Jelang Pembukaan Muktamar NU Diwarnai Isu Pengunduran Diri Menag Nasaruddin Umar
- account_circle Mascim
- calendar_month 7 jam yang lalu
- print Cetak

Kemenag menegaskan kabar pengunduran diri Menag Nasaruddin Umar jelang Muktamar NU Jombang adalah hoaks. Foto @FB_Nasaruddin Umar
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jombang, Ruang.co.id — Kementerian Agama membantah tegas kabar pengunduran diri Menteri Agama Nasaruddin Umar yang beredar luas di media sosial dan grup WhatsApp menjelang pembukaan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Kamis (27/8/2026). Nama Nasaruddin Umar memang disebut-sebut masuk bursa calon Ketua Umum PBNU.
Kepala Biro Humas dan Komunikasi Publik Kemenag, Thobib Al Asyhar, menyatakan bahwa informasi tersebut sepenuhnya tidak benar. “Itu hoaks. Tidak benar Prof Nasaruddin Umar mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Menteri Agama,” tegas Thobib dalam keterangan resmi di Jakarta, Rabu (26/8/2026). Ia menambahkan, tidak pernah ada pembicaraan soal pengunduran diri dengan pihak Istana.
Bantahan ini muncul karena publik banyak bertanya-tanya. Pasalnya, Nasaruddin Umar masuk dalam daftar nama yang disebut Sekretaris Jenderal PBNU Saifullah Yusuf sebagai kandidat potensial pengganti Yahya Cholil Staquf.
Sebelumnya, Gus Ipul memang menyampaikan beberapa nama yang dinilai layak memimpin PBNU periode berikutnya. “Di antaranya ada Kiai Zulfa Mustofa, ada Gus Yusuf Chudlori, ada Gus Salam Shohib, ada juga Gus Kikin, Ketua PWNU Jawa Timur, dan ada juga Prof Nasaruddin Umar,” kata Gus Ipul di Jakarta, Juli lalu.
Persoalan terbesar ada pada aturan internal PBNU. Ketua Umum PBNU tidak boleh merangkap jabatan lain. Yahya Cholil Staquf telah menegaskan bahwa aturan ini merupakan hasil Muktamar Lampung dan mengikat seluruh kepengurusan. Aturan itu hanya bisa diubah oleh muktamirin.
Para pengamat menilai peluang Nasaruddin Umar untuk melenggang sangat bergantung pada dinamika muktamar. Kultur NU tidak lazim mengubah aturan pokok organisasi hanya untuk mengakomodasi figur tertentu. Dengan posisinya sebagai Menteri Agama, benturan kepentingan dan beban ganda menjadi sorotan tajam.
Publik pun mempertanyakan bagaimana seorang menteri negara dapat mengemban tugas keagamaan nasional sambil fokus berkampanye memimpin ormas Islam terbesar. “Fokus utama seorang Menteri Agama seharusnya tetap pada tugas negara,” ujar seorang pengamat yang enggan disebut namanya. Menurutnya, NU sebagai jam’iyah besar tidak kekurangan kader berkualitas.
Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan hadir membuka Muktamar ke-35. Gus Ipul menyampaikan bahwa Presiden memberi kepercayaan penuh kepada muktamirin untuk menjalankan musyawarah sesuai tradisi NU. Tidak ada intervensi dari pihak luar.
“Presiden mempercayakan sepenuhnya kepada para muktamirin untuk bermusyawarah secara sehat dan demokratis,” ujar Gus Ipul. Ia menegaskan, seluruh keputusan muktamar, termasuk soal aturan rangkap jabatan, berada di tangan peserta.
Hingga pembukaan berlangsung, nama-nama yang resmi mengantongi mandat wilayah baru sebagian. Gus Kikin tercatat telah ditugaskan oleh PWNU Jawa Timur bersama PCNU se-Jawa Timur. Sementara itu, Nasaruddin Umar sejauh ini belum memperoleh penugasan resmi dari wilayah mana pun.
- Penulis: Mascim

