Masih Kontroversi, Desa Kalidawir Tanggulangin Bunyikan Gelegar Sound Horeg Warnai Carnival HUT Kemerdekaan RI ke-81
- account_circle Ruang Nurudin
- calendar_month 45 menit yang lalu
- print Cetak

Dentuman Sound Horeg meriahkan Kalidawir Carnival HUT RI ke-81 Sidoarjo, ribuan warga hadir, panitia siap tanggung jawab atas aduan kerugian. (Din)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Sidoarjo, Ruang.co.id – Dentuman Sound Horeg mengguncang peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-81 di Kalidawir Carnival 2026, Desa Kalidawir, Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo, Sabtu malam (15/8). Ribuan warga tumpah ruah menyaksikan.
Karnaval ini menampilkan cosplay unik tiap kelompok peserta. Truk beriringan membawa Sound Horeg berkeliling desa, menciptakan suasana meriah menggelegar penuh energi.
Ketua Panitia HUT RI sekaligus Ketua BPD, Imam Syafii mengakui ada aduan warga. “Lampu serambi masjid Muhammadiyah setempat rontok, panitia siap mengganti kerugian,” ujarnya.
Isu pungutan Rp15 ribu di pintu masuk dibantah tegas. “Tidak ada tiket masuk, semua gratis. Jika ada pungutan, itu bukan warga Kalidawir,” tegas Imam Ketua BPD.
Kepala Desa Kalidawir, Makhsun, menambahkan, “Peserta Sound Horeg wajib patuhi aturan Muspika. Volume tidak boleh lebih dari 10 desibel.”
Surat Edaran Bupati Sidoarjo mengatur batas kebisingan. Karnaval wajib berhenti sejenak saat azan berkumandang atau salat berjamaah berlangsung.
Babinsa dan Babinkamtibmas disiagakan. “Jika ada pelanggaran, kami hentikan langsung,” tegas Kades Kalidawir.
Jumlah peserta Sound Horeg mencapai 13 kelompok. Biaya kostum dan truk Sound Horeg ditanggung swadaya RT/RW masing-masing, menunjukkan semangat gotong royong tinggi warga.
Truck Sound Horeg sengaja didatangkan dari berbagai daerah. Diantaranya dari Kabupaten Jember, Blitar, Malang, dan Pasuruan. Kehadiran mereka menambah warna festival, meski tetap menimbulkan pro-kontra di masyarakat.
Ketentuan batas kebisingan, merujuk pada Surat Edaran Bupati Sidoarjo Nomor 300/2026 tentang pengendalian intensitas suara kegiatan masyarakat. Regulasi ini menegaskan perlindungan kenyamanan publik.
Kalidawir Carnival 2026 menjadi bukti semangat warga menjaga tradisi sekaligus mematuhi aturan. Dentuman Sound Horeg tetap jadi ikon meriah perayaan HUT Kemerdekaan RI di tahun kedua ini.
Imam menambahkan, kegiatan Kalidawir Carnival dengan Sound Horeg ini, merupakan pementasan yang terakhir kalinya.
Tahun depan sudah tidak diadakan lagi, dengan alasan begitu kuatnya desakan dan tuntutan pengaduan sejumlah kelompok warga masyarakat.
- Penulis: Ruang Nurudin

