Breaking News
light_mode
Rabu, 28 Oktober 2026
Beranda » Hukrim » Seorang Dokter Gigi “Ngoceh” di Medsos, Somasi Menggelegar dari Kuasa Hukum Jero Mozart Bongkar Dugaan Fitnah Ortodontis

Seorang Dokter Gigi “Ngoceh” di Medsos, Somasi Menggelegar dari Kuasa Hukum Jero Mozart Bongkar Dugaan Fitnah Ortodontis

  • account_circle Ruang Nurudin
  • calendar_month Selasa, 18 Nov 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sutrabaya, Ruang co.id — Kuasa hukum I Made Raden Mozart Assakhoya Putra Sittichai atau Jero Mozart mengirimkan somasi keras kepada drg. Silvia, Sp.Ort., setelah klien mereka menjadi korban rangkaian dugaan fitnah, pencemaran nama baik, dan ujaran kebencian melalui media sosial sejak akhir Maret 2025.

Somasi bernomor 13/KHEW/IV/2025 itu diteken Kantor Hukum Eddy Waluyo, SH & Associates di Surabaya pada 14 April 2025.

Somasi tersebut menyatakan bahwa konflik bermula dari hubungan perdata antara Jero Mozart dan Hari Rojin Sunoto terkait rencana investasi peralatan terapi.

Namun hubungan itu gagal, dan tanpa keterlibatan dalam perkara perdata tersebut, drg. Silvia diduga melakukan pembelaan membabi-buta kepada Hari dengan menyerang Jero Mozart di berbagai unggahan media sosial.

“Kami menilai tindakan saudara melalui media sosial telah melampaui batas, menyerang martabat klien kami, dan memicu kerugian besar baik materiel maupun immateriel,” tegas pengacara Eddy Waluyo kepada Ruang.co.id, Senin (17/11)2025).

Kuasa hukum membeberkan sejumlah pernyataan yang dinilai sangat merugikan, termasuk tudingan bahwa Jero Mozart menerima uang Rp147.500.000 dari Hari.

Somasi menegaskan tudingan itu tidak didukung bukti apa pun. Tuduhan tersebut dikategorikan sebagai dugaan fitnah sebagaimana diatur Pasal 311 ayat (1) KUHP, yang mengancam pidana empat tahun penjara.

Tidak hanya itu, melalui beberapa unggahan, drg. Silvia juga menyebut Jero Mozart mengidap Narcissistic Personality Disorder (NPD), menyebutnya “pendeta palsu”, bahkan menyamakan klien mereka dengan “iblis”.

Kuasa hukum menegaskan pernyataan tersebut melanggar Pasal 27A dan Pasal 28 ayat (2) UU Nomor 1 Tahun 2024 tentang ITE, dengan ancaman pidana maksimal enam tahun dan denda hingga Rp1 miliar, sebagaimana diatur Pasal 45A ayat (2).

“Unggahan-unggahan tersebut bukan hanya menyerang, tetapi mengajak publik untuk membenci klien kami. Ini sudah masuk kategori ujaran kebencian,” ujar Madya Daka Lelana, SH., salah satu kuasa hukumnya.

Baca Juga  Dibalik Polemik Warisan Dealer Honda Surabaya, Gugatan Heru Tandyo dan Fakta Hukum yang Mengejutkan

Dampaknya dinilai sangat besar. Sejumlah pasien dan rekanan bisnis Jero Mozart disebut menghentikan hubungan profesional setelah melihat unggahan tersebut. Kuasa hukum menilai kerugian yang timbul telah masif.

Melalui somasi itu, pihak kuasa hukum memberi waktu tujuh hari bagi drg. Silvia untuk menghapus unggahan, membuat klarifikasi, serta menyampaikan permintaan maaf secara terbuka. Jika tidak dipatuhi, mereka memastikan akan menempuh jalur pidana dan perdata.

“Kami tidak segan membawa perkara ini ke proses hukum penuh karena serangan tersebut telah menimbulkan kerusakan reputasi yang tidak bisa ditoleransi,” tegas Eddy Waluyo.

Mozart juga melakukan langkah hukum melaporkan drg. Silvia, Sp.Ort. pada Jumat, 23 Mei 2025, dengan nomor: LP/B/498/V/2025/SPKT POLRESTABES SURABAYA/ POLDA JAWA TIMUR, atas nama I Made Raden Mozart A. P. S, dengan perkara tindak pidana “Pencemaran Nama bak dan Fitnah Melalui Media Elektronik”. Sedangkan dengan tempat kejadian di Cafe Fork, pertokoan TP Surabaya.

LP tersebut dengan menyertakan ancaman jeratan Pasal 27A dan Pasal 28 ayat 2 UU No 1 tahun 2024 tentang Perubahan Kedua atas UU No. 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Edy, kuas hukum pelapor juga mengkritisi atas kelambanan petugas aparat dalam proses hukum di Polrestabes Surabaya, sejak terbitnya surat LP tersebut.

“saat ini pemeriksaan pelapor dan saksi sudah selesai. Terlapor beberapa kali dipanggil tidak hadir, bahkan penyidik memberitahukan kalau penyidik datang sendiri ke rumah terlapor, dan dia (terlapor) tidak kooperatif,“ tandas Edy.

