Breaking News
light_mode
Selasa, 8 September 2026
Beranda » Lifestyle » Ludruk Lintas Generasi Patahkan Mitos Seni yang Mulai Asing

Ludruk Lintas Generasi Patahkan Mitos Seni yang Mulai Asing

  • account_circle Ruang Gentur
  • calendar_month Senin, 20 Apr 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Ruang.co.id – Di tengah semakin terjepitnya seniman ludruk untuk bisa mengekspresikan penampilannya secara utuh dalam pentas ludruk yang semakin tergerus oleh zaman. Muncul harapan baru dengan tampilnya ludruk Medang Taruna Budaya ( MTB ) yang menampilkan pementasan ludruk secara utuh ( hampir sesuai pakem ) di taman Budaya Surabaya, kompleks balai pemuda, sabtu, (18/4).

Dalam pementasan yang berjudul wong salah mesti seleh ini, menampilkan kolaborasi seniman ludruk generasi tua dengan generasi ludruk pemula yang pelakonnya masih anak- anak.

Pementasan Ludruk yang dibesut Cak Sabil Lukito ini, tampil dengan formasi utuh sesuai pakem. Yakni di awal dibuka dengan tari remo khas Ludruk Jawa Timuran. Kemudian penampilan para bedayan atau pesinden perempuan berjumlah delapan. Jika dahulu biasanya para bedayan ini dimainkan oleh para laki- laki tapi dalam riasan dan pakaian kebaya perempuan . Namun kali ini bedayan dimainkan oleh perempuan tulen. Namun karena bedayannya masih anak-anak maka mereka hanya menampilkan gerak tari mengikuti suara gending dan sinden asli yang duduk diantara wiyogo ( para pemain gamelan ludruk ).

Selepas tampilan bedayan, pentas dilanjutkan dengan Kidungan yang dilanjutkan dengan dagelan. Setelah kidungan dilantunkan Cak Sabil. Kemudian diteruskan dengan dagelan yang ditemani Cak Insyaf. Dalam dagelan ini, kedua pelawak ini juga mengajak beberapa anggota ludruk yang berprestasi seperti Kenso, juara Cak cilik Surabaya 2023 dan dua anggota ludruk MTB juara parikan tahun 2024. Acara semakin menarik dengan tampilnya Selebgram Gen Z asal Surabaya Unieke si cantik bersuara cempreng.

Usai dagelan dilanjutkan dengan tampilan cak Sudrun dan pemain ludruk waria yang rampil sebagai pasangan suami istri seniman ludruk senior yang hidup miskin karena sepi job dan beralih profesi menjadi petani.

Baca Juga  Kesalahan Umum dalam Makeup Natural dan Cara Menghindarinya, Biar Glowing Tanpa Gagal!

Usai dialog suami istri ini. Pentas ludruk masuk pada lakon utama yang berjudul Wong salah mesti seleh yang seluruh pemainnya adalah anak-anak.

Dalam lakon ini mengisahkan tentang Lamaran dua pangeran dari Kediri yakni Joko Taruno dan Pangeran Situbondo dari Sampang Madura yang ingin mempersunting putri Purbowati anak Adipati Surabaya, Prabu Jayengrono. Joko Taruno Karena kedua pengeran itu ngotot ingin mendapatkan Purbowari, maka Jayengrono membuat sayembara kepada keduanya agar bertarung siapa yang menang berhak mendapat putrinya.

Dalam perkelahian ini Joko Taruna kalah bahkan tubuhnyaa nyangsang atau terjepit di cabang pohon. Namun berkat bantuan Joko Jumput pemuda desa anak dari mbok rondo Praban Kinco, Joko Taruno bida diturunkan. Lalu Joko Taruno minta Joko Jumput untuk menghajar Pangeran Situbondo karena Joko Jumput punya pecut sakti. Dan benar Joko Jumput berhasil mengalahkan Pangeran Situbondo bahjan menyurub pangeran asal Sampang itu untuk membuka hutan di wilayah timur yabg jauh dari Surabaya yang di kemudian hari menjafi kabupaten Situbondo.

Namun, saat Pangeran Sitibondo menyerah dan memberikan udeng ( songkok pengikat kepal ala madura ) udeng itu diambil Joko Taruno dan dilaporksn ke Adipati Jayengroni dengan mengatakan bahwa dirinyalah yang mengalahkan Situbondo.

Namun usai diberikan pada Adipati, datanglah Joko Jumput untuk meminta udeng tanda kekalahan pangeran Situbondo itu dikembalikan. Joko Jumput juga menceritakan kepada Adipati bahw dialah yang sebenarnya mengalahkan pangeran Situbondo. Karena perlu klarifikasi kebenarannya. Maka Adipati menanyai Joko Taruno. Namun Joko Taruno yang sudah terlanjur malu hanya diam saja tidak menjawab. Sehingga Adipati mengatakan Joko Taruna diam saja seperti dolog atau batu. Maka seketika itu juga tubuh Joko Taruna berubsh menjadi patunh Joko Dolog yang hingga saat ini dikeramatkan oleh umat Hindu di Surabaya. Joko Taruna inilah yang disebut wong salah berakhir Seleh.

Baca Juga  Cara Memilih Pakan Ikan yang Efektif untuk Budidaya, Panduan Lengkap untuk Hasil Maksimal

Usai pentas, Cak Sabil mengatakan kalau anak asuhnya yang sebagian besar masib duduk di SD dan SMP ini praktis hanya berlatih beberapa kali. Namun ternyata bisa bermain bagus di pentas. Bahkan mainnya lebih bagus.

