuran tersebut juga dinilai sangat besar. Banyak perempuan dan anak-anak mengalami trauma. Bahkan dilaporkan ada warga yang pingsan saat kejadian. Tidak sedikit anak-anak yang terpaksa berhenti sekolah karena kehilangan tempat tinggal yang jelas.

Lebih jauh, Ali menyebut penggusuran ini berdampak pada kondisi rumah tangga para korban. Tekanan ekonomi yang berat membuat banyak keluarga mengalami ketidakstabilan.

Ia juga membantah anggapan bahwa keberadaan PKL menjadi penyebab banjir di kawasan tersebut. Menurutnya, para pedagang justru merupakan korban dari persoalan banjir yang lebih besar, yang diduga berkaitan dengan aktivitas sejumlah perusahaan di wilayah selatan.

“Data sudah ada, perusahaan-perusahaan itu yang berkontribusi terhadap banjir. Tapi kenapa justru lapak rakyat yang digusur,” katanya.

Dari sisi legalitas, Ali menegaskan bahwa para PKL memiliki dasar izin yang dikeluarkan sejak era Bupati Robbach Maksum pada tahun 1990-an. Selain itu, mereka juga disebut telah membayar kewajiban kepada pihak terkait.

Jika memang izin tersebut dianggap tidak berlaku, menurutnya, pemerintah seharusnya menempuh prosedur hukum yang benar, termasuk melalui pengadilan, sebelum melakukan tindakan penggusuran.

“Tidak bisa serta-merta dianggap bangunan liar. Harus ada proses pencabutan izin secara sah,” ujarnya.

Baca Juga  Jaringan Maling Motor di Sidoarjo Dibekuk, 13 Lokasi Jadi Sasaran!

Ia juga mengkritik minimnya sosialisasi sebelum penggusuran dilakukan. Menurut keterangan para PKL, informasi yang diterima hanya berupa pemberitahuan yang bersifat ultimatum, bukan sosialisasi yang memberikan solusi.

Selain itu, Ali mengungkapkan adanya dugaan kejanggalan dalam proses administrasi, termasuk terhentinya perpanjangan izin yang sebelumnya sempat diajukan. Ia juga menyinggung adanya pungutan terkait pembersihan gorong-gorong yang dinilai tidak transparan.

Sebagai langkah lanjutan, pihaknya bersama para PKL telah melaporkan kejadian tersebut, termasuk kepada Komnas HAM. Bahkan, Komnas HAM disebut telah mengirimkan surat kepada pemerintah daerah untuk meminta penjelasan serta solusi dalam waktu 30 hari.

Ali memastikan, Genpatra bersama jaringan masyarakat sipil akan terus mengawal kasus ini. Ia menegaskan bahwa perjuangan akan terus dilakukan hingga para korban mendapatkan keadilan.

“Kalau pemerintah tidak mampu memberikan solusi yang layak, kami siap menempuh jalur hukum. Kami tidak akan berhenti sampai hak-hak mereka dipulihkan,” pungkasnya.

  • Penulis: Ruang Gentur

Rekomendasi Untuk Anda

  • Karapan Sapi Madura

    Mengenal Karapan Sapi: Tradisi Balap Ikonik dari Madura yang Sarat Budaya

    • calendar_month Jumat, 29 Nov 2024
    • account_circle Ruang Ilham
    • 0Komentar

    Surabaya, Ruang.co.id – Karapan sapi adalah sebuah tradisi unik dari Pulau Madura, Indonesia, yang telah menjadi identitas budaya masyarakat setempat. Tradisi ini awalnya digunakan sebagai metode untuk memilih sapi yang paling kuat dalam membantu pekerjaan pertanian. Namun, seiring berjalannya waktu, karapan sapi berkembang menjadi ajang perlombaan yang meriah, melibatkan kompetisi, hiburan, dan kebanggaan masyarakat. Karapan […]

