Breaking News
light_mode
Selasa, 27 Oktober 2026
Beranda » Pemerintah » Kemendagri Ungkap Kunci Sukses Peringatan Hari Otonomi Daerah 2024

Kemendagri Ungkap Kunci Sukses Peringatan Hari Otonomi Daerah 2024

  • account_circle Ruang redaksi
  • calendar_month Jumat, 26 Apr 2024
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Ruang.co.id – Puncak peringatan Hari Otonomi Daerah (Otoda) ke XXVIII berlangsung semarak di Grand City Mall Surabaya pada Kamis (25/4/2024) malam. Kegiatan ini menjadi puncak sekaligus penutup rangkaian acara peringatan Hari Otoda Tahun 2024 di Kota Surabaya.

Malam puncak peringatan Hari Otoda 2024 diisi sejumlah rangkaian acara. Mulai dari gala dinner, pertunjukan tarian, sambutan, hingga ditutup dengan penampilan hiburan dari beberapa musisi tanah air.

Kegiatan tersebut dihadiri Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Dalam Negeri Indonesia (Kemendagri) Suhajar Diantoro, bersama sejumlah pejabat dari Kemendagri. Hadir pula Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Timur Adhy Karyono, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, para kepala daerah di Indonesia hingga tim penilai Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintah Daerah (EPPD) Tahun 2023.

Baca Juga: Pertama dalam Sejarah, Balai Kota Surabaya Jadi Tempat Upacara Hari Otoda Nasional 2024

Dalam sambutannya, Sekjen Kemendagri Suhajar Diantoro menyampaikan bahwa daerah memiliki peran yang sangat besar dalam urusan pemerintahan. Menurutnya, masa depan kehidupan masyarakat modern Republik Indonesia (RI), ditentukan oleh banyak variabel.

“Satu di antara variabel pentingnya adalah kepala daerah. Kunci sukses otonomi daerah itu lebih 30 sampai 40 persen ditentukan oleh kemampuan kepala daerah bersama DPRD-nya. Dalam hal kepala daerah, termasuk kemampuannya meyakinkan DPRD,” kata Sekjen Suhajar.

Untuk itu, Sekjen Kemendagri menyatakan bahwa tidak ada daerah yang sukses tanpa diawali dengan kemauan dari kepala daerahnya. Nah, dari kemauan kepala daerah itu kemudian didukung dengan kekuatan DPRD, maka otonomi daerah itu diyakininya akan maju.

“Yang nomor dua adalah kapasitas pemerintah daerah. Karena yang mengeksekusi kebijakan kepala daerah adalah kepala satuan kerja Perangkat Daerah (Kepala OPD). Kalau Kepala OPD-nya tidak bisa melaksanakan, tidak jalan juga,” ujar dia.

Baca Juga  Pemprov Jatim Fokuskan Pemulihan Keamanan dan Fasilitas Publik Pasca Kerusuhan

Di samping itu, Sekjen Suhajar juga mengingatkan kepada seluruh pemerintah daerah (pemda) terkait dengan kontrol dan partisipasi masyarakat. Karenanya, ia berharap seluruh pemda di Indonesia dapat memberikan hak kepada masyarakat untuk mengontrol kinerja pemerintah daerah.

“Karena sesungguhnya cermin yang paling objektif itu mereka (masyarakat) untuk menilai. Maka kontrol dan partisipasi masyarakat menjadi bagian penting untuk kita utamakan dalam program,” sebutnya.

Sementara itu, Wali Kota Eri Cahyadi menyampaikan bahwa peringatan Hari Otoda ke-28 ini terasa istimewa bagi Kota Pahlawan. Sebab, Surabaya ditunjuk menjadi tuan rumah pelaksanaan rangkaian kegiatan tersebut.

“Matur nuwun (terima kasih) seluruh jajaran Kemendagri, Pak Sekjen dan Pak Dirjen yang memberikan kepercayaan kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya,” kata Wali Kota Eri.

Wali Kota Eri mengaku bangga betul di momen peringatan Hari Otoda Tahun 2024 ini. Sebab, peringatan Hari Otoda ini sekaligus menjadi pembuktian bahwa pemda di seluruh Indonesia memiliki kekuatan kebersamaan yang luar biasa.

“Semoga dengan (peringatan) Hari Otoda ini, maka kita memiliki semangat yang sama, visi yang sama, bahwa kita akan memajukan daerah kita dengan sangat luar biasa di bawah Kementerian Dalam Negeri,” tuturnya.

Karena itu, Ketua Dewan Pengurus Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi) ini meyakini bahwa pemda di seluruh Indonesia di bawah Kemendagri, akan bisa lebih baik lagi dan semakin maju ke depannya.

“Sukses selalu buat semuanya, para kepala daerah, gubernur, bupati dan wali kota. Insyaallah bersama Kementerian Dalam Negeri, kita pasti akan menjadi lebih baik lagi,” pungkasnya.

