Wabup Mimik Idayana Resmikan SPPG MBG Prambon dan Pastikan Kawal Gizi Anak Sekolah Sidoarjo Bukan Diganti Uang Saku

Mimik MBG Sidoarjo
Wakil Bupati Sidoarjo Mimik Idayana resmikan Dapur SPPG Prambon. Ia tegaskan pengawasan ketat cegah keracunan makanan anak sekolah. Foto: Istimewa
Ruang Nurudin
Ruang Nurudin
Print PDF

Sidoarjo, Ruang.co.id – Wakil Bupati (Wabup) Sidoarjo Mimik Idayana meresmikan gedung dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), untuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Desa Temu, Prambon, Selasa (13/1/2026), guna menjamin kualitas pangan dan mencegah risiko keracunan massal siswa.

Wabup Mimik Idayana menabuh genderang perang terhadap kelalaian standar higienitas. Ia menegaskan masyarakat wajib menjadi mata dan telinga dalam mengawasi operasional dapur setiap hari.

Menurutnya, sterilisasi alat masak dan kebersihan menu bukan hanya memperhatikan prosedur, melainkan harga mati demi keselamatan generasi bangsa.

“Pengawasan bersama menjadi sangat penting, apalagi belakangan banyak informasi dugaan keracunan massal di daerah lain. Kita tidak ingin itu terjadi di Sidoarjo,” tegas Mimik Idayana dengan nada lugas.

Politisi perempuan ini menyibak tabir keraguan publik terkait isu perubahan skema bantuan yang sedang marak diperbincangkan. Ia memastikan Program MBG tetap berjalan sesuai rencana nasional, bukan diganti uang tunai. Langkah ini mengacu pada Peraturan Presiden tentang penguatan gizi nasional sebagai pilar menuju Indonesia Emas 2045.

Senada demikian, Wakil Ketua DPRD Sidoarjo, Kayan, menambahkan bahwa di Kecamatan Prambon kini berdiri tiga dapur strategis. Ia menuntut pengelola menjaga marwah program ini dengan transparansi penuh. “Anak-anak adalah aset bangsa. Program berhasil jika semua pihak saling mengingatkan,” pungkas Kayan.

Koordinator SPPG 001 Prambon, Wahyu Sejati, mengungkapkan operasional dapur ini juga mendongkrak ekonomi kerakyatan melalui penyerapan tenaga kerja lokal. “Dapur ini kami siapkan untuk melayani masyarakat dengan standar terbaik,” ujarnya.

Analisa dari Badan Gizi Nasional menekankan bahwa standar Hazard Analysis Critical Control Point (HACCP)—sistem pencegahan risiko keamanan pangan—wajib diterapkan di setiap unit SPPG. Dapur Desa Temu kini menjadi barometer disiplin kerja bagi dapur lainnya di Jawa Timur.

Baca Juga  Kompak Tak Jera, Warga Mutiara Regency Hadang Lagi Alat Berat demi Pertahankan Benteng Keadilan

Hingga saat ini, pemerintah melalui Badan Gizi Nasional (BGN) menegaskan, bahwa program ini tetap diberikan dalam bentuk makanan siap saji, bukan uang tunai yang diberikan langsung kepada siswa atau orang tua.

Program ini dirancang pemerintah untuk memastikan asupan gizi (protein, vitamin, dan mineral) sampai langsung ke tubuh anak. Jika diberikan dalam bentuk uang, pemerintah khawatir dana tersebut tidak digunakan untuk membeli makanan bergizi, melainkan untuk kebutuhan lain (seperti pulsa atau kebutuhan konsumsi yang tidak sehat).

Peresmian Dapur SPPG ini menjadi bukti nyata bahwa negara hadir di meja makan siswa. Sidoarjo kini memimpin langkah preventif dalam menjaga setiap porsi makanan yang masuk ke tubuh anak didik dari ancaman kontaminasi dan hoaks bantuan tunai.