Breaking News
light_mode
Sabtu, 15 Agustus 2026
Beranda » Daerah » Jembatan Mak Mimik Pakai Dana Pribadi Diapresiasi Tinggi Setelah Menunggu Empat Tahun, Warga Desa Kedungbanteng Bersyukur

Jembatan Mak Mimik Pakai Dana Pribadi Diapresiasi Tinggi Setelah Menunggu Empat Tahun, Warga Desa Kedungbanteng Bersyukur

  • account_circle Ruang Nurudin
  • calendar_month 35 menit yang lalu
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sidoarjo, Ruang.co.id – JEMBATAN MAK MIMIK, begitulah penggalan kalimat, yang tertoreh pada batu prasasti dan backdrobe, di sebuah acara peresmiannya. Jumat malam (14/8/2026), seremoni peresmiannya berlangsung, di hamparan jalan jembatan RT. 6/ RW. 3, Desa Kedungbanteng, Kecamatan Tanggulangin.

“Kita beri nama JEMBATAN MAK MIMIK, karena jembatan ini dibangun mayoritas dari sumbangan dana pribadi beliau,” terang Budiono, Kepala Desa Kedungbanteng, saat acara peresmian.

Pernyataan itu dikuatkan pula oleh Eko yang akrab disapa Toyo, mengaku pimpinan proyek (Pimpro) dan penanggungjawab proyek pembangunannya.

“Hampir semuanya dananya dari Bu Mimik, sekitar 95 persen termasuk semua bahan materialnya, yang 5 persen itu dari partisipasi warga untuk biaya pengerjaannya di lapangan,” terang Toyo.

Dikerjakan gotong royong semua warga, imbuh Toyo. Kisaran, jembatan itu menghabiskan dana kurang dari Rp200 juta, seperti umumnya pekerjaan proyek PL (Penunjukan Langsung) di pemerintahan.

Wakil Bupati (Wabup) Sidoarjo, Mimik Idayana, sosok yang disebut – sebut sebagai pendana pribadi pembangunan Jembatan Sungai tersebut. Malam itu, Ia hadir di tengah aparatur dan tokoh masyarakat dari tingkat kecamatan dan desa, hingga warga Desa Kedungbanteng.

Ia hadir didaulat untuk meresmikan JEMBATAN MAK MIMIK. Mulai dari sambutan pembuka, prosesi pemotongan pita tanda dibukanya jalur jalan jembatan, syukuran dengan potong tumpeng dan dimakan bersama, hingga berfoto ria maupun swafoto bersama.

Wabup Mimik Idayana, yang menginisiasi dan turun tangan langsung dalam pembangunan jembatan penghubung antara Desa Kedungbanteng, Kecamatan Tanggulangin, dan Desa Balongdowo, Kecamatan Candi.

Ia tidak menampik kalau jembatan itu dibangun menggunakan bantuan dana pribadinya, serta gotong royong warga untuk menggantikan konstruksi lama, yang sebelumnya hanya berupa bambu dan kayu. Berupa jembatan perintis dari bambu dan balok kayu yang sangat terbatas.

Kini jembatan tersebut dibangun menggunakan konstruksi box culvert U-ditch dan cor beton dengan ukuran panjang sekitar 7,20 meter. Diperlebar hingga 3,60 meter atau dua jajar U-ditch, dan diperkokoh agar tidak hanya bisa dilewati roda dua, tetapi juga dapat dilalui oleh kendaraan roda empat (mobil).

Alhamdulillah, akhirnya terbangun dan ndak sampai satu bulan (pembangunannya) sudah selesai. Gak nunggu empat tahun gak pakai ribet. Langsung. Iki berarti salah satu doa dari masyarakat Kedungbanteng dikabulkan,” ujar Wabup Mimik Idayana dalam sambutan pidatonya.

Jembatan itu sebagai manfaat bagi warga, sebagai mempermudah akses transportasi dan mobilitas harian warga antar dua desa dan dua kecamatan, tanpa harus memutar jauh.

Melancarkan ekonomi lokal, distribusi hasil aktivitas warga sekitar yang mayoritas bekerja sebagai petambak dan nelayan.

“Mudah-mudahan dengan adanya jembatan ini perekonomian yang ada di Kedungbanteng ini. Apalagi di sini sudah ada kolam tambak. Itu nanti bisa untuk dibikin lomba. Di sini sudah ada warung rujak biasanya jualan,” ujar Mimik Idayana.

