Hancurnya Tembok Berlin: Berkaitan dengan Sejarah Hari Buah Sedunia
- account_circle Syarif Wajabae
- calendar_month 3 jam yang lalu
- print Cetak

Perubahan politik radikal di Jerman 1989 tak hanya meruntuhkan Tembok Berlin, tetapi juga menabur benih solidaritas global yang berbuah pada peringatan Hari Buah Sedunia. Ilustrasi Foto by AI
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Sekitar 400 fruitcake (kue yang berbahan dasar dari buah yang dicampur dengan olahan bahan lain), dan buah-buahan segar dibagikan secara gratis dan dimakan bersama. Kegiatan berbagi buah ini menjadi contoh dan menginspirasi banyak kalangan hingga jadi kebiasaan berbagi buah dan mengonsumsi buah. Kemudian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menetapkan 1 Juli 2007 menjadi Hari Buah Sedunia.
Sejak awal pula peringatan Hari Buah Sedunia ini ditandai dengan menentukan nama buah tertentu serta tema yang menjadi slogan atau menjadi pesan yang baik. Dikenal dengan Fruit Of The Year. Tahun 2007 sendiri, Strawberry (stroberi) terpilih sebagai Fruit Of The Year, dengan tema Come Together. Pada 2021 lalu, Semangaka (watermelon), terpilih sebagai Fruit Of The Year dengan tema Create Change Together (Ciptakan Perubahan Bersama). Begitu pula dengan tahun-tahun berikutnya.
Baca Juga : Surabaya Dalam Bingkai: Dijuluki “Dapur Nasionalisme” Sejarah Rintisan Jejak Sang Proklamator
Makanan nabati, seperti buah-buahan dan sayuran, biji-bijian, kacang-kacangan, dan sejenisnya, umumnya menggunakan lebih sedikit energi, tanah, dan air, serta memiliki intensitas gas rumah kaca yang lebih rendah daripada makanan hewani.
Laman un.org melaporkan, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menjadikan hari buah sebagai pengingat akan pentingnya nutrisi dan kecukupan pangan. Selain itu juga mendesak berbagai pihak agar meningkatkan kualitas produksi yang sehat dan berkelanjutan serta kampanye mengurangi pemborosan. Sekjen PBB, Antonio Guterres mengatakan konsumsi buah masyarakat dunia masih kurang. Buah dan sayur memberikan limpahan nutrisi dan memperkuat sistem imun tubuh, dan memperkecil resiko terhadap penyakit. “Kita harus sama-sama memastikan semua masyarakat dunia, termasuk masyarakat miskin, mendapatkan makanan bergizi. Kita harus bisa memastikan semua golongan mendapatkannya, leaving no one behind” jelas Guterres.
Sidang PBB 2019 menyatakan bahwa, Hari Buah adalah momen penting bagi dunia untuk menyadari lebih jauh manfaat buah dan juga sayur. Selain menjadi sumber nutrisi, kecukupan pangan dan kesehatan, juga untuk pencapaian pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goals, SDGs).
- Penulis: Syarif Wajabae

