Bagaimana Bacaan Takbiran untuk Idulfitri yang Benar? Simak Lafal dan Artinya di Sini

bacaan takbiran Idulfitri lengkap
Simak bacaan takbiran Idulfitri versi pendek dan panjang lengkap dengan tulisan Arab, latin, dan artinya. Foto: @Freepik
Ruang Sely
Ruang Sely
Print PDF

Ruang.co.id – Umat Islam di Indonesia akan segera merayakan Idulfitri sebagai momen kemenangan setelah sebulan penuh berpuasa. Menjelang hari raya, masyarakat biasanya mulai melantunkan takbiran sejak terbenamnya matahari pada malam 1 Syawal. Namun, bagaimana sebenarnya bacaan takbiran yang benar dalam bahasa Arab dan kapan waktu tepat mengumandangkannya?

Anjuran memperbanyak takbir saat Idulfitri memiliki dasar yang kuat dalam Al-Qur’an. Allah SWT berfirman dalam surah Al-Baqarah ayat 185:

وَلِتُكْمِلُوا الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا اللَّهَ عَلَىٰ مَا هَدَاكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ

Artinya: “Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur.” (QS. Al-Baqarah: 185)

Berdasarkan ayat ini, umat Islam diperintahkan untuk mengagungkan Allah (bertakbir) sebagai bentuk syukur atas penyelesaian ibadah Ramadan. Takbir mulai dikumandangkan sejak malam Idulfitri hingga sebelum pelaksanaan salat Id.

Terdapat dua versi bacaan takbir yang umum diamalkan masyarakat. Versi pertama adalah takbir pendek yang sering dilantunkan berulang-ulang saat malam takbiran keliling atau di masjid-masjid. Berikut lafal Arab, latin, dan artinya:

اللَّهُ أَكْبَرُ اللَّهُ أَكْبَرُ اللَّهُ أَكْبَرُ، لَا إلٰهَ إِلَّا اللَّهُ، وَاللَّهُ أَكْبَرُ، اللَّهُ أَكْبَرُ وَلِلَّهِ الْحَمْدُ

Allahu akbar, Allahu akbar, Allahu akbar. La ilaha illallahu wallahu akbar. Allahu akbar wa lillahil hamd.

Artinya: “Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar. Tiada Tuhan selain Allah, Allah Maha Besar. Allah Maha Besar dan segala puji bagi-Nya.”

Sementara itu, versi kedua merupakan bacaan takbir panjang yang biasanya dikumandangkan dalam takbiran berjamaah di masjid atau lapangan. Berdasarkan tinjauan madzhab Syafi’i, lafal ini memuat pujian yang lebih lengkap:

اللَّهُ أَكْبَرُ كَبِيرًا، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ كَثِيرًا، وَسُبْحَانَ اللَّهِ بُكْرَةً وَأَصِيلًا، لَا إلٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَلَا نَعْبُدُ إِلَّا إِيَّاهُ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُونَ، لَا إلٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ صَدَقَ وَعْدَهُ وَنَصَرَ عَبْدَهُ وَهَزَمَ الْأَحْزَابَ وَحْدَهُ، لَا إلٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَاللَّهُ أَكْبَرُ

Baca Juga  Cara Menghitung Zakat Fitrah 2025 Panduan Lengkap dan Praktis untuk Keluarga Muslim

Allaahu akbar kabiraa, walhamdu lillaahi katsiraa, wa subhaanallaahi bukratan wa ashiilaa. Laa ilaaha illallaahu wa laa na’budu illaa iyyaahu mukhlishiina lahud diina wa law karihal kaafiruun. Laa ilaaha illallaahu wahdahu shadaqa wa’dahu wa nashara ‘abdahu wa hazamal ahzaaba wahdahu. Laa ilaaha illallaahu wallaahu akbar.

Artinya: “Allah Maha Besar dengan segala kebesaran, segala puji bagi Allah dengan pujian yang banyak, Maha Suci Allah di waktu pagi dan petang. Tiada Tuhan selain Allah, kami tidak menyembah kecuali kepada-Nya dengan memurnikan agama untuk-Nya meskipun orang-orang kafir membencinya. Tiada Tuhan selain Allah Yang Maha Esa, Dia menepati janji-Nya, menolong hamba-Nya, dan mengalahkan musuh dengan sendiri-Nya. Tiada Tuhan selain Allah, Allah Maha Besar.”

Kedua bacaan ini sama-sama memiliki keutamaan sebagai bentuk pengagungan kepada Allah SWT. Para ulama membedakan takbir menjadi dua jenis: takbir muqayyad yang dilantunkan setelah salat wajib, dan takbir mursal yang dikumandangkan kapan saja selama periode takbiran tanpa terikat waktu salat.

Umat Islam dapat memilih salah satu atau menggabungkan kedua versi bacaan tersebut sesuai kebiasaan yang berlaku di lingkungan masing-masing. Yang terpenting adalah niat untuk mengagungkan Allah dan mensyukuri nikmat Ramadan.

Melantunkan takbir tidak hanya menjadi tradisi, tetapi juga pengingat spiritual bahwa keberhasilan melewati Ramadan berasal dari kebesaran Allah. Momentum ini mengajak umat Islam untuk merenungkan makna kemenangan sejati, yaitu kembali kepada fitrah dengan hati yang bersih. Di tengah gegap gempita malam takbiran, pesan utama takbir adalah ajakan mensyukuri nikmat iman dan Islam.