Ruang.co.id – Ribuan paket takjil yang dibagikan di kawasan Jalan Ir. H. Soekarno (MERR) Surabaya, Minggu (15/3/2026) sore, bukan hasil dari uluran tangan perusahaan atau lembaga besar. Sebanyak 2.026 paket takjil yang ludes dalam hitungan menit itu murni berasal dari swadaya warga biasa RW15 Kelurahan Medokan Ayu, Kecamatan Rungkut.
Di tengah maraknya aksi sosial yang mengandalkan dana korporasi atau bazel, warga RW15 memilih jalan berbeda. Mereka patungan dari kantong pribadi, ditambah donasi spontan dari luar wilayah, untuk mewujudkan bakti sosial tahunan tersebut. Hujan deras yang mengguyur sore itu pun tidak menyurutkan aksi 30 kader KSH (Kader Surabaya Hebat) yang turun ke tiga titik lampu merah di MERR.
Ketua RW15 Medokan Ayu, M. Markus, menegaskan bahwa kemandirian warga menjadi kunci utama kegiatan ini. “Tidak ada sponsor besar di sini. Ini murni dari warga RW15 dan beberapa donatur pribadi dari luar yang tergerak. Kami ingin membuktikan bahwa kepedulian sosial tidak harus menunggu perusahaan besar, tapi bisa dimulai dari lingkungan sendiri,” ujarnya.
Dengan teknik jembut bola, para kader menyisir pengendara roda dua dan empat yang berhenti di lampu merah. Pengamanan ketat dari Koramil 0830/11 Rungkut, Polsek Rungkut, serta Satpol PP turut memastikan kelancaran aksi tanpa mengganggu arus lalu lintas.
Ustadz Bagus Subuh Hadi, Ketua Panitia Pelaksana, menjelaskan bahwa semangat gotong royong inilah yang membuat kegiatan rutin tahunan ini selalu sukses. “Kami tidak pernah membuka donasi besar-besaran. Cukup warga dan orang-orang sekitar yang peduli. Hasilnya memang tidak sampai puluhan ribu paket, tapi keberkahannya luar biasa karena lahir dari keikhlasan tetangga sendiri,” terangnya.
Ia menambahkan bahwa selain takjil, dana swadaya warga juga digunakan untuk santunan anak yatim dan kaum duafa. “Ini bentuk nyata bahwa ekonomi kerakyatan bisa menghadirkan kebahagiaan bersama,” imbuhnya.
Markus mengungkapkan, koordinasi erat dengan aparat keamanan menjadi faktor penting agar kegiatan berjalan aman. “Kami berkoordinasi dengan Koramil dan Polsek sejak H-3. Keamanan pengendara dan panitia adalah prioritas utama, apalagi saat hujan deras seperti ini,” jelasnya.
Setelah pembagian takjil rampung, seluruh panitia berbuka puasa bersama di Balai RW15 Jl. Griya Medayu Utara I. Momen ini menjadi ajang refleksi dan penguatan tali silaturahmi antarwarga.
Ke depan, panitia berharap semangat swadaya ini dapat menginspirasi lingkungan lain. “Kami ingin masyarakat luas percaya bahwa berbagi itu tidak perlu menunggu kaya atau punya sponsor. Dari lingkungan sendiri, dengan niat tulus, insya Allah berkahnya sampai,” pungkas Ustadz Bagus.