“Saya senang anak- abak busa pentas dengan baik. Daya harapkan mereka bisa membawa kesenian ludruk ini dalam jiwanya hibgga mereka besar dan meraih cita-citanya nanti tidak lupa terhadap Ludruk. Sehingga meski nantinya berprofesi lain seperti menjadi dokter, polisi, TNI maupun pengusaha. Mereka tetap bisa berpartisipasi melestarikan ludruk yang saat ini mulai diambang kepunahan,” tutur Csk Sabil.

Memang diakui, kesenian ludruk secara utuh sudah jarang ditemui di masyarakat saat ini, karena sudah jarang ada orang nanggap ludruk. Sehingga banyak seniman ludruk yang berubah menjadi pelawak.

  • Penulis: Ruang Gentur

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tangis Istri Sidang Ginjal

    Air Mata di Ruang Sidang: Pengakuan Istri Terdakwa Kasus Jual Beli Ginjal Menggugah Nurani

    • calendar_month Rabu, 25 Jun 2025
    • account_circle Ruang Nurudin
    • 0Komentar

    Sidoarjo, Ruang.co.id – Tangis terdakwa A (istri terdakwa MF) pecah di hadapan majelis hakim Pengadilan Negeri Sidoarjo. Dalam sidang lanjutan kasus dugaan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) berkedok donor ginjal. Sang istri terdakwa MF itu tak mampu menahan emosinya. “Saya hanya ingin meringankan beban hukuman suami saya, Yang Mulia. Karena semua ini bukan keinginan saya, […]

  • Surabaya Printing Expo 2026

    Bagaimana Surabaya Printing Expo 2026 Membidik 15 Ribu Pengunjung di Pusat Cetak Digital

    • calendar_month Sabtu, 4 Jul 2026
    • account_circle Mascim
    • 0Komentar

    Ruang.co.id – Surabaya Printing Expo 2026 resmi menetapkan target ambisius sebanyak 15.000 pengunjung dalam gelaran empat hari di Grand City Convention Center, Surabaya. Pameran yang dijadwalkan berlangsung pada 8–11 Juli 2026 ini menjadi etalase strategis bagi percepatan transformasi sektor percetakan nasional. CEO Krista Exhibitions, Daud D. Salim, mengonfirmasi langsung target tersebut saat ditemui di Surabaya, […]

  • Pokir Dewan untuk Budidaya Ikan

    Pokir Abah Pri Anggota DPRD Sidoarjo: Direalisasi Lewat Dasar Kolam, Harapan Petani Ikan Bangkit Berdayakan Ketahanan Pangan

    • calendar_month Sabtu, 21 Jun 2025
    • account_circle Ruang Nurudin
    • 0Komentar

    Sidoarjo, Ruang.co.id — Di tengah kolam sederhana di Desa Popoh, Kecamatan Wonoayu, air yang tenang itu menyimpan gelisah. Bukan karena arus banjir atau badai luapan sungai, melainkan karena ketidakpastian masa depan. Namun H. Supriono Anggota Komisi B DPRD Sidoarjo, yang akrab disapa “Abah Pri” oleh konstituantenya, dalam agenda resesnya memilih turun langsung ke jantung denyut […]

  • Berteduh di bawah flyover

    Berteduh di Bawah Flyover Saat Hujan Bisa Kena Denda Rp250 Ribu, Jangan Asal Berhenti Lagi Ya!

    • calendar_month Jumat, 30 Mei 2025
    • account_circle Ruang Nurudin
    • 0Komentar

    Ruang.co.id – Pernah buru-buru cari tempat berteduh saat hujan tiba-tiba turun? Hati-hati, jangan asal pilih tempat! Banyak pemotor yang belum sadar kalau berteduh di bawah flyover atau jembatan bukan solusi aman, justru bisa bikin rugi besar. Tindakan ini sering dianggap sepele, padahal konsekuensinya serius—mulai dari denda hingga risiko kecelakaan. Fakta terbaru ini bikin heboh media […]

  • kecelakaan bus pariwisata di Kota Batu

    Tragedi Bus Pariwisata di Kota Batu: Fakta Baru Terungkap

    • calendar_month Kamis, 9 Jan 2025
    • account_circle Ruang redaksi
    • 0Komentar

    Kota Batu, Ruang.co.id – Insiden kecelakaan maut yang melibatkan bus pariwisata Sakhindra Trans terus menyisakan kisah pilu. Tidak hanya menyebabkan empat korban jiwa dan 15 lainnya luka-luka, tragedi ini juga mengungkap kondisi mengejutkan dari armada bus lain dalam rombongan tersebut. Dirlantas Polda Jawa Timur, Kombes Komarudin, membeberkan bahwa bus yang mengalami rem blong pada Kamis […]

  • Paul Munster Persebaya

    Paul Munster Siapkan Strategi Baru untuk Persebaya di Putaran Kedua Liga 1

    • calendar_month Selasa, 7 Jan 2025
    • account_circle Ruang Wawan
    • 0Komentar

    Surabaya, Ruang.co.id – Pelatih Persebaya Surabaya, Paul Munster, menatap putaran kedua Liga 1 musim ini dengan persiapan matang. Selain mendatangkan beberapa pemain baru, pelatih asal Irlandia Utara ini fokus melakukan evaluasi untuk meningkatkan performa tim baik secara kolektif maupun individu. “Saya sudah melakukan evaluasi bersama tim pelatih, membahas secara tim maupun individu pemain. Kami berbicara […]

expand_less