Breaking News
light_mode
Sabtu, 29 Agustus 2026
Beranda » Terkini » Gelombang Kecaman Boikot Trans7 dan Sikap Senator Lia Istifhama atas Tayangan Provokatif

Gelombang Kecaman Boikot Trans7 dan Sikap Senator Lia Istifhama atas Tayangan Provokatif

  • account_circle Mascim
  • calendar_month Selasa, 14 Okt 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Ruang.co.id – Gelombang kecaman dan aksi boikot Trans7 membanjiri dunia maya, menjadi wabah publik yang tak terelakan. Pemicu kemarahan massa digital ini adalah sebuah program investigasi yang dinilai telah melangkahi batas etika jurnalistik televisi. Program “Xpose Uncensored” yang tayang pada Senin, 13 Oktober 2024, tersebut dituding melakukan pelecehan terhadap salah satu institusi pendidikan Islam terkemuka, Pondok Pesantren Lirboyo di Kediri. Tagar boikot Trans7 pun merajalela di platform X, membawa serta ratusan ribu cuitan yang mengecam narasi voice over yang dianggap merendahkan martabat kiai sepuh, KH. Anwar Manshur, dan kehidupan santri secara keseluruhan.

Fokus kemarahan publik dalam kontroversi Trans7 ini tertuju pada cara program tersebut menyajikan fakta secara keliru dan penuh prasangka. Tayangan provokatif Trans7 dituding membangun narasi tanpa dasar riset yang mendalam, hanya mengandalkan kesimpulan sepihak dari dalam “tempurung kepala” mereka, sebagaimana dikritik salah satu warganet. Judul episode yang mempertanyakan tradisi santri dengan kalimat “Santrinya Minum Susu Aja Kudu Jongkok, Emang Gini Kehidupan Pondok?” dinilai sebagai bentuk sensasi media penyiaran yang tidak bertanggung jawab. Narasi dalam tayangan itu bahkan mengaitkan tradisi sungkem santri dengan isu pemberian amplop, yang kemudian dipertanyakan secara retoris oleh narator.

Di tengah gejolak publik yang memanas, respons Senator Lia Istifhama hadir dengan penekanan pada aspek legalitas. Anggota DPD RI Komite III ini secara tegas menyoroti Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2002 tentang Penyiaran, yang mengamanatkan fungsi penyiaran sebagai perekat sosial. “Sudah sangat jelas, dalam Pasal 4, Penyiaran sebagai kegiatan komunikasi massa mempunyai fungsi sebagai media informasi, pendidikan, hiburan yang sehat, kontrol dan perekat sosial,” ujarnya. Ia memperingatkan agar fungsi mulia ini tidak dialihkan menjadi sumber provokasi.

Baca Juga  Benteng Moral Pesantren Terluka oleh Trans7, Ini Sikap Tegas JKSN

Ning Lia Istifhama lebih lanjut menekankan pentingnya memahami fakta secara utuh sebelum berbicara, terutama ketika membahas tradisi pesantren yang kompleks. “Maka jadilah perekat sosial, jangan perkeruh suasana. Saya kira ini penting untuk dimiliki semua pihak,” tegasnya. Pendapat Senator cantik ini diperkuat oleh pengalamannya sendiri sebagai mantan santri di masa SMA yang memberinya perspektif mendalam tentang nilai-nilai kebersamaan dan keberkahan dalam kehidupan pondok. “Kalau bicara pondok pesantren misalnya, budaya nyantri dan kehidupan sosial santri, maka harus berpengalaman sebagai santri, setidaknya lakukan riset mendalam,” imbuh Ning Lia. Pengalaman nyantri Lia Istifhama ini menjadi dasar kuat bagi kritiknya terhadap tayangan Trans7 yang dinilai gegabah.

Dari sisi regulator, Komisi Penyiaran Indonesia Daerah Jawa Timur mengambil langkah proaktif. Ketua KPID Jawa Timur, Royin Fauziana, mengonfirmasi bahwa lembaganya telah kebanjiran laporan dari masyarakat dan tokoh pesantren. Royin Fauziana KPID menyatakan bahwa tayangan tersebut diduga kuat telah melanggar Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran. “Kami menilai ada indikasi pelanggaran terhadap Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3SPS), khususnya terkait penghormatan terhadap nilai-nilai agama dan keberagaman,” papar Royin. Ia menegaskan kembali prinsip dasar bahwa penyiaran harus memperkuat toleransi, bukan sebaliknya, menebar stigma.

Baca Juga  Anggota DPD RI Lia Istifhamah Warnai HUT ke-64 IKWI PWI Jatim dengan Literasi Digital

Sebagai bentuk tindakan KPID Jatim yang konkret, lembaga ini akan melaporkan seluruh temuan dan aduan kepada KPI Pusat. Mereka juga berkomitmen untuk menyusun rekomendasi kebijakan guna memperkuat literasi media penyiaran bagi semua pemangku kepentingan. Langkah ini diharapkan dapat menjadi pondasi untuk mencegah terulangnya pelanggaran etika penyiaran serupa di masa depan, khususnya untuk konten-konten sensitif yang menyangkut agama dan budaya. Insiden viral Trans7 ini menjadi pengingat keras bagi seluruh industri media tentang tanggung jawab besar yang melekat pada setiap detik tayangan yang disiarkan kepada publik.

