Wabup Mimik Idayana Ziarah Makam Pahlawan, Refleksikan Semangat dan Nilai Perjuangan Kemerdekaan RI ke-81
- account_circle Ruang Nurudin
- calendar_month 42 menit yang lalu
- print Cetak

Wabup Mimik Idayana ziarah makam pahlawan, refleksi teguhkan semangat kemerdekaan RI ke-81 dengan nilai pengabdian dan cinta tanah air. (Din)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Sidoarjo, Ruang.co.id – Menjelang upacara kemerdekaan RI ke-81, Wakil Bupati (Wabup) Sidoarjo, Mimik Idayana, menyempatkan diri berziarah ke Taman Makam Pahlawan Kusuma Bangsa.
Kamis pagi (13/8/2026), suasana khidmat menyelimuti makam pahlawan. Karangan bunga diletakkan, doa dipanjatkan, dan tabur bunga dilakukan penuh penghormatan.
Mimik Idayana mengenakan seragam Pramuka, dan mengatakan, “Ziarah ini bukan sekadar tradisi, melainkan pengingat bahwa kemerdekaan lahir dari pengorbanan jiwa dan raga para pahlawan.”
Forkopimda Sidoarjo serta Kwarcab Pramuka turut hadir. Mereka bersama-sama menundukkan kepala, mengenang jasa para pejuang bangsa.
“Semangat rela berkorban, disiplin, dan gotong royong harus diwariskan kepada generasi muda,” ujar Mimik Idayana, dengan suara bergetar penuh haru.
Peringatan Hari Kemerdekaan RI ke- 81 tahun sekaligus momentum hari Pramuka ke-65, menjadi refleksi. Nilai perjuangan pahlawan dikaitkan dengan semangat pengabdian anggota Pramuka masa kini.
“Pramuka harus menjadi generasi pengabdian. Mereka harus berkontribusi nyata bagi masyarakat dan lingkungan,” tegasnya.
Mimik mengingatkan, perjuangan kini berbeda. “Kalau dulu berjuang dengan senjata, sekarang tugas kita mengisi kemerdekaan dengan pembangunan,” katanya.
Regulasi hukum yang mendasari peringatan kemerdekaan tercantum dalam UU No. 20 Tahun 2009 tentang Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan, yang menegaskan penghormatan kepada pahlawan sebagai kewajiban negara.
Ziarah pejabat Forkompimda Sidoarjo ini, menjadikan simbol pengikat rasa cinta tanah air. Generasi muda diharapkan meneladani semangat nasionalisme dan kepedulian sosial.
- Penulis: Ruang Nurudin

