Ruang.co.id – Suasana berbeda terasa di Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Surabaya, Kamis (12/3/2026). Ratusan petugas kebersihan, satpam madrasah, dan kaum dhuafa duduk bersahap dengan para pejabat dalam acara buka puasa bersama yang dikemas ala pondok pesantren (ponpes). Hidangan sederhana di atas daun pisang menjadi simbol kebersamaan tanpa memandang status sosial di bulan suci Ramadhan.
Kegiatan yang dirangkai dengan penyaluran paket zakat fitrah ini dihadiri langsung oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Surabaya, Dr. Muhammad Muslim, S.Ag., M.Sy., beserta jajaran pegawai Kemenag, perwakilan Kantor Urusan Agama (KUA), dan madrasah. Acara ini merupakan bagian dari gerakan nasional pembagian 2 juta paket zakat fitrah untuk keluarga kurang mampu di seluruh Indonesia, sekaligus wujud implementasi nilai kepedulian sosial di lingkungan Kemenag.
“Ini sebenarnya bagian dari kepedulian kita bersama kepada saudara-saudara kita yang kurang mampu. Yang mungkin berbeda di Surabaya, kita makan satu talam bersama para dhuafa. Jadi pejabat tidak makan sendiri-sendiri, tetapi berbaur. Apa yang mereka makan, kita juga makan. Ini sebagai bentuk bahwa kita semua sama,” ujar Muhammad Muslim di sela-sela acara.
Ia menjelaskan, tidak ada prasmanan mewah atau tempat duduk istimewa dalam acara tersebut. Seluruh peserta, baik pejabat maupun petugas, menikmati hidangan nasi dan lauk pauk yang sama dengan cara yang sama. “Suasana makan ala pondok pesantren ini sengaja dihadirkan untuk menghilangkan sekat antara atasan dan bawahan. Mereka juga memiliki peran yang sama di negeri ini dan harus kita hormati,” tegasnya.
Dalam kegiatan tersebut, Kemenag Kota Surabaya menyalurkan sebanyak 1.009 paket zakat fitrah dan bantuan sembako. Bantuan tersebut didistribusikan tidak hanya di kantor Kemenag kota, tetapi juga melalui KUA serta madrasah di lingkungan Kementerian Agama se-Surabaya. Langkah ini diambil agar bantuan tepat sasaran dan menjangkau lebih banyak penerima manfaat.

Salah satu penerima manfaat, Muklasin, yang sehari-hari bekerja sebagai petugas kebersihan di MAN Kota Surabaya, mengaku terharu dapat duduk dan makan bersama para pejabat. “Saya merasa terharu karena pejabat seperti Kepala Kemenag Kota Surabaya bisa makan bersama dengan kami. Rasanya seperti makan bersama teman sendiri,” ungkapnya.
Ia juga menyampaikan rasa syukur atas bantuan sembako yang diterimanya. “Saya sangat terbantu dengan sembako ini. Semoga kegiatan seperti ini terus berlanjut dari tahun ke tahun. Terima kasih kepada Kemenag Kota Surabaya yang peduli kepada kami,” pungkas Muklas.
Pihak Kemenag Kota Surabaya berkomitmen untuk terus hadir di tengah masyarakat, tidak hanya sebagai pelayan administrasi keagamaan, tetapi juga sebagai garda depan dalam aksi kemanusiaan. Kebersamaan yang terjalin di atas daun pisang ini diharapkan dapat menjadi agenda tahunan sebagai wujud nyata kepedulian sosial dan penguatan tali silaturahmi di bulan suci.