  • Penulis: Mascim

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemerasan Tanah Kades Mulyodadi  

    Kades Nonaktif Mulyodadi Memeras Satu Miliar Lebih Mulai Terungkap, Jaksa Bacakan Dakwaan Berat

    • calendar_month Rabu, 29 Jul 2026
    • account_circle Ruang Nurudin
    • 0Komentar

    Sidoarjo, Ruang.co.id – Sidang Tipikor Surabaya, mengungkap dakwaan berat terhadap Slamet Priyanto, SH., Kades nonaktif Mulyodadi, Kecamatan Wonoayu, Sidoarjo, terkait pemerasan tanah eks gogol Dusun Gabus. Jaksa Penuntut Umum (JPU) Guntur Arief Witjaksono menyebut, terdakwa menerima Rp1,045 miliar, dengan menyalahgunakan kewenangan jabatan kepala desa, untuk menguntungkan diri sendiri. “Didakwa dalam empat dakwaan alternatif. Semua terkait […]

  • Aksi pembagian bunga ke steward di laga Persebaya vs Dewa United

    Aksi Bagi Bunga ke Steward di Laga Persebaya vs Dewa United, Simbol Kolaborasi Sepak Bola

    • calendar_month Sabtu, 28 Sep 2024
    • account_circle Ruang Wawan
    • 0Komentar

    Surabaya, Ruang.co.id – Ada momen menarik yang terjadi saat pertandingan antara Persebaya Surabaya melawan Dewa United di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Surabaya. Pada pertandingan tersebut, dari pemain kedua klub, dan berbagai elemen termasuk suporter, terlibat dalam aksi membagikan bunga kepada steward yang bertugas mengamankan jalannya pertandingan. Aksi ini menjadi simbol kolaborasi dan apresiasi terhadap […]

  • sertifikat tanah elektronik

    Segera Beralih ke Sertifikat Elektronik! Imbauan Kementerian ATR/BPN untuk Pemilik Sertifikat Tanah Lama

    • calendar_month Jumat, 21 Mar 2025
    • account_circle Mascim
    • 0Komentar

    Ruang.co.id – Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) mengimbau masyarakat pemilik sertifikat tanah lama untuk segera beralih ke sertifikat elektronik. Langkah ini dinilai penting untuk meningkatkan keamanan data kepemilikan tanah dan menghindari potensi sengketa lahan di masa depan. Mengapa Sertifikat Elektronik Lebih Aman? Menurut Harison Mocodompis, Kepala Biro Humas Kementerian ATR/BPN, sertifikat tanah […]

  • Suasana kerja perkantoran modern Memperingati Bulan K3

    Bulan K3 2026: Dari Meja Kerja, Kami Menjaga Hak untuk Pulang Selamat

    • calendar_month Kamis, 8 Jan 2026
    • account_circle Ruang Wawan
    • 0Komentar

    Ruang.co.id – Setiap Januari, Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja kembali hadir dengan pesan yang sama, tetapi tantangan yang terus berkembang. Tema Bulan K3 Nasional 2026: “Penguatan Budaya K3 untuk Mewujudkan Pekerja Sehat, Produktif, dan Berdaya Saing” terasa semakin relevan, terutama bagi kami yang bekerja di balik meja kantor. Saya menulis ini bukan sebagai pengamat, melainkan […]

  • Sayembara logo HUT 80 RI

    Sayembara Logo 80 Tahun RI: Panggung Para Desainer Ukir Sejarah Visual Bangsa

    • calendar_month Minggu, 25 Mei 2025
    • account_circle Mascim
    • 0Komentar

    Ruang.co.id – Bagi para desainer grafis profesional, inilah momen yang ditunggu-tunggu. Asosiasi Desainer Grafis Indonesia (ADGI) bersama Kemenparekraf dan Kemensetneg resmi membuka sayembara tertutup untuk menciptakan logo HUT ke-80 Kemerdekaan RI. Tidak sekadar kompetisi biasa, ini adalah kesempatan langka untuk mengabadikan nama dalam catatan sejarah bangsa melalui karya visual. Logo terpilih akan menjadi wajah resmi […]

  • Body Lotion Bantu Kulit Jadi Cerah dan Glowing Secara Alami

    Body Lotion Bantu Kulit Jadi Cerah dan Glowing Secara Alami

    • calendar_month Selasa, 11 Feb 2025
    • account_circle Ruang Ilham
    • 0Komentar

    Ruang.co.id – Siapa di sini yang merasa kulit kusam, belang, atau kurang bercahaya? Apalagi kalau sering kena sinar matahari tanpa perlindungan, kulit bisa jadi lebih gelap dan tidak merata. Kadang, kita kepengin banget punya kulit putih dan cerah seperti seleb Korea, tapi kenyataannya… bayangan sendiri di cermin malah bikin kaget. Tapi tenang, girls (dan boys […]

expand_less