“Mudah-mudahan dengan adanya jembatan ini bisa bermanfaat. Ojo didelok jembatane tapi niatkan dan manfaatnya. Sekali lagi saya mengucapkan terima kasih. Ayo jembatan ini dijaga bersama-sama,” ujarnya lagi.

Tidak berhenti di situ, kata Mak Mimik, jembatan itu inginnya sekaligus diperindah dan dipercantik.

“Di samping sungai ditanami bunga bougenville. Jembatannya cilik tapi ketok apik. Kan seneng iso selfie-selfie, iso foto-fotoan,” ucap turut senang Mimik Idayana.

Selain Wabup Mimik bercerita lantaran mendapat cerita dari kades, perangkat dan warga desa, Budiono, Kades Kedungbanteng menceritakan, sudah empat tahun proposal pengajuan desa tak kunjung terjawab dan diperhatikan.

“Proposal pembangunan jembatan ini sejak empat tahun lalu. Tidak pernah ada dari DLHK (Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan). Baru Februari kemarin (di tahun 2026), DLHK menyurati dan memanggil soal Jembatan ini. DLHK bilang segera diupayakan untuk pembangunannya, saya tanya kapan pastinya, DLHK belum bisa jawab,” ungkap cerita Budiono.

Sebenarnya, terkait pembangunan irigasi dan jalan jembatan sungai, menjadi kewenangan Dinas PU BMSDA (Pekerjaan Umum Bina Marga dan Sumber Daya Alam). Mungkin salah alamat proposalnya, hingga empat tahun tanpa respons.

Selanjutnya, Kades Kedungbanteng bersama perangkat dan tokoh masyarakat terkait, mendatangi Wabup Mimik Idayana dan bercurhat.

“Tanpa pikir panjang lagi, kami datang ke rumah dinas Bu Wabup dan berkeluh kesah soal jembatan ini sebelumnya. Langsung direspons dan dibiayai semua oleh Bu Wabup Mimik. Kami sangat berterima kasih,” lanjut cerita Budiono.

Wabup Mimik Idayana membenarkan cerita itu. Dalam pidato sambutannya pula, Ia memanggil tim internalnya untuk merancang anggaran biaya yang dibutuhkan. “Saya langsung panggil tim saya, saya minta hitungan biayanya,” ujar Mimik Idayana.

Kearifan sosoknya, patut di apresiasi tinggi. Dari tangan dermanya telah menghibahkan dana pribadinya, demi keberlangsungan hidup warga dua desa dan dua kecamatan, serta warga Sidoarjo pada umumnya.

Ke depannya, pihak Desa Kedungbanteng belum dapat memastikan, untuk perawatannya apakah dikelola secara mandiri, atau dikelola dengan dana APBDes, maupun diserahkan pada Dinas PU BMSDA.

Yang jelas, lokasi JEMBATAN MAK MIMIK, terletak di sekitar koordinat: Latitude / Longitude (Desimal): -7.514032, 112.748364, Format Derajat, Menit, Detik (DMS): 7°30’50.5″S 112°44’54.1″E. Secara administratif, Desa Kedungbanteng merupakan satu wilayah dusun tunggal (Dusun Kedungbanteng).

Nama Sungai / Saluran Air Jembatan tersebut, melintasi Sungai/Saluran Afvour Kedungbanteng (saluran irigasi/pembuangan utama yang mengalir di wilayah Tanggulangin dan terhubung ke arah muara/kawasan tambak).

Jembatan ini berada di batas utara/timur Desa Kedungbanteng dan menghubungkan ke arah: Sebelah Utara/Barat Laut, berbatasan langsung dengan Desa Balongdowo, Kecamatan Candi.

Sebelah Barat/Barat Daya: berbatasan dengan Desa Banjarsari, masih satu kecamatan, Kecamatan Tanggulangin. Sebelah Timur: berbatasan dengan kawasan tambak / Desa Kalidawir & Banjarpanji, Kecamatan Tanggulangin.