  • Pemain Borneo FC melindungi bola dari kejaran pemain PERSIJA. (Dok. IG BorneoFC)

    Borneo FC Tundukkan Persija, Naik ke 5 Besar Klasemen Liga 1 2024/2025

    • calendar_month Minggu, 4 Mei 2025
    • account_circle Ruang Wawan
    • 0Komentar

    Ruang.co.id – Borneo FC berhasil mengamankan tiga poin penting usai menumbangkan Persija Jakarta dalam lanjutan pekan ke-31 Liga 1 2024. Bermain di hadapan publik sendiri di Stadion Segiri, Samarinda, Minggu malam (4/5), Pesut Etam menang tipis 1-0 atas Macan Kemayoran. Gol Tunggal Sihran Tentukan Kemenangan Borneo FC Laga berlangsung ketat sejak menit awal. Namun Borneo […]

  • Keunikan zodiak Aries

    7 Keunikan Zodiak Aries yang Kamu Belum Tahu

    • calendar_month Sabtu, 29 Mar 2025
    • account_circle Ruang Ilham
    • 0Komentar

    Ruang.co.id – Zodiak Aries selalu punya cara untuk menjadi pusat perhatian. Lahir antara 21 Maret hingga 19 April, Aries dikenal dengan energi menggebu-gebu dan semangat juangnya yang nggak ada habisnya. Tapi, ada banyak hal unik dari Aries yang mungkin belum kamu sadari! Bukan cuma soal keras kepala dan keberaniannya, ada sisi lain dari Aries yang […]

  • Hasil Piala Soeratin U-15 Surabaya

    Dua Gol Babak Kedua, Persebaya U-15 Pastikan Tiket Delapan Besar Piala Soeratin Surabaya

    • calendar_month Rabu, 13 Nov 2024
    • account_circle Ruang M Andik
    • 2Komentar

    Surabaya, Ruang.co.id – Tim Persebaya U-15 sukses mengamankan tempat di babak delapan besar Piala Soeratin U-15 Askot Surabaya dengan kemenangan meyakinkan 2-0 atas Putra Mars. Pertandingan yang berlangsung di Lapangan Mulyorejo, Surabaya, pada Rabu (13/11/2024) ini menunjukkan dominasi Persebaya U-15 dalam mengontrol jalannya laga sejak menit awal. Dua gol yang membawa kemenangan Persebaya U-15 masing-masing […]

  • Sejarah kerajaan majapahit

    Jejak Kemegahan Majapahit Dari Trowulan hingga Nusantara

    • calendar_month Selasa, 17 Des 2024
    • account_circle Ruang Ilham
    • 0Komentar

    Surabaya, Ruang.co.id – Kerajaan Majapahit adalah salah satu kerajaan besar di Indonesia yang berdiri pada tahun 1293. Kerajaan ini didirikan oleh Raden Wijaya, menantu dari Raja Kertanegara, penguasa terakhir Kerajaan Singhasari. Latar Belakang: Runtuhnya Singhasari Sebelum Majapahit, ada Kerajaan Singhasari yang berjaya di bawah Kertanegara. Namun, pada tahun 1292, Singhasari diserang oleh Jayakatwang dari Kediri, […]

  • Hasil undian 16 Besar Liga Europa 2024/2025

    Hasil Undian 16 Besar Liga Europa 2024/2025

    • calendar_month Jumat, 21 Feb 2025
    • account_circle Ruang Wawan
    • 0Komentar

    Ruang.co.id – Badan sepak bola Eropa, UEFA, baru saja menyelesaikan undian babak 16 besar, perempat final, dan semifinal Liga Europa 2024/2025. Hasil undian ini menghadirkan sejumlah pertandingan menarik yang akan menyita perhatian para penggemar sepak bola di seluruh dunia. Pada Jumat (21/2/2025) dini hari WIB, babak playoff knockout Liga Europa telah usai dengan delapan tim […]

expand_less