Breaking News
light_mode
Rabu, 28 Oktober 2026
Beranda » Rekomendasi » Benarkah Menguap Itu Menular? Ini Jawaban Sains yang Bikin Kamu Penasaran

Benarkah Menguap Itu Menular? Ini Jawaban Sains yang Bikin Kamu Penasaran

  • account_circle Ruang Ilham
  • calendar_month Senin, 23 Des 2024
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Surabaya, Ruang.co.id – Menguap adalah salah satu hal paling sederhana yang sering kita lakukan, tetapi tetap bikin penasaran. Pernahkah kamu memperhatikan, setiap kali melihat orang lain menguap, kamu jadi ikut-ikutan menguap?

Atau bahkan hanya membaca tentang menguap saja, sudah cukup untuk membuatmu ingin melakukannya? Fenomena ini memang menarik perhatian banyak peneliti. Tapi, benarkah menguap itu menular? Yuk, kita bedah fakta ilmiahnya.

Mengapa Kita Menguap?

Sebelum membahas soal “penularan,” penting untuk tahu dulu apa itu menguap dan mengapa tubuh kita melakukannya. Secara sederhana, menguap adalah refleks alami tubuh yang melibatkan tarikan napas dalam-dalam, diikuti oleh hembusan udara keluar. Ada banyak teori mengapa manusia menguap, tapi beberapa penjelasan paling populer yaitu menguap membantu menambah pasokan oksigen ke otak.

Selain itu dapat membantu menurunkan suhu otak agar tetap optimal dan juga hal ini menandakan bahwa tubuh merasa lelah atau bosan.

Meski teori-teori ini terdengar masuk akal, peneliti masih belum sepenuhnya sepakat tentang alasan utama menguap.

Benarkah Menguap Itu Menular?

Kamu pasti pernah mengalami, saat melihat temanmu menguap, tiba-tiba kamu juga ingin menguap. Bahkan saat membaca artikel ini, kemungkinan besar kamu sudah mulai merasa ingin menguap. Nah, fenomena ini dikenal sebagai menguap yang menular (contagious yawning).

Peneliti menemukan bahwa menguap memang bisa menular, terutama melalui pengaruh visual. Melihat orang lain menguap, atau bahkan hanya mendengar suara menguap, bisa memicu refleks yang sama dalam tubuh kita.

Ilustrasi menguap (pexels)

Apa Kata Sains Tentang Fenomena Ini?

Menurut penelitian, menguap yang menular berkaitan erat dengan empati dan koneksi sosial. Saat kita melihat orang lain menguap, otak kita merespons melalui aktivitas di bagian yang disebut cermin neuron (mirror neurons). Neuron ini bertanggung jawab untuk meniru atau memahami tindakan orang lain, yang menjadi dasar empati manusia.

Baca Juga  Deteksi Dini Gejala Kanker Payudara

Penelitian juga menunjukkan bahwa:

  • Orang yang memiliki tingkat empati tinggi lebih mudah “terinfeksi” oleh menguap.
  • Anak kecil dan orang yang memiliki gangguan empati, seperti pada kasus autisme, lebih jarang mengalami menguap yang menular.

Namun, ini bukan berarti menguap yang menular adalah tanda empati mutlak. Banyak faktor lain, seperti suasana hati, tingkat kelelahan, hingga hubungan sosial dengan orang yang menguap, juga memengaruhinya.

Apakah Menguap Menular Pada Semua Makhluk?

Uniknya, fenomena menguap yang menular tidak hanya terjadi pada manusia. Beberapa hewan sosial, seperti anjing, simpanse, hingga burung, juga menunjukkan respons serupa. Penelitian pada anjing, misalnya, menemukan bahwa mereka lebih mungkin menguap setelah melihat pemiliknya menguap dibandingkan orang asing. Ini menunjukkan bahwa koneksi emosional memainkan peran besar dalam “penularan” menguap.

Banyak mitos seputar menguap yang beredar, salah satunya adalah anggapan bahwa menguap berarti kekurangan oksigen. Meskipun teori ini sering disebutkan, sains belum memberikan bukti kuat yang mendukungnya. Sebaliknya, banyak bukti yang menunjukkan bahwa menguap lebih berkaitan dengan fungsi sosial dan psikologis dibandingkan fungsi fisiologis semata.

Jadi, benarkah menguap itu menular? Jawabannya adalah ya, tetapi dengan catatan. Penularannya lebih bersifat sosial dan psikologis, bukan karena faktor biologis semata. Fenomena ini menunjukkan betapa kuatnya koneksi antara manusia dan bagaimana empati memainkan peran dalam setiap interaksi kecil sehari-hari.

