Jayandaru Vol 1 All 2Stroke: Saat Deru Motor Dua Tak ala Era 90-an Menyatukan Anak Muda Kekinian Sidoarjo

Jayandaru All 2Stroke
Jayandaru Vol1 All 2Stroke di Sidoarjo menyatukan ribuan biker lintas daerah, menghidupkan budaya motor dua tak dan solidaritas anak muda. (Ist)
Ruang Nurudin
Ruang Nurudin
Print PDF

Sidoarjo, Ruang.co.id – Sidoarjo kembali disemarakkan oleh suara knalpot khas motor dua tak, tumpah ruah terpusat di Mall Pelayanan Publik (MPP) Pemerintah Kabupaten Sidoarjo, Minggu (31/5/2026).

Namun kali ini, suara “ngiiiing” yang memenuhi Lapangan MPP Pemkab. Sidoarjo di Jalan Lingkar Timur, bukan tentang balap liar atau kebut-kebutan jalanan.

Hampir 2 ribu bikers datang, membawa satu semangat yang sama, silaturahmi, persaudaraan, dan kebanggaan pada kultur otomotif lawas, yang kembali hidup di tangan generasi muda.

Event bertajuk “Jayandaru Vol. 1 All2 Stroke”, menjadi ruang temu bagi komunitas motor dua tak dari berbagai daerah, diantaranya tersebutkan datang dari Banten, Sulawesi dan Ambon.

Sejak pagi, kawasan MPP dipenuhi deretan motor RX-King, Ninja SS, F1ZR, hingga Yamaha TZM, yang dipoles mengilap dengan sentuhan modifikasi khas era 90-an.

Bahkan motor 2 Tak Yamaha bebek di era 70-an dan Suzuki RC 80 Jet Cooled tahun 80-an, juga dipamerkan di ajang beauty contest motor All2 stroke acara ini, di hall MPP.

Di sela dentuman musik dan aroma asap samping yang keluar dari “blayer”, yang begitu akrab bagi pecinta dua tak, para biker tampak larut dalam obrolan hangat, saling bertukar cerita tentang mesin, perjalanan touring, hingga kenangan masa muda yang seolah hidup kembali lewat suara knalpot mereka.

Acara ini diawali dengan syukuran potong tumpeng, sebelum Bupati Sidoarjo hadir membuka acara. Potong tumpeng dilakukan oleh Rangga, Ketua Panitia Jayandaru Vol All 2 Stroke, diberikan kepada Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Sidoarjo, Yudhi Irianto, bersama anggota Komisi A DPRD Sidoarjo, M. Rafi Wibisono.

Semarak pembukaan “Jayandaru Vol. 1 All 2 Stroke/Tak” di Kabupaten Sidoarjo berlangsung meriah dengan kehadiran pecinta motor dua tak dari berbagai daerah, bahkan hingga Ambon.

Bupati Sidoarjo, Subandi, hadir membuka acara dan dalam pidato sambutannya mengingatkan, pentingnya keselamatan selama perjalanan datang masuk Sidoarjo dan pulang. “Tolong dijaga, terutama keselamatan yang ada di jalan,” ujarnya.

Ia juga memastikan dukungan pemerintah daerah terhadap event serupa ke depan.

“Kalau melihat antusias pencinta dua tak, insyaallah kegiatan seperti ini akan kita gelar lagi. Setidaknya nanti Tahun Baru kita akan meriahkan lagi, dan saya kasih dua hadiah motor,” katanya disambut riuh peserta dan “blayer” motor serempak.

Kehadiran pemerintah daerah dan DPRD Sidoarjo dalam event ini, menjadi simbol bahwa komunitas motor kini mulai dipandang sebagai bagian dari potensi positif anak muda.

“Harapan kami, biker-biker ini bisa menjadi duta keselamatan di jalan, memberi contoh yang baik, sekaligus menghilangkan stigma negatif yang selama ini melekat,” ujar Yudhi Irianto.

Menurutnya, pemerintah ingin menghadirkan ruang yang sehat bagi anak muda pecinta otomotif, agar energi mereka tidak tersalurkan ke aktivitas negatif seperti balap liar. Pemkab Sidoarjo memastikan, terus mengawal mereka untuk tidak balap ria di jalan milik publik.

“Pemerintah tidak boleh lepas tangan. Ketika anak muda punya potensi positif, maka harus ada wadah yang disiapkan,” tambahnya.

Tak hanya menjadi ajang kumpul komunitas, Jayandaru Vol. 1 All2 Stroke juga dipenuhi berbagai hiburan dan lomba. Sorotan utama tertuju pada lomba blayer, ketika suara knalpot dua tak meraung keras memancing sorak penonton.

Selain itu, kontes motor modifikasi menjadi magnet tersendiri. Setiap motor tampil dengan karakter unik, mulai konsep restorasi original hingga gaya racing klasik yang penuh detail.

Bagi sebagian anak muda Gen Z, motor dua tak bukan lagi sebagai kendaraan tua. Ia telah berubah menjadi simbol identitas, gaya hidup, bahkan karya seni jalanan.

M. Rafi Wibisono mengaku, sengaja mendorong penuh event tersebut melalui dukungan pokok pikirannya, karena melihat besarnya antusiasme komunitas otomotif di Sidoarjo.

“Sidoarjo ini pusatnya otomotif. Anak-anak muda ini harus punya fasilitas dan wadah agar hobinya bisa berubah menjadi prestasi,” katanya.

Rafi menyebut, peserta yang hadir tidak hanya berasal dari Sidoarjo atau Jawa Timur. Sejumlah komunitas dari luar daerah, seperti Banten bahkan disebut ikut datang meramaikan event perdana di Sidoarjo tersebut.

“Ini baru pertama kali digelar di Sidoarjo, tapi antusiasmenya luar biasa. Jam 10 pagi saja peserta sudah tembus sekitar 1.500 biker,” ujarnya.

Di tengah riuh acara, muncul satu harapan besar yang berkali-kali dibicarakan para biker, hadirnya sirkuit permanen di Sidoarjo. Event ini disebut menjadi “pemancing” agar pembangunan sirkuit benar-benar segera terealisasi.

“Kalau bisa tahun 2028 nanti sirkuit sudah diresmikan. Supaya anak-anak punya tempat resmi dan tidak lagi dianggap balap liar,” kata Rafi.

Sebagai pembina gabungan komunitas motor 2 Stroke, pungkas Rafi, “Dalam waktu dekat di tahun ini akan kita selenggarakan Drag Race Motor 2 Tak. Ini masih dikonsep”.

Menjelang sore, suara knalpot dua tak masih meraung di udara Sidoarjo. Namun lebih dari sebuah pertunjukan suara mesin, Jayandaru Vol. 1 2 Stroke meninggalkan pesan sederhana: bahwa di balik jaket komunitas, tattoo, dan motor berisik itu, ada anak-anak muda yang hanya ingin diterima, diberi ruang, dan dipercaya bisa tumbuh menjadi bagian positif bagi kotanya.