  • Penulis: Ruang Nurudin

Rekomendasi Untuk Anda

  • Negara penghasil lithium terbesar

    5 Negara Penghasil Lithium Terbesar di Dunia: Dominasi dalam Revolusi Energi

    • calendar_month Rabu, 25 Sep 2024
    • account_circle Ruang Ilham
    • 0Komentar

    Surabaya, Ruang.co.id – Lithium, mineral ringan berwarna putih keperakan, telah menjadi komoditas yang sangat berharga dalam beberapa tahun terakhir. Lithium adalah komponen penting untuk baterai kendaraan listrik, elektronik, dan energi terbarukan. Sebagai komponen utama dalam baterai lithium-ion, lithium menjadi kunci dalam pengembangan teknologi energi terbarukan, terutama kendaraan listrik. Meskipun permintaan lithium terus meningkat, produksi lithium […]

  • Film Horor Petaka Gunung Gede di Bioskop Surabaya

    Jadwal Pemutaran Film Petaka Gunung Gede, Horor di Bioskop Surabaya Hari Ini

    • calendar_month Minggu, 9 Mar 2025
    • account_circle Ruang Ilham
    • 0Komentar

    Ruang.co.id – Selami misteri kelam Gunung Gede dalam film “Petaka Gunung Gede”, sebuah film horor yang terinspirasi dari peristiwa nyata yang menggemparkan. Film ini mengisahkan perjalanan Maya dan Ita, dua sahabat yang tidak menyangka bahwa liburan mereka akan berubah menjadi pengalaman supranatural yang menakutkan. Dengan penampilan prima dari Arla Ailani dan Adzana Ashel, film ini […]

  • Koalisi Sidoarjo Maju

    Koalisi Sidoarjo Maju Tolak Laporan APBD 2024: Manuver “Oposisi” Baru Mayoritas Parpol dan Legislator Terhadap Subandi?

    • calendar_month Kamis, 17 Jul 2025
    • account_circle Ruang Nurudin
    • 0Komentar

    Sidoarjo, Ruang.co.id — Suasana rapat paripurna DPRD Kabupaten Sidoarjo, Rabu (16/7/2025), berubah menjadi sorotan tajam publik. Terjadi penolakan Raperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2024. Di gedung parlemen, 4 Fraksi yang menolak, yakni Fraksi Golkar, Gerindra, PAN, Fraksi Gabungan PKS-PPP. Sedangkan yang menerima, awalnya hanya 2 fraksi, yakni Fraksi PKB dan PDI-P. Sedangkan Fraksi gabungan […]

  • Jatim Art Forum 2024 Budaya Gresik Damar Kurung

    Jatim Art Forum 2024: Gresik Rayakan Kekayaan Seni dan Budaya

    • calendar_month Minggu, 8 Des 2024
    • account_circle Ruang redaksi
    • 0Komentar

    Gresik, Ruang.co.id – Gelaran Jatim Art Forum (JAF) 2024 sukses digelar di Kabupaten Gresik selama empat hari berturut-turut, dari 4 hingga 7 Desember 2024. Ajang seni budaya bergengsi ini menampilkan berbagai karya kesenian, pameran, hingga pertunjukan yang menggambarkan harmoni antara kesenian tradisional dan seni kontemporer. Sebagai tuan rumah, Gresik memanfaatkan kantong budaya dan ruang-ruang publik […]

  • Pembangunan rumah MBL 2025

    Gerbang Impian Terbuka: 3 Juta Rumah MBL Siap Huni dari Desa ke Kota!

    • calendar_month Jumat, 2 Mei 2025
    • account_circle Ruang Nurudin
    • 0Komentar

    Sidoarjo, Ruang.co.id – Pemerintah Kabinet Merah Putih membuat langkah besar yang menyentuh langsung denyut nadi masyarakat bawah. Melalui Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), program pembangunan 3 juta unit rumah Mampu Biaya Layak (MBL) diluncurkan untuk tahun 2025, sebagai bagian dari revolusi perumahan rakyat. Tak hanya sekadar janji, program MBL menyasar masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) […]

  • Cabut Perda Tidak Relevan

    Pembenahan Regulasi, Bapemperda Jatim Cabut Enam Perda Usang

    • calendar_month Senin, 8 Sep 2025
    • account_circle Ruang Gentur
    • 0Komentar

    Ruang.co.id – Ketua badan pembuat peraturan daerah (Bapemperda) dewan perwakilan rakyat (DPRD) Jawa Timur, Yordan M Batara Goa Menyebutkan, pihaknya akan mencabut enam peraturan daerah (Perda) yang dinilai sudah tidak relevan untuk diterapkan Pemprov Jawa Timur. Keenam Perda tersebut antara lain, Perda nomer 1 tahun 2005 tentang usaha pertambangan dan galian C di wilayah sungai. […]

expand_less