Kali berikutnya kamu melihat seseorang menguap dan merasakan dorongan untuk melakukan hal yang sama, ingatlah bahwa itu adalah tanda bahwa otakmu sedang “berempati.” Seru, kan, memahami sains di balik hal sederhana yang kita lakukan setiap hari?

  • Penulis: Ruang Ilham

Rekomendasi Untuk Anda

  • Wisnu Wardhana dan Mat Mochtar persatuan pasca Pilgub Jatim 2024

    Rivalitas Pilgub Jatim 2024 Usai, Tokoh Politik Ajak Bersatu Bangun Jawa Timur

    • calendar_month Rabu, 18 Des 2024
    • account_circle Ruang redaksi
    • 0Komentar

    Surabaya, Ruang.co.id – Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur (Pilgub Jatim) 2024 telah selesai dengan kemenangan pasangan Khofifah Indar Parawansa-Emil Elestianto Dardak. Pasangan ini berhasil meraih 12.192.165 suara atau 58,81 persen, unggul jauh dari pesaing mereka, Tri Rismaharini-Zahrul Azhar Asumta (6.743.095 suara) dan Luluk Nur Hamidah-Lukmanul Hakim (1.797.332 suara). Pasca keputusan KPU, dua tokoh […]

  • Libur 18 April 2025

    18 April: Libur Jumat Agung & Warisan Konferensi Asia-Afrika yang Mengguncang Dunia

    • calendar_month Jumat, 18 Apr 2025
    • account_circle Ruang Sely
    • 0Komentar

    Ruang.co.id – Tanggal 18 April 2025 akan menjadi momen istimewa bagi Indonesia. Di satu sisi, umat Kristiani bersiap menyambut Jumat Agung, hari penuh khidmat untuk mengenang pengorbanan Yesus Kristus. Di sisi lain, tanggal ini juga mengingatkan kita pada Konferensi Asia-Afrika (KAA) 1955, sebuah pertemuan bersejarah yang mengubah peta politik global. Bagi yang merencanakan long weekend […]

  • gus fawait jember marak begal

    Jember Marak Begal, Gus Fawait Janji Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat

    • calendar_month Sabtu, 21 Sep 2024
    • account_circle Ruang Gentur
    • 0Komentar

    Jember, Ruang.co.id – Bakal calon bupati Jember Muhammad Fawait atau akrab dipanggil gus Fawait mengaku prihatin atas tingginya kasus kriminalitas di Jember khususnya kasus begal. Politisi dari partai Gerindra tersebut mengatakan tingginya begal tersebut sebagai dampak dari masinh tingginya angka kemiskinan di Jember yang hingga saat ini masih belum turun. “Semua tahu kalau tingginya kemiskinan […]

  • Kuliner di Malang, bakso

    Tempat Kuliner Hits dan Enak Wajib Dicicipi di Malang

    • calendar_month Minggu, 29 Sep 2024
    • account_circle Ruang Ilham
    • 0Komentar

    Malang, Ruang.co.id – Bagi para pecinta kuliner, Malang adalah surga yang tak boleh terlewatkan. Kota ini menawarkan beragam pilihan tempat makan, mulai dari warung sederhana hingga restoran mewah. Dari pusat kota hingga kawasan wisata, Anda akan dengan mudah menemukan hidangan lezat yang sesuai dengan selera. Selain itu, Malang juga memiliki banyak pasar tradisional yang menjual […]

  • Pasokan air Umbulan Sidoarjo

    Debit Air Menurun, Perumda Delta Tirta Upayakan Pemenuhan Kebutuhan Pelanggan

    • calendar_month Selasa, 5 Nov 2024
    • account_circle Ruang redaksi
    • 0Komentar

    Sidoarjo, Ruang.co.id – Perumda Delta Tirta Sidoarjo mengalami kendala pasokan air bersih dari sumber Umbulan, yang berdampak pada aliran air bersih bagi pelanggan. Gangguan ini menyebabkan banyak pelanggan merasakan penurunan debit air. Pada akhir Oktober 2024, pasokan air dari sumber Umbulan di Sidoarjo mencapai 1.116 liter per detik (lps). Namun, sejak 1 November, jumlah pasokan […]

  • penertiban reklame

    Satpol PP Surabaya Tertibkan 20 Reklame Tak Berizin

    • calendar_month Minggu, 23 Jun 2024
    • account_circle Ruang redaksi
    • 0Komentar

    Ruang.co.id – Satpol PP Kota Surabaya kembali menggelar penertiban terhadap papan reklame tak berizin, Sabtu (22/6/2024). Selain itu, para petugas juga menertibkan papan reklame yang sudah habis masa tayang. Ketua Tim Kerja Penindakan Satpol PP Surabaya, Agnis Juistityas mengatakan, Satpol PP Surabaya beserta Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Surabaya melakukan penertiban papan reklame sebanyak 20 reklame […]

expand_less