Breaking News
light_mode
Rabu, 28 Oktober 2026
Beranda » Pemerintah » Surabaya Menyala Kolaborasi Warga & Teknologi Ubah Sampah Jadi Harapan

Surabaya Menyala Kolaborasi Warga & Teknologi Ubah Sampah Jadi Harapan

  • account_circle Ruang Nurudin
  • calendar_month Selasa, 6 Mei 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Ruang co.id – Surabaya kembali membuktikan bahwa kota bukan hanya sekumpulan bangunan, tetapi juga termasuk denyut hidup warganya. Di tengah dinamika perkotaan yang kian kompleks, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya punya inisiatif, meluncurkan pendekatan progresif nan humanis dalam pengelolaan sampah, ibarat kolaborasi sebuah simfoni antara edukasi, partisipasi warga, dan inovasi teknologi yang siap mengubah wajah kota.

Kepala DLH Surabaya, Dedik Irianto, punya cara untuk mengampanyekan penegakan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 5 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Sampah dan Kebersihan, digencarkan dengan cara yang tak biasa. Tak lagi hanya mengandalkan peringatan keras atau pengawasan semata, DLH justru mengajak warga menjadi bagian penting dari solusi. Edukasi dilakukan dari hati ke hati, dibarengi dengan ajakan yang menginspirasi: “Jangan ragu melapor.”

Seruan ini bukan sekadar slogan. Sebuah insiden kecil yang viral di media sosial pekan ini menjadi bukti nyata. Tumpukan sampah di kawasan Pandegiling, yang sempat menuai komentar publik, ternyata merupakan hasil dari kegiatan kerja bakti warga dalam program Surabaya Bergerak. Uniknya, momen tersebut justru membuka mata banyak pihak akan semangat gotong royong yang terorganisir di balik layar.

Dedik menjelaskan, bahwa tiap akhir pekan ada sekitar 150 hingga 200 titik kerja bakti warga di seluruh penjuru kota. Warga dengan sukarela menentukan sendiri titik pengumpulan sampah, lalu melaporkannya lewat aplikasi Surabaya Bergerak. DLH pun bergerak cepat untuk mengangkutnya, sebuah sinergi teknologi dan partisipasi publik yang menjadi model inovatif pengelolaan kota masa depan.

Tumpukan yang difoto warga di Pandegiling, kata Dedik, hanyalah bagian dari rangkaian prosesnya. Namun di balik tumpukan itu, ada kisah warga suka cita warga yang bahu-membahu menjaga kebersihan lingkungan, mengusulkan titik penjemputan, hingga memahami sistem yang telah disusun DLH. Sebuah kedewasaan kolektif yang jarang tersorot, namun sangat layak diapresiasi.

Baca Juga  Semarak Tanggulangin Fair 2026: Wabup Mimik Idayana Riding Bareng Komunitas Otomotif Bangkitkan UMKM

Yang membuat program ini semakin unik adalah fleksibilitas dan keterbukaannya. Kuota maksimal 200 titik per minggu memberi ruang bagi semua warga untuk terlibat, namun tetap menjaga agar pelaksanaan di lapangan tetap terkendali dan efisien. Bila kuota penuh, warga akan diarahkan untuk mendaftar di minggu berikutnya,f solusi cerdas untuk menghindari penumpukan logistik sampah dan memastikan kualitas layanan tetap terjaga.

Dalam pelaksanaannya, DLH tak bekerja sendirian. Ada Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) turut ambil bagian dengan menyediakan alat berat untuk membantu pembersihannya. Ini bukan hanya soal mengangkut sampah, tapi soal menghadirkan kolaborasi lintas sektor yang menjadikan pelayanan publik sebagai urusan bersama.

Namun, benang merah dari semua ini adalah keterlibatan warga. DLH tidak hanya ingin menjadi penindak atau pengangkut, tapi fasilitator perubahan perilaku. Tapi tidak lupa pula, edukasi tentang pentingnya tidak membuang sampah sembarangan terus digaungkan dengan humanis. Laporan warga terhadap pelanggaran pun tidak hanya ditindak, tapi juga dijadikan momen untuk membangun kesadaran.

Di era ketika banyak kota masih bergulat dengan cara konvensional dalam menghadapi masalah sampah, Surabaya menunjukkan bahwa solusi bisa datang dari akar rumput, selama pemerintah membuka ruang, dan warga percaya untuk melangkah bersama. Ini bukan hanya tentang kebersihan, tapi tentang cara baru membangun kota yang kolaboratif, inovatif, dan penuh harapan.

Dalam semangat ini, Surabaya bukan hanya sedang membersihkan sampah, tapi juga menanam benih terhadap warganya atas kepedulian. Aplikasi digital, kerja bakti mingguan, pelibatan warga, dan respons cepat dari DLH adalah wujud nyata kota yang hidup menyala dan bergerak bersama – sama.

Kini, bukan lagi pertanyaan tentang “Tugas siapa yang harus membersihkan kota?” melainkan “Apa peran kita dalam menjaga kota tercinta tetap bersih?” Dan Surabaya telah menjawabnya dengan tindakan, bukan hanya kata-kata.

