Ruang.co.id – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menggenggam erat sinergi dengan seluruh elemen bangsa, mulai dari ulama hingga pemuda, dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) serta menyukseskan program strategis Presiden Prabowo Subianto. Momen kebersamaan tersebut terlihat dalam acara Safari Ramadhan yang digelar di Mapolda Jawa Timur, Sabtu (14/3/2026), sebagai upaya memperkokoh persatuan di tengah tantangan global yang kian kompleks.
Jenderal Sigit menegaskan bahwa stabilitas keamanan nasional merupakan fondasi utama yang tidak bisa ditawar untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia. Menurutnya, konflik global dan gejolak ekonomi dunia saat ini hanya bisa dihadapi jika seluruh komponen bangsa bersatu padu, tidak ada sekat antara aparat keamanan, tokoh agama, dan masyarakat sipil.
“Dan yang paling utama untuk bisa mewujudkan mendorong terjadinya pertumbuhan ekonomi, syarat utamanya adalah stabilitas kamtibmas, stabilitas keamanan nasional, harus terjaga. Itu tentunya menjadi PR bersama,” ujar Listyo Sigit.
Mantan Kabareskrim ini mengingatkan bahwa pengalaman bangsa saat menghadapi Pandemi Covid-19 menjadi bukti otentik kekuatan persatuan. Indonesia berhasil bangkit dari keterpurukan ekonomi karena semua elemen, mulai dari ulama hingga rakyat biasa, bergandengan tangan tanpa mengenal lelah.
“Namun alhamdulillah karena saat itu kita semuanya bersatu. Umara, ulama, masyarakat, rakyat semua bersatu. Saat itu kita bisa menghadapi itu semua dan dalam waktu cepat pertumbuhan ekonomi kita kembali meningkat,” kenang Listyo Sigit.
“Polri tidak bisa bekerja sendiri. Seluruh elemen bangsa, TNI, Polri harus solid. Didukung oleh ulama, didukung oleh seluruh elemen pemuda, masyarakat, buruh, semua harus bersatu,” tegasnya menekankan poin penting sinergi nasional.
Dalam kesempatan tersebut, Kapolri juga mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk bahu-membahu menyukseskan program-program unggulan Presiden Prabowo. Fokus utama meliputi ketahanan pangan dan energi, hilirisasi industri, serta upaya menjaga kemandirian bangsa di tengah tekanan global.
“Oleh karena itu, kuncinya adalah menjaga persatuan dan kesatuan. Yang pasti pemerintah akan mengambil langkah-langkah konkret untuk menjaga stabilitas ekonomi, khususnya terkait harga-harga minyak tetap terjaga,” papar Listyo Sigit.
Di penghujung sambutannya, Jenderal Sigit mengingatkan tentang bonus demografi yang akan menjadi momentum emas bagi Indonesia. Ia menekankan pentingnya menyiapkan sumber daya manusia (SDM) unggul agar momentum tersebut tidak terlewatkan begitu saja.
“Mendorong program-program Bapak Presiden terkait dengan ketahanan pangan, energi, terkait dengan program-program hilirisasi yang menciptakan lapangan pekerja. Sehingga Indonesia betul-betul bisa mengelola sumber daya alam yang kita miliki,” jelas Listyo Sigit.
“Memanfaatkan momentum demografi yang ada untuk kita bisa menuju visi Indonesia Emas 2045 dan menjadi negara maju,” pungkasnya mengakhiri arahan di hadapan ratusan personel dan tokoh masyarakat. (Wis)

