Sidoarjo, Ruang.co.id – Setelah empat kali melakukan reses di kabupaten Sidoarjo, anggota DPRD Jawa Timur, Adam Rusydi, mendapati brberapa persoalan yang mengemuka di masyarakat. Persoalzn itu antara lain, banjir, pendidikan, kesehatan, hingga perbaikan saluran irigasi.
Dalam salah satu pertemuan, Wakil Kepala Sekolah SMP Muhammadiyah 10 Sidoarjo, Muhir, menyampaikan harapan agar ada dukungan konkret di bidang pendidikan, khususnya terkait fasilitas sekolah yang masih perlu dilengkapi untuk menunjang proses belajar mengajar.
Sedangkan sekretaris Pimpinan Daerah Muhammadiyah Sidoarjo, Wisnu, juga menegaskan pentingnya sinergi antara lembaga pendidikan swasta dan pemerintah dalam meningkatkan mutu pendidikan dan layanan kesehatan.
Menanggapi aspirasi tersebut, Adam Rusydi mengapresiasi peran Muhammadiyah yang dinilai konsisten dalam dunia pendidikan dan kesehatan.
“Kami pernah membantu TK di Buduran dan Porong. Kami apresiasi Muhammadiyah yang sangat konsen di dunia pendidikan dan kesehatan. Terlebih pengelolaan aset Muhammadiyah juga sangat luar biasa,” ujar Adam.
Politisi Fraksi Partai Golkar ini menegaskan, setiap bantuan atau usulan yang diajukan atas nama aspirator harus benar-benar dimanfaatkan dengan baik dan sesuai peruntukan agar tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari.
“Berkaitan dengan bangunan ini menjadi sangat penting. Usulan atas nama aspirator harus dipergunakan dengan baik agar tidak terjadi masalah ke depan,” tandasnya.
Terkait bantuan pendidikan, Adam juga membuka peluang akses Beasiswa Program Indonesia Pintar (PIP) bagi siswa yang kurang mampu.
“Monggo di SMP Muhammadiyah 10, jika memang betul-betul ada siswa yang kurang mampu untuk mendapatkan beasiswa PIP, silakan diajukan,” kata Legislator yang kini menjabat ketua komisi C DPRD Jatim ini.
Aspirasi lainnta juga datang dari Mufajar, salah satu guru SMP, yang mengusulkan agar ada program beasiswa atau peningkatan kapasitas bagi guru sekolah swasta guna meningkatkan kualitas dan mutu pendidikan.
“Barangkali untuk guru sekolah swasta bisa dianggarkan beasiswa untuk meningkatkan kualitas dan mutu guru. Sehingga nantinya akan berpengaruh pada akreditasi sekolah dan sertifikasi guru,” katanya.
Menanggapi hal itu, Adam menyatakan dukungannya terhadap peningkatan sumber daya manusia, khususnya kapasitas guru.
Pada kesempatan ini, Adam juga menyinggung soal transparansi pengelolaan dana komite sekolah. Adam menegaskan bahwa, sekolah pada dasarnya tidak berani melakukan pungutan liar. Namun terkadang komite sekolah memberlakukan ĺlkesepakatan bersama orang tua siswa.
“Yang diinginkan masyarakat itu sederhana, transparansi. Kalau memang bentuknya sumbangan, bagi orang tua yang tidak mampu harus diberi kelonggaran. Bagi yang mampu bisa memberikan lebih, sehingga ada subsidi silang,” terangnya.
Menurutnya, kepedulian terhadap pendidikan merupakan bentuk investasi jangka panjang sekaligus amal jariyah bagi masa depan generasi muda.
“Ketika kita mampu, wajib peduli pada pendidikan. Insya Allah menjadi jariyah dan ilmu yang didapat anak-anak kita akan membawa dampak baik. Pendidikan ini adalah masa depan generasi muda kita,” tukasnya.
Selain sektor pendidikan, selama menjalani reses Adam juga banyak mendapatkan keluhan dari masyarakat terkait banjir yang kerap terjadi di sejumlah wilayah Sidoarjo. Selain itu juga persoalan layanan kesehatan, serta kebutuhan normalisasi dan perbaikan saluran irigasi untuk mendukung pertanian dan mencegah genangan saat musim hujan.
“Roadmap penanganan Banjir di Sidoarjo sudah dibahas oleh Bappeda Jawa Timur, kita akan terus kawal untuk sinkronisasi anggaran agar titik-titik genangan segera ditangani infrastrukturnya,” pungkasnya.
Adam memastikan seluruh aspirasi tersebut akan menjadi catatan untuk diperjuangkan melalui mekanisme pembahasan di DPRD Jawa Timur sesuai kewenangannya.