Baca Juga  Anggota komisi A Dorong Regulasi Sound Horeg Solusi Atasi Dampak Bising yang Merugikan
  • Penulis: Ruang Nurudin

Rekomendasi Untuk Anda

  • Juara Liga 4 Surabaya 2025

    Tundukan Semut Hitam di Final Putra Mars Juarai Liga 4 Piala Walikota Surabaya

    • calendar_month Kamis, 13 Nov 2025
    • account_circle Ruang Gentur
    • 0Komentar

    Ruang.co.id – Setelah berhasil mengalahkan Semut Hitam dengan skor tipis 2-1 di laga final. Kesebelasan Putra Mars tampil sebagai juara Kompetisi Liga 4 Piala Wali Kota Surabaya 2025. Pada laga final yang berlangsung di Stadion Gelora 10 Nopember Surabaya, Rabu (12/11). Dalam pertandingan yang berlangsung panas itu, Putra Mars unggul dua kosong lebih dulu lewat […]

  • Pembakalan guru sd

    Dampingi Siswa Inklusi Dispendik Surabaya Bekali Guru Kelas 1 SD

    • calendar_month Jumat, 19 Apr 2024
    • account_circle Ruang redaksi
    • 0Komentar

    Ruang.co.id – Dampingi siswa inklusi Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melalui Dinas Pendidikan Kota Surabaya melakukan pembekalan kepada para guru kelas 1 Sekolah Dasar (SD) yang akan mendampingi para siswa inklusi di jenjang SD. Pasalnya, beberapa bulan lagi akan dimulai Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) jenjang SD dan nantinya juga akan ada pembukaan untuk siswa inklusi. […]

  • turnamen futsal IKASMAYA

    IKASMAYA Gelar Turnamen Futsal Antar SLTA Se-Surabaya untuk Jaring Bibit Muda

    • calendar_month Minggu, 30 Agt 2026
    • account_circle Mascim
    • 0Komentar

    Ruang.co.id – Ikatan Alumni SMA se-Surabaya (IKASMAYA) menggelar Turnamen Futsal IKASMAYA (TFI) sebagai bagian dari rangkaian menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Kegiatan ini menjadi wadah kompetisi sehat bagi pelajar SLTA negeri maupun swasta di Kota Surabaya untuk menyalurkan bakat dan hobi di bidang olahraga futsal. Ketua Umum IKASMAYA Ir Firman Wahyudi menjelaskan, turnamen ini […]

  • Pemain Madura United yang diturunkan Angel Alfredo Vera dalam laga perempat final AFC Challenge League 2024/2025.

    Madura United Kunci Tiket ke Semifinal AFC Challenge League 2024/2025

    • calendar_month Jumat, 14 Mar 2025
    • account_circle Ruang Wawan
    • 0Komentar

    Ruang.co.id – Madura United memastikan langkah gemilang mereka ke babak semifinal AFC Challenge League 2024/2025. Hal ini terjadi setelah mereka menaklukkan perlawanan sengit Tainan City dengan kemenangan meyakinkan 3-0 pada leg kedua perempat final, Kamis (13/3/2025) malam. Dengan demikian, kemenangan ini sekaligus mengamankan agregat 3-0 bagi Laskar Sape Kerrab, mengingat hasil imbang tanpa gol (0-0) […]

  • Kebangkitan Tinju Sidoarjo

    Gelora Tinju Sidoarjo Bangkit Lewat Fun Fight Boxing yang Meledakkan Semangat Atlet Muda

    • calendar_month Senin, 17 Nov 2025
    • account_circle Ruang Nurudin
    • 0Komentar

    Sidoarjo, Ruang.co.id — Ledakan antusiasme 84 atlet tinju amatir dari Sidoarjo, Surabaya, Malang, Jember, Gresik, dan Jombang mengguncang BUMDes Sumber Awong, Desa Lebo, saat Fun Fight Boxing yang digelar Pengcab Pertina Sidoarjo berlangsung pada Minggu (16/11). Agenda perdana itu bukan sekadar pertandingan, tetapi panggung pencarian talenta yang selama ini hilang dari peta prestasi Sidoarjo. Ketua […]

  • Advokat Taufan Dzaky Athallah

    Taufan Dzaky Athallah Bedah Strategi Abolisi Lembong dan Amnesti Hasto untuk Rekonsiliasi

    • calendar_month Sabtu, 2 Agt 2025
    • account_circle Ruang M Andik
    • 0Komentar

    Ruang.co.id – Praktisi hukum ternama Taufan Dzaky Athallah, S.H., memberikan pandangan mendalam tentang keputusan strategis pemerintah dalam memberikan abolisi kepada mantan Menteri Perdagangan Tom Lembong dan amnesti kepada Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto. Menurut pakar hukum pidana ini, langkah tersebut bukan sekadar kebijakan hukum biasa, melainkan instrumen rekonsiliasi nasional yang tepat di tengah dinamika politik Indonesia. […]

expand_less