Ruang.co.id – PT Pelindo Jasa Maritim (SPJM) menutup Kuartal I 2026 dengan pencapaian finansial yang kokoh. Subholding PT Pelabuhan Indonesia (Persero) di sektor kemaritiman ini berhasil membukukan laba bersih yang melampaui target Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP), menegaskan momentum pertumbuhan yang berkelanjutan. Rabu, (13/05/2026).
Hingga Maret 2026, pendapatan usaha konsolidasian SPJM terealisasi 94 persen dari RKAP, atau tumbuh 5 persen secara tahunan (year on year/YoY). Sementara itu, laba usaha tercatat melonjak 74 persen YoY dan EBITDA naik 45 persen YoY. Capaian ini menjadi fondasi kuat bagi perusahaan untuk mengakselerasi strategi di sisa tahun berjalan.
SVP Sekretaris Perusahaan SPJM, Tubagus Patrick, menyatakan bahwa capaian solid ini mencerminkan efektivitas eksekusi sejak awal tahun. “Kinerja kuartal pertama 2026 menunjukkan ketahanan bisnis SPJM di tengah dinamika operasional. Laba bersih yang melampaui target RKAP ini dikontribusikan oleh hampir seluruh lini usaha yang menunjukkan daya ungkit kuat,” ujarnya dalam keterangan resmi di Jakarta, Senin (11/5/2026).
Dari sisi operasional, segmen jasa kemaritiman mencatatkan performa positif. Layanan docking melalui anak usaha PT Pelindo Solusi Maritim (PSM) merealisasikan perawatan 12 unit kapal. Pada pengelolaan alur pelayaran, realisasi berbasis tonase mencapai 8,25 juta ton, sementara pengelolaan alur berbasis boks mencapai 99 persen dari target. Layanan pendukung pelabuhan menunjukkan lompatan tinggi; waste management mencatat realisasi 310 persen dari RKAP dan oil spill response (OSR) mencapai 118 persen dari target yang ditetapkan.
Lebih lanjut, Tubagus Patrick merinci langkah konkret yang mendorong lonjakan kinerja tersebut. “Transformasi operasional menjadi kunci. Kami melakukan optimalisasi rantai pasok internal, meningkatkan utilisasi aset alat berat di PT BIMA, dan mempercepat digitalisasi monitoring layanan. Hasilnya, availability alat mencapai 89,20 persen atau 105 persen dari RKAP, dengan waktu perbaikan dan keandalan mesin yang terjaga stabil,” tambahnya.
Kondisi fundamental perusahaan juga mengalami penguatan signifikan. Total aset SPJM per Maret 2026 tumbuh 18 persen YoY dan ekuitas meningkat 20 persen YoY. Arus kas operasi melonjak tinggi dibandingkan periode yang sama tahun lalu, dengan saldo kas akhir yang tumbuh 60 persen YoY. Penguatan likuiditas ini memberikan ruang gerak yang lebih leluasa bagi SPJM untuk menjajaki ekspansi bisnis yang bernilai tambah.
Manajemen SPJM menegaskan komitmennya untuk menjaga agar capaian Kuartal I bukan sekadar akselerasi sesaat. “Pencapaian ini memantik semangat kami untuk terus mengkonsolidasikan operational excellence di seluruh wilayah kerja. Ke depan, kami akan memperdalam kemitraan strategis dan menghadirkan layanan terintegrasi yang semakin adaptif terhadap kebutuhan pasar,” tutup Tubagus Patrick, mengisyaratkan optimisme penuh terhadap target pertumbuhan perusahaan sepanjang tahun 2026.
Dengan kinerja keuangan yang melampaui proyeksi awal, SPJM memantapkan posisinya sebagai kontributor vital dalam ekosistem BUMN kepelabuhanan nasional. Perusahaan berambisi untuk melanjutkan ekspansi layanan bernilai tambah, termasuk optimalisasi pengelolaan limbah dan penanganan tumpahan minyak yang potensinya terus bertumbuh di jalur logistik maritim Indonesia. (Chris)

