Tangan Ikhlas Petugas Haji Dorong 25 Lansia Risti Tuntaskan Tawaf
- account_circle Mascim
- calendar_month 2 jam yang lalu
- print Cetak

Tangan ikhlas petugas haji Bobby Rachman Santoso dorong 25 lansia risti tuntaskan tawaf ifadah dan sai. Tolak imbalan, hanya minta doa jemaah. (Ist)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Ruang.co.id – Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Pusat, Bobby Rachman Santoso, mengawal langsung 25 jemaah haji lanjut usia (lansia) dan risiko tinggi (risti) untuk menuntaskan tawaf ifadah dan sai di Masjidil Haram. Pendampingan intensif ini dilakukan secara sukarela demi memastikan rukun haji para jemaah berkebutuhan khusus tersebut sah dan aman terlaksana.
Tawaf ifadah dan sai merupakan rukun haji yang tidak dapat diwakilkan, namun menjadi tantangan fisik berat bagi jemaah dengan penyakit kronis seperti jantung, diabetes, atau gangguan sendi. Bobby yang bertugas di Tim Lansia dan Disabilitas Sektor 3 menyatakan komitmennya untuk memastikan tidak ada jemaah yang tertinggal dalam ibadah inti ini.
“Membantu jemaah lansia dan risti dalam melaksanakan ibadah haji adalah tugas kami. Mulai dari kedatangan, umrah wajib, pelaksanaan Armuzna, lempar jumrah, hingga tawaf ifadah dan sai, kami kawal penuh,” ujar Bobby. “Kami selalu berseragam sebagai bukti komitmen totalitas dan tanggung jawab agar jemaah haji khusyuk beribadah.”
Dalam menjalankan tugas mulia tersebut, Bobby menolak segala bentuk imbalan. Baginya, doa dari para jemaah yang dibantunya adalah hadiah paling berharga. Ia secara pribadi berinisiatif mendorong kursi roda jemaah satu per satu, terutama mereka yang kondisinya paling rentan, setelah melalui persetujuan tim kesehatan.
“Ini adalah jariyah pribadi saya. Sebisa mungkin, sebanyak mungkin, kita dorong sendiri jemaah haji. Saya tidak mau menerima uang, saya hanya ingin doa mereka untuk saya dan keluarga,” tegasnya. “Adapun jemaah yang saya bantu adalah lansia dengan penyakit kronis seperti tumor lambung dan pengapuran sendi. Semuanya harus atas persetujuan dokter.”
Pelayanan tanpa pamrih ini menuai apresiasi mendalam dari para jemaah. Hj. Salkiah, jemaah asal Lombok, mengaku sangat terbantu. “Petugas haji tahun ini benar-benar berkhidmat. Saya lihat itu dari Petugas Bobby yang mendampingi saya dan tidak mau diberi sangu. Dia hanya meminta doa agar dosa-dosanya diampuni,” ungkapnya.
Hal senada disampaikan Mbah Kanah, jemaah asal Surabaya yang sempat ragu karena keterbatasan fisiknya. “Alhamdulillah, berkat Allah dan Mas Bobby, saya lega ada yang mendampingi. Semua angan-angan saya untuk melaksanakan rukun, wajib, dan sunah haji terkabul. Perjuangan beliau patut diacungi jempol, menolong tanpa pamrih,” tuturnya penuh syukur.
Seorang jemaah disabilitas lainnya menuturkan, dirinya merasa sangat tertolong karena kedua kakinya mengalami pengapuran. “Petugas haji sangat tulus mendorong saya, ibarat anak dan orang tua sendiri. Beliau tidak mengharap dan tidak mau menerima imbalan berupa apa pun. Semoga seluruh jerih payahnya menjadi amal baik yang menolong di akhirat kelak,” pungkasnya.
- Penulis: Mascim