Kuas hukum pelapor juga mendapat progres dari aparat, sekarang penyidik masih akan meminta keterangan dari ahli bahasa, ahli pidana dan ahli ITE. Setelah itu, akan digelar penyidikan.

  • Penulis: Ruang Nurudin

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sidang Tipikor Ponorogo Kembali Memanas, Hakim dan Jaksa Soroti Dalih Hutang Piutang 5 Saksi

    Sidang Tipikor Ponorogo Kembali Memanas, Hakim dan Jaksa Soroti Dalih Hutang Piutang 5 Saksi

    • calendar_month Rabu, 27 Mei 2026
    • account_circle Ruang Nurudin
    • 0Komentar

    Sidoarjo, Ruang.co.id – Sidang mengungkap dugaan gratifikasi proyek di lingkungan RSUD Harjono Ponorogo, kembali cukup memanas. Sidang itu berlangsung di ruang Cakra, Tipikor PN Kelas I Surabaya, di Jalan raya Juanda, Kecamatan Sedati, Sidoarjo, pada Selasa (26/5/2026). Sidang perkara dugaan suap dan gratifikasi itu, dipimpin Hakim Ketua I Made Yuliada, besta dua anggotanya yakni Manambus […]

  • Tantangan dan Manfaat Peran Teknologi dalam Pola Asuh Orang Tua Modern

    Tantangan dan Manfaat Peran Teknologi dalam Pola Asuh Orang Tua Modern

    • calendar_month Senin, 10 Feb 2025
    • account_circle Ruang Ilham
    • 0Komentar

    Ruang.co.id – Coba bayangkan: Dulu, kalau anak-anak nakal, hukuman paling mengerikan mungkin adalah disuruh berdiri di pojokan atau tidak boleh main di luar rumah. Tapi sekarang? Ancaman paling efektif mungkin bukan lagi “Jangan main ke luar!” tapi “Ibu matikan Wi-Fi, ya!” (Surabaya, 10/02/2025) Ya, teknologi benar-benar mengubah segalanya, termasuk cara orang tua mendidik anak. Di […]

  • Surabaya Jepang

    Meski Kalah 6-0, Surabaya dan Jepang Cetak “Gol Emas” Diplomasi Budaya dan Tenaga Kerja

    • calendar_month Rabu, 11 Jun 2025
    • account_circle Ruang Nurudin
    • 0Komentar

    Ruang.co.id – Di balik kekalahan telak Timnas Garuda 0-6 atas Jepang di laga kualifikasi Piala Dunia 2026, hadir “kemenangan lain” yang jauh lebih penting: penguatan jalinan diplomasi budaya dan produktivitas tenaga kerja antara Surabaya dan Jepang. Suasana emosional usai pertandingan berubah menjadi hangat dalam kunjungan kehormatan Konjen Jepang yang baru, Takonai Susumu, ke ruang kerja […]

  • Adzana Ashel Petaka Gunung Gede

    Di Balik Syuting Petaka Gunung Gede! Adzana Ashel Cerita Tantangan Mendaki Gunung Gede untuk Film Horor

    • calendar_month Senin, 3 Feb 2025
    • account_circle Ruang Ilham
    • 0Komentar

    Ruang.co.id – Syuting film horor biasanya sudah penuh tantangan, apalagi kalau lokasi syutingnya di tempat yang ekstrem. Bayangkan, proses syuting Petaka Gunung Gede dilakukan di puncak Gunung Gede yang terletak di perbatasan Kabupaten Bogor, Cianjur, dan Sukabumi. Gunung yang memiliki ketinggian hampir 3.000 meter di atas permukaan laut ini tidak hanya menawarkan pemandangan yang indah, […]

  • Kekerasan Anak Sidoarjo

    Peringatan Hari Kartini: Anak Perempuan Jadi Korban Terbanyak, Alarm Kekerasan di Sidoarjo Kian Mengkhawatirkan!

    • calendar_month Minggu, 10 Mei 2026
    • account_circle Ruang Nurudin
    • 0Komentar

    Sidoarjo, Ruang.co.id – Fenomena meningkatnya kekerasan terhadap anak di Sidoarjo, kembali menjadi sorotan serius. Data terbaru dari Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kab. Sidoarjo, yang dipaparkan dalam forum pembangunan gender menunjukkan bahwa, anak perempuan kini menjadi kelompok korban tertinggi dalam berbagai kasus kekerasan dan perlindungan sosial. Data yang mencengangkan dan menghawatirkan […]

  • arti minal aidin wal faizin

    Minal Aidin Wal Faizin Bukan Sekadar Ucapan Maaf! Ini Makna Lengkap dan Sejarahnya Menurut Ulama

    • calendar_month Senin, 31 Mar 2025
    • account_circle Ruang Sely
    • 0Komentar

    Ruang.co.id – Setiap kali Idulfitri tiba, hampir seluruh masyarakat Indonesia ramai mengucapkan “Minal aidin wal faizin”. Namun, tahukah Anda bahwa ucapan ini sering disalahpahami? Banyak yang mengira frasa ini sekadar pengganti dari “mohon maaf lahir dan batin”. Padahal, maknanya jauh lebih dalam dan sarat dengan doa. Faktanya, kalimat ini merupakan potongan dari sebuah doa lengkap […]

expand_less