Sebagai informasi, Kota Surabaya ditunjuk sebagai tuan rumah Peringatan Hari Otoda XXVIII yang diselenggarakan oleh Kemendagri pada Kamis, 25 April 2024. Keputusan ini berdasarkan Surat No 100.2.1.7/15 SJ tanggal 2 Januari 2024 perihal Penunjukkan Kota Surabaya sebagai lokasi Pelaksanaan Peringatan Hari Otoda XXVIII Tahun 2024. (*)

Baca Juga  Sertifikat HGB di Atas Laut! DPRD Jatim Minta Tindakan Tegas untuk Lindungi Masyarakat
  • Penulis: Ruang redaksi

Rekomendasi Untuk Anda

  • SMSI Surabaya

    SMSI Surabaya dan Korporasi Sinergi Salurkan Bantuan untuk Anak Yatim dan Dhuafa di Bulan Ramadhan 2025

    • calendar_month Sabtu, 15 Mar 2025
    • account_circle Ruang redaksi
    • 0Komentar

    Ruang.co.id – Bulan Ramadhan 2025 menjadi momen penuh berkah bagi Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kota Surabaya. Bersama sejumlah korporasi, SMSI Surabaya kembali menyalurkan bantuan dan santunan kepada anak yatim piatu dan dhuafa. Acara yang digelar di Aula PWI Jawa Timur pada Sabtu (15/3/2025) ini dihadiri oleh puluhan anak yatim dari berbagai yayasan, termasuk Yayasan […]

  • Kursi Pileg Sidoarjo

    Pelantikan Akbar Gerindra Sidoarjo: Mimik Idayana Optimis Raih 14 Kursi Dewan di Pileg 2029

    • calendar_month Minggu, 14 Des 2025
    • account_circle Ruang Nurudin
    • 0Komentar

    Sidoarjo, Ruang.co.id – Pasukan inti dan sayap – sayap Gerindra Sidoarjo telah kembali diterbangkan. Seluruh 18 kecamatan pengurus PAC (Pimpinan Anak Cabang) dan 4 sayapnya Gerindra Sidoarjo, mengaku siap menerkam dan mencengkeram pemenangan warga kota Delta, di sebuah hotel di kawasan raya Jenggolo, kota Sidoarjo, pada Minggu pagi (14/12/2025). Bahkan Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) […]

  • Penyakit menular 2025

    6 Penyakit Menular yang Perlu Diwaspadai pada 2025 Ancaman Kesehatan Global yang Tak Boleh Diabaikan

    • calendar_month Selasa, 4 Mar 2025
    • account_circle Ruang Sely
    • 0Komentar

    Ruang.co.id – Meski pandemi COVID-19 telah mereda, ancaman penyakit menular masih menghantui dunia. António Guterres, Sekretaris Jenderal PBB, mengingatkan bahwa dunia belum sepenuhnya siap menghadapi pandemi berikutnya. Menurunnya tingkat vaksinasi, maraknya misinformasi, dan perubahan iklim menciptakan kondisi yang memungkinkan penyakit menular kembali muncul. Berikut adalah enam penyakit menular yang perlu diwaspadai pada tahun 2025. 1. […]

  • Benua pertama di dunia, Pangea

    Semua Benua Pernah Menyatu, Inilah Superbenua Pertama Bumi

    • calendar_month Kamis, 26 Sep 2024
    • account_circle Ruang Ilham
    • 0Komentar

    Surabaya, Ruang.co.id – Bumi kita ternyata pernah memiliki hanya satu benua besar saja. Benua pertama, satu-satunya, dahulu ini adalah benua Pangea. Nama Pangea berasal dari bahasa Yunani yang berarti “semua bumi,” mencerminkan luasnya daratan yang menyatu. Pangea merupakan superkontinen yang ada sekitar 335 juta tahun yang lalu dan mulai terpecah sekitar 175 juta tahun lalu. […]

  • Sirekap KPU Sidoarjo Pilkada 2024

    KPU Sidoarjo Perkenalkan Sirekap Versi Baru, Solusi Akurat untuk Pilkada Serentak 2024

    • calendar_month Senin, 25 Nov 2024
    • account_circle Ruang redaksi
    • 1Komentar

    Sidoarjo, Ruang.co.id – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sidoarjo menyosialisasikan kesiapan aplikasi rekap hasil pencoblosan bernama Sirekap, dengan tema Sosialisasi Penggunaan Aplikasi Sirekap Pilkada Serentak Tahun 2024, dihadapan para LO (Liaison Officer) Paslon, dan Parpol Pengusul maupun Pendukung, serta Bawaslu (Badan Pengawas Pemilihan Umum) Kab. Sidoarjo di Pilkada Sidoarjo, di Ruang Meeting Hotel Luminor Kota […]

  • Asal-usul Olahraga Bulutangkis

    Asal-Usul Olahraga Bulutangkis dari Poona ke Olimpiade

    • calendar_month Minggu, 3 Nov 2024
    • account_circle Ruang Ilham
    • 0Komentar

    Surabaya, Ruang.co.id – Bulutangkis adalah olahraga raket yang populer, berasal dari permainan kuno seperti “battledore and shuttlecock” di Cina dan Inggris. Bentuk modern bulutangkis berkembang di India pada abad ke-19 dengan nama “Poona.” Permainan ini terkenal pertama ke Inggris oleh tentara pada tahun 1873 dan dinamai setelah Badminton House di Gloucestershire. Aturan resmi pertama kali […]

expand_less